PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN PEMBUATAN POLA DASAR SISTEM DRESSMAKING PADA MATA PELAJARAN DASA-DASAR KEAHLIAN BUSANA DI SMKN 2 MANDAU

Vocational High Schools (SMK) focus on developing skills directly related to specific industries, including practical training in specialized fields. At SMKN 2 Mandau, the Basic Fashion Skills course teaches students the fundamentals of creating dressmaking patterns. However, students face several challenges in this course: they struggle to understand the steps of pattern making, are unable to complete tasks independently, and have limited access to learning media. Initial observations revealed that 58% of students have not met the Minimum Mastery Criteria (KKM) for this competency. To address these issues, the goal of this research is to make video tutorials for making basic pattern with dressmaking system using the Research and Development (RD) method with the 4D model (define, design, develop, disseminate), although only the first three stages were implemented. Validation results from media experts showed a validity rate of 92%, while material expert validation achieved 89%, both categorized as "highly valid." Practicality tests by teachers scored 89.3%, while practicality tests by students in small and large groups scored 91% and 91.3%, respectively, all classified as "highly practical. This video tutorial is useful for students in vocational high school to learn basic fashion pattern making.Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berfokus pada pengembangan keterampilan yang terkait langsung dengan industri, termasuk pendidikan praktis di bidang tertentu. Di SMKN 2 Mandau, mata pelajaran Dasar-Dasar Keahlian Busana mengajarkan keterampilan pembuatan pola dasar busana menggunakan sistem dressmaking. Namun, siswa menghadapi beberapa kendala dalam pembelajaran ini: siswa kesulitan memahami langkah-langkah pembuatan pola, tidak mampu menyelesaikan tugas secara mandiri, serta terbatasnya media pembelajaran yang tersedia. Berdasarkan pengamatan awal, 58% siswa belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dalam kompetensi ini. Untuk menyelesaikan masalah tersebut, penelitian bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berupa video tutorial pembuatan pola dasar sistem dressmaking. Pendekatan yang digunakan adalah metode Research and Development (RD) dengan model 4D (define, design, develop, disseminate), meski hanya menggunakan tiga tahap pertama. Hasil penilaian oleh ahli media menunjukkan tingkat kesesuaian sebesar 92%, sementara penilaian oleh ahli materi sebesar 89%, keduanya termasuk dalam kategori "sangat valid". Uji praktikalitas oleh guru menghasilkan skor 89,3%, sedangkan uji praktikalitas oleh siswa dalam kelompok kecil dan besar masing-masing mencapai 91% dan 91,3%, dimana semuanya masuk dalam kategori "sangat praktis". Dengan begitu, video tutorial ini dinilai layak dan efektif sebagai media pembelajaran yang mendukung pemahaman siswa terhadap pembuatan pola dasar busana di SMK.

Authors

Publication Details

Journal
EDUTECH
Published
2025-04-16
DOI
https://doi.org/10.17509/e.v24i1.75771
Primary Topic
Blockchain Technology in Education and Learning
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN PEMBUATAN POLA DASAR SISTEM DRESSMAKING PADA MATA PELAJARAN DASA-DASAR KEAHLIAN BUSANA DI SMKN 2 MANDAU

Fatma Yovita Amri
EDUTECH
Blockchain Technology in Education and Learning
article

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN PEMBUATAN POLA DASAR SISTEM DRESSMAKING PADA MATA PELAJARAN DASA-DASAR KEAHLIAN BUSANA DI SMKN 2 MANDAU

Fatma Yovita Amri
article en

Abstract

Vocational High Schools (SMK) focus on developing skills directly related to specific industries, including practical training in specialized fields. At SMKN 2 Mandau, the Basic Fashion Skills course teaches students the fundamentals of creating dressmaking patterns. However, students face several challenges in this course: they struggle to understand the steps of pattern making, are unable to complete tasks independently, and have limited access to learning media. Initial observations revealed that 58% of students have not met the Minimum Mastery Criteria (KKM) for this competency. To address these issues, the goal of this research is to make video tutorials for making basic pattern with dressmaking system using the Research and Development (RD) method with the 4D model (define, design, develop, disseminate), although only the first three stages were implemented. Validation results from media experts showed a validity rate of 92%, while material expert validation achieved 89%, both categorized as "highly valid." Practicality tests by teachers scored 89.3%, while practicality tests by students in small and large groups scored 91% and 91.3%, respectively, all classified as "highly practical. This video tutorial is useful for students in vocational high school to learn basic fashion pattern making.Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berfokus pada pengembangan keterampilan yang terkait langsung dengan industri, termasuk pendidikan praktis di bidang tertentu. Di SMKN 2 Mandau, mata pelajaran Dasar-Dasar Keahlian Busana mengajarkan keterampilan pembuatan pola dasar busana menggunakan sistem dressmaking. Namun, siswa menghadapi beberapa kendala dalam pembelajaran ini: siswa kesulitan memahami langkah-langkah pembuatan pola, tidak mampu menyelesaikan tugas secara mandiri, serta terbatasnya media pembelajaran yang tersedia. Berdasarkan pengamatan awal, 58% siswa belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dalam kompetensi ini. Untuk menyelesaikan masalah tersebut, penelitian bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berupa video tutorial pembuatan pola dasar sistem dressmaking. Pendekatan yang digunakan adalah metode Research and Development (RD) dengan model 4D (define, design, develop, disseminate), meski hanya menggunakan tiga tahap pertama. Hasil penilaian oleh ahli media menunjukkan tingkat kesesuaian sebesar 92%, sementara penilaian oleh ahli materi sebesar 89%, keduanya termasuk dalam kategori "sangat valid". Uji praktikalitas oleh guru menghasilkan skor 89,3%, sedangkan uji praktikalitas oleh siswa dalam kelompok kecil dan besar masing-masing mencapai 91% dan 91,3%, dimana semuanya masuk dalam kategori "sangat praktis". Dengan begitu, video tutorial ini dinilai layak dan efektif sebagai media pembelajaran yang mendukung pemahaman siswa terhadap pembuatan pola dasar busana di SMK.

EDUTECHVol. 24(1)
Openalex Percentile: Top 87%
Blockchain Technology in Education and Learning
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.