PERANCANGAN PUSAT REKREASI URBAN BERBASIS KOMUNITAS DI GLODOK DENGAN PENDEKATAN PERILAKU

In modern times and the increasing human population, humans need land and space for activities, but on the other hand, the land and open space needed is increasingly limited, which also makes human activities limited. The Glodok area is a dense area, in the corners of the Glodok area there are buildings that are degraded or abandoned and left so that the land cannot be utilized optimally for human activities. Meanwhile, the Kebon Torong field, which is a community space for the Glodok community, is threatened with being evicted to be replaced with health facilities, so that the Glodok community loses its community space for exercise and recreation. Therefore, this project is aimed at re-accommodating the people of Glodok so they can exercise as well as have recreation and become a place of entertainment for the community by rebuilding abandoned or degraded buildings so that the land can be reused. This community space can also be a space for collaboration between generations of each age group so that a sense of togetherness is maintained. By presenting recreation and fitness programs that draw from the habits and behavior of the surrounding community, which includes recreation areas, commercial areas and community areas. This research uses qualitative and quantitative methods. Keywords: behavior; community; generation; recreation; space Abstrak Di zaman modern serta meningkatnya populasi manusia membuat manusia membutuhkan lahan dan ruang untuk beraktivitas tetapi disisi lain lahan dan ruang terbuka yang dibutuhkan semakin terbatas, itu juga yang membuat aktivitas manusianya menjadi terbatas. Kawasan Glodok merupakan kawasan yang padat, di sudut-sudut kawasan Glodok terdapat bangunan-bangunan yang mengalami degradasi atau terbengkalai yang dibiarkan membuat lahannya tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk aktivitas manusia. Sementara itu lapangan Kebon Torong yang merupakan ruang komunitas bagi komunitas Glodok terancam akan digusur untuk digantikan dengan fasilitas kesehatan, sehingga komunitas Glodok kehilangan ruang komunitasnya untuk berolahraga sekaligus berekreasi. Oleh karena itu proyek ini ditujukan untuk mewadahi kembali masyarakat Glodok agar dapat berolahraga sekaligus berekreasi dan menjadi tempat hiburan bagi komunitas dengan membangun kembali bangunan yang terbengkalai atau mengalami degradasi agar lahannya dapat dimanfaatkan kembali. Ruang komunitas ini juga bisa menjadi ruang kolaborasi antar generasi dari setiap kelompok usia sehingga rasa kebersamaannya tetap terjaga. Dengan menghadirkan program rekreasi dan kebugaran mengambil dari kebiasaan dan perilaku komunitas sekitar, yaitu mencakup area rekreasi, area komersil dan area komunitas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Jurnal Sains Teknologi Urban Perancangan Arsitektur (Stupa)
Published
2025-05-14
DOI
https://doi.org/10.24912/stupa.v7i1.33920
Primary Topic
Architectural and Urban Studies
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

PERANCANGAN PUSAT REKREASI URBAN BERBASIS KOMUNITAS DI GLODOK DENGAN PENDEKATAN PERILAKU

Adrian Karuniawan, Denny Husin
Jurnal Sains Teknologi Urban Perancangan Arsitektur (Stupa)
Architectural and Urban Studies
article

PERANCANGAN PUSAT REKREASI URBAN BERBASIS KOMUNITAS DI GLODOK DENGAN PENDEKATAN PERILAKU

Adrian Karuniawan, Denny Husin
article en

Abstract

In modern times and the increasing human population, humans need land and space for activities, but on the other hand, the land and open space needed is increasingly limited, which also makes human activities limited. The Glodok area is a dense area, in the corners of the Glodok area there are buildings that are degraded or abandoned and left so that the land cannot be utilized optimally for human activities. Meanwhile, the Kebon Torong field, which is a community space for the Glodok community, is threatened with being evicted to be replaced with health facilities, so that the Glodok community loses its community space for exercise and recreation. Therefore, this project is aimed at re-accommodating the people of Glodok so they can exercise as well as have recreation and become a place of entertainment for the community by rebuilding abandoned or degraded buildings so that the land can be reused. This community space can also be a space for collaboration between generations of each age group so that a sense of togetherness is maintained. By presenting recreation and fitness programs that draw from the habits and behavior of the surrounding community, which includes recreation areas, commercial areas and community areas. This research uses qualitative and quantitative methods. Keywords: behavior; community; generation; recreation; space Abstrak Di zaman modern serta meningkatnya populasi manusia membuat manusia membutuhkan lahan dan ruang untuk beraktivitas tetapi disisi lain lahan dan ruang terbuka yang dibutuhkan semakin terbatas, itu juga yang membuat aktivitas manusianya menjadi terbatas. Kawasan Glodok merupakan kawasan yang padat, di sudut-sudut kawasan Glodok terdapat bangunan-bangunan yang mengalami degradasi atau terbengkalai yang dibiarkan membuat lahannya tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk aktivitas manusia. Sementara itu lapangan Kebon Torong yang merupakan ruang komunitas bagi komunitas Glodok terancam akan digusur untuk digantikan dengan fasilitas kesehatan, sehingga komunitas Glodok kehilangan ruang komunitasnya untuk berolahraga sekaligus berekreasi. Oleh karena itu proyek ini ditujukan untuk mewadahi kembali masyarakat Glodok agar dapat berolahraga sekaligus berekreasi dan menjadi tempat hiburan bagi komunitas dengan membangun kembali bangunan yang terbengkalai atau mengalami degradasi agar lahannya dapat dimanfaatkan kembali. Ruang komunitas ini juga bisa menjadi ruang kolaborasi antar generasi dari setiap kelompok usia sehingga rasa kebersamaannya tetap terjaga. Dengan menghadirkan program rekreasi dan kebugaran mengambil dari kebiasaan dan perilaku komunitas sekitar, yaitu mencakup area rekreasi, area komersil dan area komunitas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif.

Jurnal Sains Teknologi Urban Perancangan Arsitektur (Stupa)Vol. 7(1)
Tarumanagara University (ID)
Openalex Percentile: Top 88%
Architectural and Urban Studies
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.