PAI Learning Concept Based on multiple intelligence in the Independent Learning curriculum

Abstract. The learning process of Islamic Religious Education (Pendidikan Agama Islam, PAI) still has many things that do not attract the talents and interests of students. In addition to boring learning, the material taught is still limited to delivering and obtaining theory. In fact, PAI learning should be fun and in accordance with students’ talents, potentials, and interests, especially in the current era of the independent curriculum. The purpose of this study is to study and explore in depth the concept of PAI learning based on multiple intelligences in the independent learning curriculum. The research method used is library research with content analysis data analysis techniques. This study shows that each student has diverse intelligence, so PAI teachers can utilize the concept of differentiated learning contained in the independent curriculum to discover all students' potential by developing 9 multiple intelligence theories initiated by Gardner. Through the application of these 9 theories and strategies based on multiple intelligences, quality PAI learning will be formed according to what is expected by the independent learning curriculum. Abstrak. Proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) masih banyak yang belum menarik bakat dan minat peserta didik. Selain pembelajaran yang membosankan materi yang diajarkan juga masih terbatas hanya pada penyampaian dan perolehan teori. Padahal pembelajaran PAI sudah seharusnya menjadi pembelajaran yang menyenangkan, sesuai dengan bakat, potensi dan minat peserta didik, terutama di era kurikulum merdeka saat ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji dan mengeksplorasi secara mendalam tentang konsep pembelajaran PAI berbasis multiple intelligent dalam kurikulum merdeka belajar. Metode penelitian yang digunakan adalah library research dengan teknik analisis data content analisis. Penelitian ini menunjukkan bahwa setiap peserta didik memiliki kecerdasan yang beragam sehingga Guru PAI dapat memanfaatkan konsep belajar berdiferensiasi yang terdapat dalam kurikulum merdeka untuk mengetahui seluruh potensi yang dimiliki peserta didik dengan mengembangkan 9 teori multiple intteligence yang digagas oleh Gardner. Melalui pengaplikasian 9 teori dan strategi berbasis multiple intelligent ini, pembelajaran PAI yang berkualitas akan terbentuk sesuai dengan yang diharapkan oleh kurikulum merdeka belajar.

Authors

Publication Details

Journal
TARBAWY Indonesian Journal of Islamic Education
Published
2024-11-06
DOI
https://doi.org/10.17509/t.v11i2.75510
Primary Topic
Educational Curriculum and Learning Methods
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

PAI Learning Concept Based on multiple intelligence in the Independent Learning curriculum

Ilham Putri Handayani, Deni Irawan
TARBAWY Indonesian Journal of Islamic Education
Educational Curriculum and Learning Methods
article

PAI Learning Concept Based on multiple intelligence in the Independent Learning curriculum

Ilham Putri Handayani, Deni Irawan
article en

Abstract

Abstract. The learning process of Islamic Religious Education (Pendidikan Agama Islam, PAI) still has many things that do not attract the talents and interests of students. In addition to boring learning, the material taught is still limited to delivering and obtaining theory. In fact, PAI learning should be fun and in accordance with students’ talents, potentials, and interests, especially in the current era of the independent curriculum. The purpose of this study is to study and explore in depth the concept of PAI learning based on multiple intelligences in the independent learning curriculum. The research method used is library research with content analysis data analysis techniques. This study shows that each student has diverse intelligence, so PAI teachers can utilize the concept of differentiated learning contained in the independent curriculum to discover all students' potential by developing 9 multiple intelligence theories initiated by Gardner. Through the application of these 9 theories and strategies based on multiple intelligences, quality PAI learning will be formed according to what is expected by the independent learning curriculum. Abstrak. Proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) masih banyak yang belum menarik bakat dan minat peserta didik. Selain pembelajaran yang membosankan materi yang diajarkan juga masih terbatas hanya pada penyampaian dan perolehan teori. Padahal pembelajaran PAI sudah seharusnya menjadi pembelajaran yang menyenangkan, sesuai dengan bakat, potensi dan minat peserta didik, terutama di era kurikulum merdeka saat ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji dan mengeksplorasi secara mendalam tentang konsep pembelajaran PAI berbasis multiple intelligent dalam kurikulum merdeka belajar. Metode penelitian yang digunakan adalah library research dengan teknik analisis data content analisis. Penelitian ini menunjukkan bahwa setiap peserta didik memiliki kecerdasan yang beragam sehingga Guru PAI dapat memanfaatkan konsep belajar berdiferensiasi yang terdapat dalam kurikulum merdeka untuk mengetahui seluruh potensi yang dimiliki peserta didik dengan mengembangkan 9 teori multiple intteligence yang digagas oleh Gardner. Melalui pengaplikasian 9 teori dan strategi berbasis multiple intelligent ini, pembelajaran PAI yang berkualitas akan terbentuk sesuai dengan yang diharapkan oleh kurikulum merdeka belajar.

TARBAWY Indonesian Journal of Islamic EducationVol. 11(2)
Openalex Percentile: Top 58%
Educational Curriculum and Learning Methods
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.