OPTIMALISASI DESAIN PERGUDANGAN BERBASIS ROBOTIK DI SUNDA KELAPA UNTUK MENDUKUNG DISTRIBUSI BARANG PADA WILAYAH PELABUHAN

Sunda Kelapa Port is the heart of economic activity and many porters and other workers contribute to the logistics process and distribution of goods. From the time of the Tarumanegara Kingdom to the Dutch East Indies, the port of Sunda Kalapa was very active in the spice trade in the country. Many ships from Palembang, Tanjungpura, Malacca, Makassar, and Madura, and traders from India, South China, and Ryukyu (Japan) visited this port. Pepper, nutmeg, rice, and gold were exported from this port. However, since the construction of the Priok Port, the Sunda Kelapa Port has become quiet and the Port's identity as a transporter of spices has been replaced by transporting raw materials, sand, and groceries. As times change, trading activities have become completely digital and online, and now around the Port of Sunda Kelapa, many local expeditions accept goods delivery services with less organized warehousing conditions. Therefore, this project is aimed at accommodating more warehousing and rental office areas. Organized and efficient with several other programs, by providing a rental office area it is hoped that it can help the needs of existing warehouses, by implementing a robotic system in the warehousing area can be an attraction for people to visit and use local expeditions in Sunda Kelapa Currently using the concept of adaptive architecture in design, this research uses qualitative and quantitative methods. Keywords: expedition; warehouse; logistic; online; robotic Abstrak Pelabuhan Sunda Kelapa merupakan jantung aktivitas ekonomi yang melibatkan banyak pekerja kuli panggul dan pekerja lainnya yang berkontribusi pada proses logistik dan distribusi barang. Sejak masa Kerajaan Tarumanegara hingga Hindia Belanda, pelabuhan Sunda Kelapa sangat aktif dalam perdagangan rempah-rempah di Tanah Air. Banyak kapal dari Palembang, Tanjungpura, Malaka, Makassar dan Madura, serta pedagang dari India, Cina Selatan dan Ryukyu (Jepang) mengunjungi pelabuhan ini. Lada, pala, beras, dan emas diekspor dari pelabuhan ini. Namun sejak dibangunnya Pelabuhan Priok, Pelabuhan sunda kelapa menjadi sepi dan identitas Pelabuhan sebagai pengangkutan rempah-rempah tergantikan dengan pengangkutan bahan baku, pasir, dan kelontong. Seiring berubahnya zaman, kegiatan perdagangan berubah menjadi serba digital dan daring, dan kini di sekitar Pelabuhan Sunda Kelapa banyak ekspedisi lokal yang menerima jasa pengiriman barang dengan kondisi pergudangan yang kurang tertata, Oleh karena itu proyek ini ditujukan untuk mewadahi area pergudangan dan perkantoran sewa yang lebih tertata dan efisien dengan beberapa program lain, dengan diadakan area kantor sewa diharapkan bisa membantu kebutuhan pergudangan-pergudangan yang ada, dengan diterapkannya sistem robotik pada area pergudangan bisa menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk berkunjung dan menggunakan ekspedisi lokal di Sunda Kelapa saat ini dengan menggunakan konsep arsitektur adaptif pada desain, Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Jurnal Sains Teknologi Urban Perancangan Arsitektur (Stupa)
Published
2025-05-14
DOI
https://doi.org/10.24912/stupa.v7i1.33931
Primary Topic
Advanced Manufacturing and Logistics Optimization
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

OPTIMALISASI DESAIN PERGUDANGAN BERBASIS ROBOTIK DI SUNDA KELAPA UNTUK MENDUKUNG DISTRIBUSI BARANG PADA WILAYAH PELABUHAN

Devana Agifta, Agnatasya Listianti Mustaram
Jurnal Sains Teknologi Urban Perancangan Arsitektur (Stupa)
Advanced Manufacturing and Logistics Optimization
article

OPTIMALISASI DESAIN PERGUDANGAN BERBASIS ROBOTIK DI SUNDA KELAPA UNTUK MENDUKUNG DISTRIBUSI BARANG PADA WILAYAH PELABUHAN

Devana Agifta, Agnatasya Listianti Mustaram
article en

Abstract

Sunda Kelapa Port is the heart of economic activity and many porters and other workers contribute to the logistics process and distribution of goods. From the time of the Tarumanegara Kingdom to the Dutch East Indies, the port of Sunda Kalapa was very active in the spice trade in the country. Many ships from Palembang, Tanjungpura, Malacca, Makassar, and Madura, and traders from India, South China, and Ryukyu (Japan) visited this port. Pepper, nutmeg, rice, and gold were exported from this port. However, since the construction of the Priok Port, the Sunda Kelapa Port has become quiet and the Port's identity as a transporter of spices has been replaced by transporting raw materials, sand, and groceries. As times change, trading activities have become completely digital and online, and now around the Port of Sunda Kelapa, many local expeditions accept goods delivery services with less organized warehousing conditions. Therefore, this project is aimed at accommodating more warehousing and rental office areas. Organized and efficient with several other programs, by providing a rental office area it is hoped that it can help the needs of existing warehouses, by implementing a robotic system in the warehousing area can be an attraction for people to visit and use local expeditions in Sunda Kelapa Currently using the concept of adaptive architecture in design, this research uses qualitative and quantitative methods. Keywords: expedition; warehouse; logistic; online; robotic Abstrak Pelabuhan Sunda Kelapa merupakan jantung aktivitas ekonomi yang melibatkan banyak pekerja kuli panggul dan pekerja lainnya yang berkontribusi pada proses logistik dan distribusi barang. Sejak masa Kerajaan Tarumanegara hingga Hindia Belanda, pelabuhan Sunda Kelapa sangat aktif dalam perdagangan rempah-rempah di Tanah Air. Banyak kapal dari Palembang, Tanjungpura, Malaka, Makassar dan Madura, serta pedagang dari India, Cina Selatan dan Ryukyu (Jepang) mengunjungi pelabuhan ini. Lada, pala, beras, dan emas diekspor dari pelabuhan ini. Namun sejak dibangunnya Pelabuhan Priok, Pelabuhan sunda kelapa menjadi sepi dan identitas Pelabuhan sebagai pengangkutan rempah-rempah tergantikan dengan pengangkutan bahan baku, pasir, dan kelontong. Seiring berubahnya zaman, kegiatan perdagangan berubah menjadi serba digital dan daring, dan kini di sekitar Pelabuhan Sunda Kelapa banyak ekspedisi lokal yang menerima jasa pengiriman barang dengan kondisi pergudangan yang kurang tertata, Oleh karena itu proyek ini ditujukan untuk mewadahi area pergudangan dan perkantoran sewa yang lebih tertata dan efisien dengan beberapa program lain, dengan diadakan area kantor sewa diharapkan bisa membantu kebutuhan pergudangan-pergudangan yang ada, dengan diterapkannya sistem robotik pada area pergudangan bisa menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk berkunjung dan menggunakan ekspedisi lokal di Sunda Kelapa saat ini dengan menggunakan konsep arsitektur adaptif pada desain, Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif.

Jurnal Sains Teknologi Urban Perancangan Arsitektur (Stupa)Vol. 7(1)
Tarumanagara University (ID)
Openalex Percentile: Top 86%
Advanced Manufacturing and Logistics Optimization
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.