Antioxidant Activity Assay of Fractionated Extracts of Red Alga Kappaphycus alvarezii (Doty) Doty, 1996

Indonesia with more than 70% of its territory covered by oceans, is rich in marine resources such as the red alga Kappaphycus alvarezii, which contains bioactive compounds with antioxidant activity. This study aims to analyse the antioxidant effectiveness of fractionated extracts of K. alvarezii using ethanol, ethyl acetate, and n-hexane as solvents. Samples were collected from aquaculture in the Arakan Village, Tatapaan District, South Minahasa Regency. Extraction began with salt, removal, followed by maceration using 96.5 ethanol, then concentration using a rotary evaporator. The extract was fractionated based on solubility in polar, semi-polar, and non-polar solvents. Antioxidant activity was evaluated using the DPPH method by calculating the percent inhibition at a concentration of 1000 ppm. Results showed that each fraction exhibited different abilities in reducing free radicals. The n-hexane fraction showed the highest activity with an average inhibition of 54.36%, followed by ethyl acetate (45.33%) and ethanol (44.81%). The higher activity of the n-hexane fraction is attributed to non-polar bioactive compounds. This study supports the potential of K. alvarezii as a natural antioxidant for pharmaceutical or cosmetic applications and encourages further exploration of its health-related benefits. Keywords: red algae Kappaphycus alvarezii, antioxidant, DPPH, fractionation ABSTRAK Indonesia memiliki wilayah lebih dari 70% berupa lautan yang kaya akan sumber daya hayati salah satunya alga merah Kappaphycus alvarezii, yang mengandung senyawa bioaktif dengan aktivitas antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas antioksidan dari fraksi ekstrak K. alvarezii menggunakan pelarut etanol, etil asetat, dan n-heksan. Sampel diambil dari budidaya perairan Desa Arakan, Kecamatan Tatapaan, Kabupaten Minahasa Selatan. Ekstraksi dimulai dengan dekantasi garam, kemudian dimaserasi menggunakan etanol 96%, lalu dipekatkan dengan rotary evaporator. Setelah diekstraksi, dilakukan fraksinasi untuk memperoleh fraksi berdasarkan kelarutannya dalam dalam pelarut polar, semi polar, non-polar. Aktivitas diuji menggunakan metode DPPH dengan menghitung nilai persen inhibisi dari masing-masing fraksi pada konsentrasi 1000 ppm. Pengujian aktivitas antioksidan pada fraksi ekstrak K.alvarezii menunjukkan bahwa setiap fraksi memiliki kemampuan yang berbeda dalam mereduksi radikal bebas. Fraksi n-heksan menunjukkan aktivitas tertinggi dengan nilai inhibisi rata-rata 54,36%, diikuti oleh fraksi etil asetat (45,33%) dan etanol (44,81%). Fraksi n-heksan lebih efektif dalam menetralkan radikal bebas oleh kandungan senyawa bioaktif yang terdapat pada pelarut (non-polar). Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan alga merah Kappaphycus alvarezii sebagai antioksidan alami, yang berpotensi untuk digunakan dalam industri farmasi atau kosmetik dan membuka peluang lebih lanjut mengenai pemanfaatan alga dalam bidang kesehatan. Kata kunci: alga merah Kappaphycus alvarezii, antioksidan, DPPH, fraksinasi

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Published
2025-05-17
DOI
https://doi.org/10.35800/jplt.13.2.2025.61592
Primary Topic
Algal biology and biofuel production
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Antioxidant Activity Assay of Fractionated Extracts of Red Alga Kappaphycus alvarezii (Doty) Doty, 1996

Darus S.J. Paransa, Verly Dotulong, Desy M. H. Mantiri, Leonardus Ricky Rengkung et al.
1 links
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Algal biology and biofuel production
article

Antioxidant Activity Assay of Fractionated Extracts of Red Alga Kappaphycus alvarezii (Doty) Doty, 1996

Darus S.J. Paransa, Verly Dotulong, Desy M. H. Mantiri, Leonardus Ricky Rengkung, Deiske A. Sumilat, Nurfadillah Kadang
article en

Abstract

Indonesia with more than 70% of its territory covered by oceans, is rich in marine resources such as the red alga Kappaphycus alvarezii, which contains bioactive compounds with antioxidant activity. This study aims to analyse the antioxidant effectiveness of fractionated extracts of K. alvarezii using ethanol, ethyl acetate, and n-hexane as solvents. Samples were collected from aquaculture in the Arakan Village, Tatapaan District, South Minahasa Regency. Extraction began with salt, removal, followed by maceration using 96.5 ethanol, then concentration using a rotary evaporator. The extract was fractionated based on solubility in polar, semi-polar, and non-polar solvents. Antioxidant activity was evaluated using the DPPH method by calculating the percent inhibition at a concentration of 1000 ppm. Results showed that each fraction exhibited different abilities in reducing free radicals. The n-hexane fraction showed the highest activity with an average inhibition of 54.36%, followed by ethyl acetate (45.33%) and ethanol (44.81%). The higher activity of the n-hexane fraction is attributed to non-polar bioactive compounds. This study supports the potential of K. alvarezii as a natural antioxidant for pharmaceutical or cosmetic applications and encourages further exploration of its health-related benefits. Keywords: red algae Kappaphycus alvarezii, antioxidant, DPPH, fractionation ABSTRAK Indonesia memiliki wilayah lebih dari 70% berupa lautan yang kaya akan sumber daya hayati salah satunya alga merah Kappaphycus alvarezii, yang mengandung senyawa bioaktif dengan aktivitas antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas antioksidan dari fraksi ekstrak K. alvarezii menggunakan pelarut etanol, etil asetat, dan n-heksan. Sampel diambil dari budidaya perairan Desa Arakan, Kecamatan Tatapaan, Kabupaten Minahasa Selatan. Ekstraksi dimulai dengan dekantasi garam, kemudian dimaserasi menggunakan etanol 96%, lalu dipekatkan dengan rotary evaporator. Setelah diekstraksi, dilakukan fraksinasi untuk memperoleh fraksi berdasarkan kelarutannya dalam dalam pelarut polar, semi polar, non-polar. Aktivitas diuji menggunakan metode DPPH dengan menghitung nilai persen inhibisi dari masing-masing fraksi pada konsentrasi 1000 ppm. Pengujian aktivitas antioksidan pada fraksi ekstrak K.alvarezii menunjukkan bahwa setiap fraksi memiliki kemampuan yang berbeda dalam mereduksi radikal bebas. Fraksi n-heksan menunjukkan aktivitas tertinggi dengan nilai inhibisi rata-rata 54,36%, diikuti oleh fraksi etil asetat (45,33%) dan etanol (44,81%). Fraksi n-heksan lebih efektif dalam menetralkan radikal bebas oleh kandungan senyawa bioaktif yang terdapat pada pelarut (non-polar). Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan alga merah Kappaphycus alvarezii sebagai antioksidan alami, yang berpotensi untuk digunakan dalam industri farmasi atau kosmetik dan membuka peluang lebih lanjut mengenai pemanfaatan alga dalam bidang kesehatan. Kata kunci: alga merah Kappaphycus alvarezii, antioksidan, DPPH, fraksinasi

JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPISVol. 13(2)
Sam Ratulangi University (ID)
Openalex Percentile: Top 94%
Algal biology and biofuel production
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.