ANALISIS ISU KEBERLANJUTAN DALAM PEMBERITAAN MINYAK SAWIT DI INDONESIA
Palm oil sustainability issues cover three main pillars, viz: environmental, economic, and social. On the environmental side, palm oil is often associated with deforestation, loss of wildlife habitat, and carbon emissions that contribute to climate change. On the economic side, palm oil contributes greatly to state revenues and the welfare of smallholders. This research is expected to contribute to strengthening the communication strategy of the Indonesian palm oil industry to build a more effective sustainability narrative in the global market. In addition, this research is also expected to add academic insight into the dynamics of media framing in sustainability issues. In this context, the mass media plays an important role in framing the issue of palm oil sustainability. The mass media is not only a channel of information but also a shaper of public perception on important issues. In Indonesia, the mass media tends to emphasize the economic benefits of palm oil and the efforts of the government and industry to improve sustainability. Economic framing in palm oil news in Indonesia emphasizes the industry's contribution to the national economy, job creation, and improving people's welfare. Environmental framing focuses on various aspects, such as deforestation, land degradation, impacts on biodiversity, and greenhouse gas emissions produced by the palm oil industry. Collaboration between the media, government, industry, and the community is essential in creating an ecosystem that supports sustainability in the palm oil industry. Balanced coverage will not only emphasize the success of sustainability policies or practices but also highlight the challenges and failures that may occur in their implementation. As such, it becomes an effective tool to ensure accountability across the sector. Isu keberlanjutan minyak sawit mencakup tiga pilar utama yaitu: lingkungan, ekonomi, dan sosial. Di sisi lingkungan, minyak sawit sering kali dikaitkan dengan deforestasi, hilangnya habitat satwa liar, dan emisi karbon yang berkontribusi terhadap perubahan iklim. Di sisi ekonomi, minyak sawit memberikan kontribusi besar terhadap pendapatan negara dan kesejahteraan petani kecil. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam memperkuat strategi komunikasi industri minyak sawit Indonesia untuk membangun narasi keberlanjutan yang lebih efektif di pasar global. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan dapat menambah wawasan akademik tentang dinamika framing media dalam isu keberlanjutan. Dalam konteks ini, media massa memainkan peran penting dalam membingkai (framing) isu keberlanjutan minyak sawit. Media massa tidak hanya menjadi saluran informasi tetapi juga pembentuk persepsi publik terhadap isu-isu penting. Di Indonesia, media massa cenderung menonjolkan manfaat ekonomi minyak sawit dan upaya pemerintah serta industri dalam meningkatkan keberlanjutan. Framing ekonomi dalam pemberitaan kelapa sawit di Indonesia menekankan kontribusi industri ini terhadap perekonomian nasional, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Framing Lingkungan berfokus pada berbagai aspek, seperti deforestasi, degradasi lahan, dampak terhadap keanekaragaman hayati, serta emisi gas rumah kaca yang dihasilkan oleh industri kelapa sawit. Kolaborasi antara media, pemerintah, industri, dan masyarakat sangat penting dalam menciptakan ekosistem yang mendukung keberlanjutan dalam industri sawit. Pemberitaan yang berimbang tidak hanya akan mengedepankan kesuksesan dari kebijakan atau praktik keberlanjutan, tetapi juga menyoroti tantangan dan kegagalan yang mungkin terjadi dalam implementasinya. Dengan demikian, pemberitaan ini menjadi alat yang efektif untuk memastikan akuntabilitas di seluruh sektor.
Authors
- Hedi Heryadi
Publication Details
- Journal
- EDUTECH
- Published
- 2025-04-16
- DOI
- https://doi.org/10.17509/e.v24i1.80459
- Primary Topic
- Economic Growth and Fiscal Policies
- Type
- article
- Field-Weighted Citation Impact
- 0.00