<b>Reviving The Turāṡ of Islamic Law: An Uṣūl al-Fiqh Review for Time Value of Money Concept</b>

Abstract: The concept of the time value of money (TVM) is a foundational element in conventional finance, yet its application within Islamic law remains a subject of conceptual and normative debate. This study aims to reassess the notion of TVM through the lens of turāṡ in Islamic legal theory (Uṣūl al-Fiqh), with a particular focus on the perspectives of the four major Sunni schools (Ḥanafī, Mālikī, Syāfi‘ī, and Ḥanbalī). Employing a normative-legal approach and a library-based research method, this article explores how classical jurists differentiate between the permissibility of time-related value in credit-based sales contracts and its prohibition in loan-based transactions involving riba. The findings suggest that Islamic law recognizes time value only in a limited scope, embedded within the price of goods in deferred sales, but rejects the monetization of time as a stand-alone commodity in loan arrangements. Foundational legal juridical principles derived from Uṣūl al-Fiqh and the objectives of Islamic law (maqāṣid asy-sharī‘ah), such as justice, property preservation, and benevolence, provide the ethical and juridical basis for this distinction. The study concludes that TVM is Sharīʿah-compliant only when applied within the framework of real economic transactions, not in exploitative financial mechanisms. This research remains limited to conceptual legal analysis and does not assess practical applications in the Islamic finance industry. Future studies are encouraged to explore TVM implementation in contemporary Islamic financial products and its relevance to international standards and regulatory frameworks. Abstrak: Konsep nilai waktu uang (time value of money/TVM) merupakan elemen dasar dalam sistem keuangan konvensional, namun penerapannya dalam hukum Islam masih menjadi subjek perdebatan konseptual dan normatif. Studi ini bertujuan untuk mengkaji ulang konsep TVM melalui lensa turāṡ dalam teori hukum Islam (Uṣūl al-Fiqh), dengan fokus pada pandangan empat mazhab besar Sunni (Ḥanafī, Mālikī, Syāfi‘ī, dan Ḥanbalī). Dengan menggunakan pendekatan normatif-yuridis dan metode penelitian kepustakaan, artikel ini mengeksplorasi bagaimana para fuqahā klasik membedakan antara kebolehan nilai waktu dalam akad jual beli bertempo dan pelarangannya dalam transaksi pinjaman yang mengandung riba. Temuan menunjukkan bahwa hukum Islam mengakui nilai waktu secara terbatas yaitu, sebagai bagian dari harga barang dalam jual beli tangguh, namun menolak komersialisasi waktu sebagai komoditas tersendiri dalam akad pinjaman. Kaidah-kaidah hukum yang bersumber dari Uṣūl al-Fiqh dan tujuan hukum Islam (maqāṣid asy-syarī‘ah), seperti keadilan, perlindungan harta, dan kebaikan sosial, menjadi dasar etis dan yuridis dari perbedaan ini. Studi ini menyimpulkan bahwa TVM hanya dapat dianggap sesuai dengan Sharīʿah jika diterapkan dalam kerangka transaksi ekonomi riil, bukan dalam mekanisme keuangan yang bersifat eksploitatif. Penelitian ini masih terbatas pada kajian konseptual yuridis dan belum mengevaluasi penerapan praktis dalam industri keuangan syariah. Penelitian lanjutan dianjurkan untuk menelaah implementasi TVM dalam produk-produk keuangan Islam kontemporer serta relevansinya terhadap standar dan regulasi internasional.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Az Zarqa Jurnal Hukum Bisnis Islam
Published
2025-05-15
DOI
https://doi.org/10.14421/az-zarqa.v16.i2.4119
Primary Topic
Islamic Finance and Banking Studies
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Reviving The Turāṡ of Islamic Law: An Uṣūl al-Fiqh Review for Time Value of Money Concept

Humaidi Humaidi, Nasih Burhani, Afif Muhammad
Az Zarqa Jurnal Hukum Bisnis Islam
Islamic Finance and Banking Studies
article

