Pembinaan Keagamaan pada Komunitas Pecinta Korean Pop dan Relevansinya dengan Pembelajaran PAI

Abstract. Now, K-Pop fans in Indonesia have reached various levels of society. The growth of K-pop and the public’s attraction to K-pop certainly affects not only the popularity and spread of K-pop in Indonesia but also various aspects, especially in terms of culture and religion. Therefore, a forum is needed that can accommodate aspirations and can make K-Pop fans maintain a high level of religiosity even though they like or idolize K-Pop idols. The study aims to capture the religious guidance carried out by one of the K-Pop lover communities, namely XKwavers, to unite Korean culture (K-Pop) with Islam. The research design used is qualitative with a descriptive method. This research finds da'wah strategies carried out by the community to attract K-Pop fans to participate in the XKwavers program, including the use of communication language that follows the characteristics of K-Pop fans, the use of K-Pop symbols in disseminating information, and the use of AI. The coaching program owned by XKwavers is relevant to learning Islamic religious education. This program encourages its participants to always remember Allah and be useful people. Abstrak. Kini peminat K-Pop di Indonesia sudah menyentuh berbagai lapisan masyarakat. Pertumbuhan K-Pop dan daya tarik masyarakat terhadap K-Pop tentu saja bukan hanya memengaruhi kepopuleran dan penyebaran K-Pop di Indonesia, akan tetapi memengaruhi berbagai aspek terutama pada aspek budaya dan agama. Maka, dibutuhkan wadah yang mampu menampung aspirasi dan mampu membuat penggemar K-Pop tetap memiliki tingkat Religiusitas tinggi walau menyukai atau mengidolakan idol K-Pop. Penelitian bertujuan untuk memotret pembinaan keagamaan yang dilakukan oleh salah satu komunitas pecinta K-Pop yaitu XKwavers dalam upaya mempertemukan budaya Korea (K-Pop) dengan Islam. Desain penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian ini menemukan strategi dakwah yang dilakukan komunitas untuk menarik penggemar K-Pop agar mengikuti program XKwavers, di antaranya penggunaan bahasa komunikasi yang sesuai dengan karakteristik penggemar K-Pop, penggunaan simbol-simbol K-Pop dalam menyebarkan informasi, dan pemanfaatan AI. Program pembinaan yang dimiliki XKwavers relevan dengan pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Program ini membina pesertanya untuk selalu mengingat Allah SWT. dan dapat menjadi orang yang berguna.

Authors

Publication Details

Journal
TARBAWY Indonesian Journal of Islamic Education
Published
2024-11-06
DOI
https://doi.org/10.17509/t.v11i2.74144
Primary Topic
Asian Culture and Media Studies
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Pembinaan Keagamaan pada Komunitas Pecinta Korean Pop dan Relevansinya dengan Pembelajaran PAI

Agus Fakhruddin, Wawan Hermawan, Ad-dimma Rinjani Khalifiah
TARBAWY Indonesian Journal of Islamic Education
Asian Culture and Media Studies
article

Pembinaan Keagamaan pada Komunitas Pecinta Korean Pop dan Relevansinya dengan Pembelajaran PAI

Agus Fakhruddin, Wawan Hermawan, Ad-dimma Rinjani Khalifiah
article en

Abstract

Abstract. Now, K-Pop fans in Indonesia have reached various levels of society. The growth of K-pop and the public’s attraction to K-pop certainly affects not only the popularity and spread of K-pop in Indonesia but also various aspects, especially in terms of culture and religion. Therefore, a forum is needed that can accommodate aspirations and can make K-Pop fans maintain a high level of religiosity even though they like or idolize K-Pop idols. The study aims to capture the religious guidance carried out by one of the K-Pop lover communities, namely XKwavers, to unite Korean culture (K-Pop) with Islam. The research design used is qualitative with a descriptive method. This research finds da'wah strategies carried out by the community to attract K-Pop fans to participate in the XKwavers program, including the use of communication language that follows the characteristics of K-Pop fans, the use of K-Pop symbols in disseminating information, and the use of AI. The coaching program owned by XKwavers is relevant to learning Islamic religious education. This program encourages its participants to always remember Allah and be useful people. Abstrak. Kini peminat K-Pop di Indonesia sudah menyentuh berbagai lapisan masyarakat. Pertumbuhan K-Pop dan daya tarik masyarakat terhadap K-Pop tentu saja bukan hanya memengaruhi kepopuleran dan penyebaran K-Pop di Indonesia, akan tetapi memengaruhi berbagai aspek terutama pada aspek budaya dan agama. Maka, dibutuhkan wadah yang mampu menampung aspirasi dan mampu membuat penggemar K-Pop tetap memiliki tingkat Religiusitas tinggi walau menyukai atau mengidolakan idol K-Pop. Penelitian bertujuan untuk memotret pembinaan keagamaan yang dilakukan oleh salah satu komunitas pecinta K-Pop yaitu XKwavers dalam upaya mempertemukan budaya Korea (K-Pop) dengan Islam. Desain penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian ini menemukan strategi dakwah yang dilakukan komunitas untuk menarik penggemar K-Pop agar mengikuti program XKwavers, di antaranya penggunaan bahasa komunikasi yang sesuai dengan karakteristik penggemar K-Pop, penggunaan simbol-simbol K-Pop dalam menyebarkan informasi, dan pemanfaatan AI. Program pembinaan yang dimiliki XKwavers relevan dengan pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Program ini membina pesertanya untuk selalu mengingat Allah SWT. dan dapat menjadi orang yang berguna.

TARBAWY Indonesian Journal of Islamic EducationVol. 11(2)
Openalex Percentile: Top 51%
Asian Culture and Media Studies
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.