EFEKTIVITAS INTEGRASI TEKNOLOGI DALAM MODEL PBL TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK

The era of Society 5.0 encourages students to have critical thinking skills to be able to face the real world in the future. However, critical thinking skills of students are still lacking. This study aims to determine the integration of technology in the PBL model to build critical thinking skills. This type of research is a systematic literature review (SLR) using PRISMA guidelines. Data was collected from the Google Scholar database using the Publish or Perish application. Data were retrieved based on inclusion criteria, including quantitative research during the 2019-2024 period, in Indonesian or English, and discussing technology in the PBL model to build critical thinking skills. The data selected according to the criteria were 7 articles and analyzed qualitatively descriptively. The analysis showed that the integration of technology in the PBL model can build critical thinking skills. The most widely used technologies are online learning platforms, e-modules, and computer simulations. Future research directions are related to the lack of readiness of educators and learners to use technology, the lack of technology integration in the PBL model, and critical thinking skills that still need to be improved.Era Society 5.0 mendorong peserta didik memiliki keterampilan berpikir kritis untuk dapat menghadapi dunia nyata di masa depan. Namun keterampilan berpikir kritis pada peserta didik masih tergolong kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui integrasi teknologi dalam model PBL untuk membangun keterampilan berpikir kritis. Jenis penelitian ini yaitu observasi literatur sistematis (SLR) dengan menggunakan pedoman PRISMA. Data dikumpulkan dari data dasar Google Cendekia menggunakan bantuan aplikasi Publish or Perish. Data diambil berdasarkan kriteria inklusi yaitu penelitian kuantitatif selama periode 2019-2024, berbahasa Indonesia atau Inggris, dan mencakup teknologi dalam model PBL untuk membangun keterampilan berpikir kritis. Data yang terpilih sesuai kriteria sebanyak 7 artikel dan dianalisis secara kualitatif deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa integrasi teknologi dalam model PBL dapat membangun keterampilan berpikir kritis. Teknologi yang paling banyak digunakan adalah platform pembelajaran daring, e-modul, dan simulasi komputer. Arah penelitian di masa depan adalah terkait kurangnya kesiapan pendidik dan peserta didik untuk menggunakan teknologi, kurangnya integrasi teknologi dalam model PBL, dan keterampilan berpikir kritis yang masih perlu ditingkatkan.

Authors

Publication Details

Journal
EDUTECH
Published
2025-04-16
DOI
https://doi.org/10.17509/e.v24i1.77103
Primary Topic
Educational Methods and Outcomes
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

EFEKTIVITAS INTEGRASI TEKNOLOGI DALAM MODEL PBL TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK

Dedi Kuswandi, Agus Wedi, Ponasari Baron Mutiara Kenya
EDUTECH
Educational Methods and Outcomes
article

EFEKTIVITAS INTEGRASI TEKNOLOGI DALAM MODEL PBL TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK

Dedi Kuswandi, Agus Wedi, Ponasari Baron Mutiara Kenya
article en

Abstract

The era of Society 5.0 encourages students to have critical thinking skills to be able to face the real world in the future. However, critical thinking skills of students are still lacking. This study aims to determine the integration of technology in the PBL model to build critical thinking skills. This type of research is a systematic literature review (SLR) using PRISMA guidelines. Data was collected from the Google Scholar database using the Publish or Perish application. Data were retrieved based on inclusion criteria, including quantitative research during the 2019-2024 period, in Indonesian or English, and discussing technology in the PBL model to build critical thinking skills. The data selected according to the criteria were 7 articles and analyzed qualitatively descriptively. The analysis showed that the integration of technology in the PBL model can build critical thinking skills. The most widely used technologies are online learning platforms, e-modules, and computer simulations. Future research directions are related to the lack of readiness of educators and learners to use technology, the lack of technology integration in the PBL model, and critical thinking skills that still need to be improved.Era Society 5.0 mendorong peserta didik memiliki keterampilan berpikir kritis untuk dapat menghadapi dunia nyata di masa depan. Namun keterampilan berpikir kritis pada peserta didik masih tergolong kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui integrasi teknologi dalam model PBL untuk membangun keterampilan berpikir kritis. Jenis penelitian ini yaitu observasi literatur sistematis (SLR) dengan menggunakan pedoman PRISMA. Data dikumpulkan dari data dasar Google Cendekia menggunakan bantuan aplikasi Publish or Perish. Data diambil berdasarkan kriteria inklusi yaitu penelitian kuantitatif selama periode 2019-2024, berbahasa Indonesia atau Inggris, dan mencakup teknologi dalam model PBL untuk membangun keterampilan berpikir kritis. Data yang terpilih sesuai kriteria sebanyak 7 artikel dan dianalisis secara kualitatif deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa integrasi teknologi dalam model PBL dapat membangun keterampilan berpikir kritis. Teknologi yang paling banyak digunakan adalah platform pembelajaran daring, e-modul, dan simulasi komputer. Arah penelitian di masa depan adalah terkait kurangnya kesiapan pendidik dan peserta didik untuk menggunakan teknologi, kurangnya integrasi teknologi dalam model PBL, dan keterampilan berpikir kritis yang masih perlu ditingkatkan.

EDUTECHVol. 24(1)
Openalex Percentile: Top 90%
Educational Methods and Outcomes
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.