UPAYA MEMAKNAI KEMBALI CITRA EKS BANDARA KEMAYORAN MELALUI GALERI EDUKASI AVIASI

Kemayoran Airport, built in the 1930s and officially operational on July 8, 1940, is a historic airport that played a significant role in the development of aviation in Indonesia. Constructed by the Dutch East Indies government, it featured modern facilities comparable to European airports of its time. After undergoing various significant historical phases, including the Japanese occupation during the Asia-Pacific War and Indonesia's independence revolution, the airport continued to operate and evolve until its closure on March 31, 1985, due to limitations in accommodating rapid advancements in aviation technology, with the rise of wide-body aircraft and rapid population growth near Kemayoran airfield. Kemayoran Airport subsequently fell into neglect and was replaced by new infrastructure. The traces of Kemayoran Airport’s former glory have almost completely disappeared, rendering it a "placeless" area, with the remaining airport relics in a deteriorated condition. This project seeks to revive the image of aviation through placemaking, envisioning creative aviation-themed spaces for both the public and aviation community. Centered on an educational gallery, it offers diverse aviation-related programs accessible to all age groups and skill levels. The initiative aims to restore the identity of the former Kemayoran Airport with a meaningful function, while fostering awareness, appreciation, and public interest in the importance of aviation. Keywords: aviation; educational gallery; former kemayoran airport; history; placemaking Abstrak Bandara Kemayoran, dibangun sejak 1930-an dan resmi beroperasi 8 Juli 1940, merupakan bandara bersejarah dengan peran penting dalam perkembangan penerbangan di Indonesia. Bandara ini dibangun pemerintah Hindia Belanda dengan fasilitas modern setara bandara di Eropa pada masanya. Setelah melewati berbagai fase sejarah penting, termasuk pendudukan Jepang selama Perang Asia Pasifik dan masa revolusi kemerdekaan Indonesia, bandara ini terus beroperasi dan berkembang hingga akhirnya ditutup pada 31 Maret 1985 karena keterbatasan dalam menampung kemajuan pesat teknologi penerbangan, terutama dengan hadirnya model pesawat berbadan besar yang baru serta meledaknya jumlah populasi penduduk di wilayah sekitar lapangan udara Kemayoran. Bandara Kemayoran kemudian mulai terabaikan dan digantikan oleh infrastruktur baru. Jejak kejayaan Bandara Kemayoran hampir sepenuhnya hilang, menjadikannya sebagai kawasan yang dianggap "placeless", dengan peninggalan bandara yang tersisa dalam kondisi memprihatinkan. Proyek ini bertujuan untuk mengangkat kembali citra aviasi. Melalui metode placemaking akan lahir usulan ruang kreatif berbasis aviasi yang dapat diakses oleh masyarakat umum maupun masyarakat aviasi. Program utama berupa galeri edukasi akan menyediakan berbagai program terkait aviasi, yang dapat diakses oleh masyarakat umum maupun profesional. Melalui upaya ini, diharapkan citra eks Bandara Kemayoran dapat diangkat kembali dengan fungsi baru yang lebih bermakna, sekaligus meningkatkan kesadaran dan minat masyarakat terhadap pentingnya dunia aviasi.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Jurnal Sains Teknologi Urban Perancangan Arsitektur (Stupa)
Published
2025-05-14
DOI
https://doi.org/10.24912/stupa.v7i1.33923
Primary Topic
Agriculture and Agroindustry Studies
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

UPAYA MEMAKNAI KEMBALI CITRA EKS BANDARA KEMAYORAN MELALUI GALERI EDUKASI AVIASI

Aaron Pratama Santosa, Nina Carina
Jurnal Sains Teknologi Urban Perancangan Arsitektur (Stupa)
Agriculture and Agroindustry Studies
article

UPAYA MEMAKNAI KEMBALI CITRA EKS BANDARA KEMAYORAN MELALUI GALERI EDUKASI AVIASI

Aaron Pratama Santosa, Nina Carina
article en

Abstract

Kemayoran Airport, built in the 1930s and officially operational on July 8, 1940, is a historic airport that played a significant role in the development of aviation in Indonesia. Constructed by the Dutch East Indies government, it featured modern facilities comparable to European airports of its time. After undergoing various significant historical phases, including the Japanese occupation during the Asia-Pacific War and Indonesia's independence revolution, the airport continued to operate and evolve until its closure on March 31, 1985, due to limitations in accommodating rapid advancements in aviation technology, with the rise of wide-body aircraft and rapid population growth near Kemayoran airfield. Kemayoran Airport subsequently fell into neglect and was replaced by new infrastructure. The traces of Kemayoran Airport’s former glory have almost completely disappeared, rendering it a "placeless" area, with the remaining airport relics in a deteriorated condition. This project seeks to revive the image of aviation through placemaking, envisioning creative aviation-themed spaces for both the public and aviation community. Centered on an educational gallery, it offers diverse aviation-related programs accessible to all age groups and skill levels. The initiative aims to restore the identity of the former Kemayoran Airport with a meaningful function, while fostering awareness, appreciation, and public interest in the importance of aviation. Keywords: aviation; educational gallery; former kemayoran airport; history; placemaking Abstrak Bandara Kemayoran, dibangun sejak 1930-an dan resmi beroperasi 8 Juli 1940, merupakan bandara bersejarah dengan peran penting dalam perkembangan penerbangan di Indonesia. Bandara ini dibangun pemerintah Hindia Belanda dengan fasilitas modern setara bandara di Eropa pada masanya. Setelah melewati berbagai fase sejarah penting, termasuk pendudukan Jepang selama Perang Asia Pasifik dan masa revolusi kemerdekaan Indonesia, bandara ini terus beroperasi dan berkembang hingga akhirnya ditutup pada 31 Maret 1985 karena keterbatasan dalam menampung kemajuan pesat teknologi penerbangan, terutama dengan hadirnya model pesawat berbadan besar yang baru serta meledaknya jumlah populasi penduduk di wilayah sekitar lapangan udara Kemayoran. Bandara Kemayoran kemudian mulai terabaikan dan digantikan oleh infrastruktur baru. Jejak kejayaan Bandara Kemayoran hampir sepenuhnya hilang, menjadikannya sebagai kawasan yang dianggap "placeless", dengan peninggalan bandara yang tersisa dalam kondisi memprihatinkan. Proyek ini bertujuan untuk mengangkat kembali citra aviasi. Melalui metode placemaking akan lahir usulan ruang kreatif berbasis aviasi yang dapat diakses oleh masyarakat umum maupun masyarakat aviasi. Program utama berupa galeri edukasi akan menyediakan berbagai program terkait aviasi, yang dapat diakses oleh masyarakat umum maupun profesional. Melalui upaya ini, diharapkan citra eks Bandara Kemayoran dapat diangkat kembali dengan fungsi baru yang lebih bermakna, sekaligus meningkatkan kesadaran dan minat masyarakat terhadap pentingnya dunia aviasi.

Jurnal Sains Teknologi Urban Perancangan Arsitektur (Stupa)Vol. 7(1)
Tarumanagara University (ID)
Openalex Percentile: Top 85%
Agriculture and Agroindustry Studies
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.