Becoming a Global Village: The History of Globalization in Bali

Abstract: Bali, currently known as one of the world's tourist destinations, has long historical roots. However, Bali is slowly experiencing changes, namely on the one hand trying to adopt and adapt various existing changes, but on the other hand trying to maintain these customs and traditions so that their cultural roots are not eroded. The purpose of this article is to analyze what continues and what changes occur as a result of external influences. The research method used is a qualitative method with a historical approach, expected to provide a better understanding of how Bali, which was once closed to outside cultures, is now seen as an open fortress. Document sources and in-depth interviews were used to dig up information about the history of globalization in Bali. The conclusion in this research reveals that the arrival of Dutch colonial influence, which initiated the development of tourism in Bali during the colonial period, impacted customs and traditions on the one hand. On the other hand, Balinese people began to recognize various artistic influences and art-making techniques as they were introduced later. Ubud and Kuta in Bali have turned into a global village, which on the one hand is very strong with traditional roots, but is very adaptive to Western influences. Abstrak: Bali yang saat ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata dunia memiliki akar sejarah yang panjang. Namun demikian, Bali secara perlahan mengalami perubahan, yaitu di satu sisi berusaha mengadopsi dan mengadaptasi berbagai perubahan yang ada, namun di sisi lain berusaha mempertahankan adat dan tradisi tersebut agar akar budayanya tidak terkikis. Tujuan dari artikel ini adalah untuk menganalisis apa saja yang tetap dipertahankan dan perubahan apa saja yang terjadi akibat pengaruh dari luar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan historis yang diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana Bali yang dulunya tertutup terhadap budaya luar, kini dipandang sebagai benteng yang terbuka. Sumber-sumber dokumen serta wawancara mendalam digunakan untuk menggali informasi mengenai sejarah globalisasi di Bali. Kesimpulan dalam penelitian ini mengungkapkan bahwa kedatangan pengaruh kolonial Belanda yang mengawali perkembangan pariwisata di Bali pada masa kolonial berdampak pada adat istiadat di satu sisi, dan di sisi lain, masyarakat Bali mulai mengenal berbagai pengaruh artistik dan teknik pembuatan karya seni yang diperkenalkan kemudian. Ubud dan Kuta di Bali telah berubah menjadi sebuah desa global yang di satu sisi sangat kental dengan akar tradisi namun sangat adaptif terhadap pengaruh Barat.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Paramita Historical Studies Journal
Published
2025-04-24
DOI
https://doi.org/10.15294/paramita.v35i1.23715
Citations
1
Primary Topic
Socioeconomic Development in Asia
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
4.20
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Becoming a Global Village: The History of Globalization in Bali

İ Ketut Ardhana, Fransiska Dewi Setiowati Sunaryo
1 citations
Paramita Historical Studies Journal
Socioeconomic Development in Asia
4.20
article

Becoming a Global Village: The History of Globalization in Bali

İ Ketut Ardhana, Fransiska Dewi Setiowati Sunaryo
article en
1 citations

Abstract

Abstract: Bali, currently known as one of the world's tourist destinations, has long historical roots. However, Bali is slowly experiencing changes, namely on the one hand trying to adopt and adapt various existing changes, but on the other hand trying to maintain these customs and traditions so that their cultural roots are not eroded. The purpose of this article is to analyze what continues and what changes occur as a result of external influences. The research method used is a qualitative method with a historical approach, expected to provide a better understanding of how Bali, which was once closed to outside cultures, is now seen as an open fortress. Document sources and in-depth interviews were used to dig up information about the history of globalization in Bali. The conclusion in this research reveals that the arrival of Dutch colonial influence, which initiated the development of tourism in Bali during the colonial period, impacted customs and traditions on the one hand. On the other hand, Balinese people began to recognize various artistic influences and art-making techniques as they were introduced later. Ubud and Kuta in Bali have turned into a global village, which on the one hand is very strong with traditional roots, but is very adaptive to Western influences. Abstrak: Bali yang saat ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata dunia memiliki akar sejarah yang panjang. Namun demikian, Bali secara perlahan mengalami perubahan, yaitu di satu sisi berusaha mengadopsi dan mengadaptasi berbagai perubahan yang ada, namun di sisi lain berusaha mempertahankan adat dan tradisi tersebut agar akar budayanya tidak terkikis. Tujuan dari artikel ini adalah untuk menganalisis apa saja yang tetap dipertahankan dan perubahan apa saja yang terjadi akibat pengaruh dari luar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan historis yang diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana Bali yang dulunya tertutup terhadap budaya luar, kini dipandang sebagai benteng yang terbuka. Sumber-sumber dokumen serta wawancara mendalam digunakan untuk menggali informasi mengenai sejarah globalisasi di Bali. Kesimpulan dalam penelitian ini mengungkapkan bahwa kedatangan pengaruh kolonial Belanda yang mengawali perkembangan pariwisata di Bali pada masa kolonial berdampak pada adat istiadat di satu sisi, dan di sisi lain, masyarakat Bali mulai mengenal berbagai pengaruh artistik dan teknik pembuatan karya seni yang diperkenalkan kemudian. Ubud dan Kuta di Bali telah berubah menjadi sebuah desa global yang di satu sisi sangat kental dengan akar tradisi namun sangat adaptif terhadap pengaruh Barat.

Paramita Historical Studies JournalVol. 35(1)
Udayana University (ID)
Openalex Percentile: Top 8%
Socioeconomic Development in Asia
4.20
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.