Reviving The Turāṡ of Islamic Law: An Uṣūl al-Fiqh Review for Time Value of Money Concept

Humaidi Humaidi, Nasih Burhani, Afif Muhammad
article en

Abstract

Abstract: The concept of the time value of money (TVM) is a foundational element in conventional finance, yet its application within Islamic law remains a subject of conceptual and normative debate. This study aims to reassess the notion of TVM through the lens of turāṡ in Islamic legal theory (Uṣūl al-Fiqh), with a particular focus on the perspectives of the four major Sunni schools (Ḥanafī, Mālikī, Syāfi‘ī, and Ḥanbalī). Employing a normative-legal approach and a library-based research method, this article explores how classical jurists differentiate between the permissibility of time-related value in credit-based sales contracts and its prohibition in loan-based transactions involving riba. The findings suggest that Islamic law recognizes time value only in a limited scope, embedded within the price of goods in deferred sales, but rejects the monetization of time as a stand-alone commodity in loan arrangements. Foundational legal juridical principles derived from Uṣūl al-Fiqh and the objectives of Islamic law (maqāṣid asy-sharī‘ah), such as justice, property preservation, and benevolence, provide the ethical and juridical basis for this distinction. The study concludes that TVM is Sharīʿah-compliant only when applied within the framework of real economic transactions, not in exploitative financial mechanisms. This research remains limited to conceptual legal analysis and does not assess practical applications in the Islamic finance industry. Future studies are encouraged to explore TVM implementation in contemporary Islamic financial products and its relevance to international standards and regulatory frameworks. Abstrak: Konsep nilai waktu uang (time value of money/TVM) merupakan elemen dasar dalam sistem keuangan konvensional, namun penerapannya dalam hukum Islam masih menjadi subjek perdebatan konseptual dan normatif. Studi ini bertujuan untuk mengkaji ulang konsep TVM melalui lensa turāṡ dalam teori hukum Islam (Uṣūl al-Fiqh), dengan fokus pada pandangan empat mazhab besar Sunni (Ḥanafī, Mālikī, Syāfi‘ī, dan Ḥanbalī). Dengan menggunakan pendekatan normatif-yuridis dan metode penelitian kepustakaan, artikel ini mengeksplorasi bagaimana para fuqahā klasik membedakan antara kebolehan nilai waktu dalam akad jual beli bertempo dan pelarangannya dalam transaksi pinjaman yang mengandung riba. Temuan menunjukkan bahwa hukum Islam mengakui nilai waktu secara terbatas yaitu, sebagai bagian dari harga barang dalam jual beli tangguh, namun menolak komersialisasi waktu sebagai komoditas tersendiri dalam akad pinjaman. Kaidah-kaidah hukum yang bersumber dari Uṣūl al-Fiqh dan tujuan hukum Islam (maqāṣid asy-syarī‘ah), seperti keadilan, perlindungan harta, dan kebaikan sosial, menjadi dasar etis dan yuridis dari perbedaan ini. Studi ini menyimpulkan bahwa TVM hanya dapat dianggap sesuai dengan Sharīʿah jika diterapkan dalam kerangka transaksi ekonomi riil, bukan dalam mekanisme keuangan yang bersifat eksploitatif. Penelitian ini masih terbatas pada kajian konseptual yuridis dan belum mengevaluasi penerapan praktis dalam industri keuangan syariah. Penelitian lanjutan dianjurkan untuk menelaah implementasi TVM dalam produk-produk keuangan Islam kontemporer serta relevansinya terhadap standar dan regulasi internasional.

Az Zarqa Jurnal Hukum Bisnis IslamVol. 16(2)
Yogyakarta State University (ID), Sunan Kalijaga State Islamic University Yogyakarta (ID), Yarmouk University (JO)
Openalex Percentile: Top 85%
Islamic Finance and Banking Studies
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.