WACANA PENDIDIKAN MASYARAKAT DALAM NOVEL-NOVEL SASTERAWAN NEGARA ERA MILENIUM KETIGA DARI PERSPEKTIF REALISME LUKACS
Abstract: The ongoing development of Malay literature has generated a line of remarkable authors in this country’s literary endeavors. The National Laureate award serves as an initiative toward establishing more outstanding authors as well as encouraging the production of quality works that may be taken as a guidance for the community in addressing today’s challenging daily issues. In keeping with the passage of time, this study analyses the novels of the third millennium era’s National Laureates, namely the novel Orang Kota Bharu (2003), Naratif Ogonshoto (2001), Delima Ranting Senja (2009), and Cengkaman Hasrat (2015), in order to identify thoughts or discourses that are relevant and significant to community education in this country as presented in their work. The method of content analysis of the novels studied was used in this qualitative study. The analysis is based on Lukacs’ (1963, 1978, 1898, 1990) realism perspective. Three objectives determined; to analyse the community education discourse presented in the National Laureates’ novels, to detail the relationship and impact of the National Laureates’ thoughts on community education, and to present the strengths, advantages, and significance of the National Laureates’ works on the development of society and the country. The findings of this study show that the novels studied contain thoughts that are relevant, significant and have an impact on community education in this country. The findings of this study additionally prove the strength, benefits, and significance of the National Laureates’ works on the development of society and the country. Keywords: Community Development; Community Education; Lukacs’ Realism; National Laureate; Thoughts Abstrak: Perkembangan kesusasteraan Melayu yang berterusan telah melahirkan barisan pengarang unggul dalam kegiatan kesusasteraan di negara ini. Kewujudan anugerah Sasterawan Negara pula dilihat sebagai sebuah anjakan bagi melahirkan lebih ramai pengarang unggul dan juga mendorong penghasilan karya-karya bermutu yang boleh dijadikan panduan buat masyarakat dalam mendepani kehidupan seharian yang serba mencabar pada masa kini. Sesuai peredaran masa, kajian ini menganalisis novel-novel Sasterawan Negara era milenium ketiga, iaitu novel Orang Kota Bharu (2003), Naratif Ogonshoto (2001), Delima Ranting Senja (2009) dan Cengkaman Hasrat (2015) bagi mengenal pasti pemikiran atau wacana yang relevan dan signifikan terhadap pendidikan masyarakat di negara ini yang dikemukakan dalam karya mereka. Kajian ini berbentuk kualitatif menggunakan kaedah analisis kandungan terhadap novel-novel yang dikaji. Analisis dilakukan berpandukan perspektif realisme Lukacs (1963, 1978, 1989, 1990). Tiga objektif ditentukan; iaitu untuk menganalisis wacana pendidikan masyarakat yang dikemukakan dalam novel-novel Sasterawan Negara, memperincikan hubungan serta impak pemikiran yang dikemukakan Sasterawan Negara terhadap pendidikan masyarakat, dan mengemukakan kekuatan, kelebihan dan kepentingan karya-karya Sasterawan Negara terhadap pembangunan masyarakat dan negara. Dapatan kajian ini menunjukkan novel-novel yang dikaji mengandungi pemikiran yang relevan, signifikan dan berimpak terhadap pendidikan masyarakat di negara ini. Dapatan kajian ini juga menjadi bukti kekuatan, kelebihan dan kepentingan karya-karya Sasterawan Negara terhadap pembangunan masyarakat dan negara. Kata kunci: Pembangunan Masyarakat; Pemikiran; Pendidikan Masyarakat; Realisme Lukacs, Sasterawan Negara
Authors
- Mary Fatimah Subet (ORCID: https://orcid.org/0000-0002-4619-9284)
- Asyraff Jamin (ORCID: https://orcid.org/0000-0002-7815-8073)
Institutions
- Universiti Malaysia Sarawak (MY)
Publication Details
- Journal
- Asian People Journal (APJ)
- Published
- 2025-04-29
- DOI
- https://doi.org/10.37231/apj.2025.8.1.707
- Primary Topic
- Educational Research and Methods
- Type
- article
- Field-Weighted Citation Impact
- 0.00