MENGHIDUPKAN KEMBALI AKTIVITAS PERDAGANGAN DI SENEN JAKARTA PUSAT: DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL

A place is called a place because the place has a strong meaning or identity. A place can be said to be placeless place, which is caused by environmental transformation that damages the character of a place so that it loses its distinctive identity. Senen is an area that has been famous for its trade since 1733. Many traders sell there, ranging from large shops to small traders. A phenomenon that is quite concerning is that many shops around Senen have closed, especially in the Senen market area which has begun to degrade with global changes and many traders who are not neatly arranged who trade around the Senen market. Therefore, steps are needed in the form of architectural strategies that can revive closed shops in the Senen area. By designing a place that facilitates traders, such as providing a place for trader training so that later traders can be trained. The arrangement of the trading location in Senen aims to make this location a more organized place, so that the identity known as a trading area is not lost with the development of the times. In addition, it is also equipped with several other functions that are expected to be interconnected. The method used is contextual architectural methods, the building will integrate with the surrounding environment both in terms of physical, social and historical conditions, so that the character of the designed building does not damage the character of the surrounding area. Keywords: contextual; placeless place; senen; trade; traders Abstrak Suatu tempat dikatakan place karena tempat tersebut memiliki makna atau identitas yang kuat. Sebuah place bisa di katakan placeless place yaitu disebabkan oleh transformasi lingkungan yang merusak karakter sebuah tempat sehingga kehilangan identitas khasnya. Senen merupakan kawasan yang terkenal dengan perdagangannya sejak tahun 1733. Banyaknya pedagang yang berjualan di sana mulai dari toko-toko besar sampai pedagang kecil. Fenomena yang cukup menjadi perhatian yaitu banyak toko-toko di sekitaran Senen yang tutup, terutama pada bagian pasar Senen yang mulai terdegradasi dengan perubahan global dan banyaknya pedagang yang tidak tertata dengan rapih yang berdagang di sekitar pasar Senen. Oleh karena itu diperlukan langkah berupa strategi arsitektural yang dapat menghidupkan kembali toko yang tutup pada kawasan Senen. Dengan mendesain sebuah tempat yang memfasilitasi pedagang, seperti menyediakan tempat pelatihan pedagang agar nantinya pedagang dapat terlatih. Penataan lokasi perdagangan di Senen ini memiliki tujuan untuk membuat lokasi ini menjadi tempat yang lebih tertata, agar identitas yang dikenal sebagai kawasan perdagangan tidak hilang dengan perkembangan zaman. Selain itu juga di lengkapi dengan beberapa fungsi lainnya yang diharapkan dapat saling berkoneksi. Metode yang dilakukan dengan menggunakan metode kontekstual arsitektur, bangunan akan berintegrasi dengan lingkungan di sekitar baik dari segi fisik, keadaan sosial, sejarah, sehingga karakter bangunan yang dirancang tidak merusak karakter kawasan sekitar.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Jurnal Sains Teknologi Urban Perancangan Arsitektur (Stupa)
Published
2025-05-14
DOI
https://doi.org/10.24912/stupa.v7i1.33919
Primary Topic
Economic Growth and Fiscal Policies
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

MENGHIDUPKAN KEMBALI AKTIVITAS PERDAGANGAN DI SENEN JAKARTA PUSAT: DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL

Auliya Ananti Shalsabilla, Rudy Surya
Jurnal Sains Teknologi Urban Perancangan Arsitektur (Stupa)
Economic Growth and Fiscal Policies
article

MENGHIDUPKAN KEMBALI AKTIVITAS PERDAGANGAN DI SENEN JAKARTA PUSAT: DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL

Auliya Ananti Shalsabilla, Rudy Surya
article en

Abstract

A place is called a place because the place has a strong meaning or identity. A place can be said to be placeless place, which is caused by environmental transformation that damages the character of a place so that it loses its distinctive identity. Senen is an area that has been famous for its trade since 1733. Many traders sell there, ranging from large shops to small traders. A phenomenon that is quite concerning is that many shops around Senen have closed, especially in the Senen market area which has begun to degrade with global changes and many traders who are not neatly arranged who trade around the Senen market. Therefore, steps are needed in the form of architectural strategies that can revive closed shops in the Senen area. By designing a place that facilitates traders, such as providing a place for trader training so that later traders can be trained. The arrangement of the trading location in Senen aims to make this location a more organized place, so that the identity known as a trading area is not lost with the development of the times. In addition, it is also equipped with several other functions that are expected to be interconnected. The method used is contextual architectural methods, the building will integrate with the surrounding environment both in terms of physical, social and historical conditions, so that the character of the designed building does not damage the character of the surrounding area. Keywords: contextual; placeless place; senen; trade; traders Abstrak Suatu tempat dikatakan place karena tempat tersebut memiliki makna atau identitas yang kuat. Sebuah place bisa di katakan placeless place yaitu disebabkan oleh transformasi lingkungan yang merusak karakter sebuah tempat sehingga kehilangan identitas khasnya. Senen merupakan kawasan yang terkenal dengan perdagangannya sejak tahun 1733. Banyaknya pedagang yang berjualan di sana mulai dari toko-toko besar sampai pedagang kecil. Fenomena yang cukup menjadi perhatian yaitu banyak toko-toko di sekitaran Senen yang tutup, terutama pada bagian pasar Senen yang mulai terdegradasi dengan perubahan global dan banyaknya pedagang yang tidak tertata dengan rapih yang berdagang di sekitar pasar Senen. Oleh karena itu diperlukan langkah berupa strategi arsitektural yang dapat menghidupkan kembali toko yang tutup pada kawasan Senen. Dengan mendesain sebuah tempat yang memfasilitasi pedagang, seperti menyediakan tempat pelatihan pedagang agar nantinya pedagang dapat terlatih. Penataan lokasi perdagangan di Senen ini memiliki tujuan untuk membuat lokasi ini menjadi tempat yang lebih tertata, agar identitas yang dikenal sebagai kawasan perdagangan tidak hilang dengan perkembangan zaman. Selain itu juga di lengkapi dengan beberapa fungsi lainnya yang diharapkan dapat saling berkoneksi. Metode yang dilakukan dengan menggunakan metode kontekstual arsitektur, bangunan akan berintegrasi dengan lingkungan di sekitar baik dari segi fisik, keadaan sosial, sejarah, sehingga karakter bangunan yang dirancang tidak merusak karakter kawasan sekitar.

Jurnal Sains Teknologi Urban Perancangan Arsitektur (Stupa)Vol. 7(1)
Tarumanagara University (ID)
Openalex Percentile: Top 85%
Economic Growth and Fiscal Policies
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.