Pengaruh Kegiatan Cooking Class terhadap Perkembangan Motorik Halus Anak Usia 5-6 Tahun di TK Islam Al-Kautsar

This study aims to determine the effect of cooking class activities on the development of fine motor skills of children aged 5-6 years at Al-Kautsar Islamic Kindergarten. This study uses quantitative research methods with a design in the form of one group pretest-posttest design. The data analysis process is carried out in accordance with Sugiyono's theory, namely conducting observations, pretests, treatments, then the final results are posttested. The results of the treatment can be known more accurately, because they can be compared with the conditions before and after the treatment is given. The pretest conducted at the beginning of the meeting was given learning as usual (conventional), after which the researcher carried out contextual activities, namely cooking class activities: Peeling quail egg shells and making cucumber egg satay, decorating mini donuts. So that the results of the posttest carried out after the treatment can be known. There are many fine motor skills of early childhood that can be applied to the child's development process, but this cooking class activity is one of the activities that can provide many benefits for early childhood, especially for the development of their fine motor skills. According to the indicators, the development of children's fine motor skills studied in this study refers to four points, namely: exploring with media and activities, imitating shapes, using stationery correctly, and expressing themselves through activities. The findings show that the development of fine motor skills of children aged 5-6 years in Al-Kautsar Islamic Kindergarten can increase according to the treatment, it can be seen based on the interval results there is a comparison of the pretest and posttest results, in the high category there is an increase of 75%, while for the medium category there is no increase because children in the medium category experience an increase so that they are in the high category, while for the low category it has the same percentage of 13% for both pretest and posttest results, this is because there are children who are still limited in their fine motor movements as well as the adaptation process that occurs in the classroom.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kegiatan cooking class terhadap perkembangan motorik halus anak usia 5-6 tahun di TK Islam Al-Kautsar. Penelitian ini menggunakan metode metode penelitian kuantitatif dengan desain yang digunakan berbentuk one group pretest-posttest design. Proses analisis data dilakukan sesuai dengan teori Sugiyono, yaitu melakukan observasi, pretest, treatment, kemudian hasil akhir dilakukan posttest..Hasil perlakuan (treatment) dapat diketahui lebih akurat, karena dapat membandingkan dengan keadaan sebelum dan sesudah diberikan treatment. Pretest yang dilakukan di awal pertemuan diberikan pembelajaran seperti biasa (konvensional), setelah itu peneliti melaksanakan kegiatan kontekstual yaitu dengan kegiatan cooking class : Mengupas cangkang telur puyuh dan membuat sate telur mentimun, menghias donat mini. Sehingga dapat diketahui hasil posttest yang dilaksanakan setelah dilakukannya treatment. Terdapat banyak keterampilan motorik halus anak usia dini yang dapat diterapkan pada proses perkembangan anak, namun kegiatan cooking class ini menjadi salah satu kegiatan yang dapat memberikan manfaat yang banyak bagi anak usia dini, khususnya untuk perkembangan motorik halusnya. Sesuai indikatornya, perkembangan motorik halus anak yang diteliti pada penelitian ini merujuk pada empat poin yaitu : melakukan eksplorasi dengan media dan kegiatan, meniru bentuk, menggunakan alat tulis dengan benar, dan mengekspresikan diri melalui kegiatan. Hasil temuan menunjukkan bahwa perkembangan motorik halus anak usia 5-6 tahun di TK Islam Al-Kautsar dapat meningkat sesuai dilakukannya treatment, dapat diketahui berdasarkan hasil interval terdapat perbandingan dari hasil pretest dan posttest, pada kategori tinggi terdapat kenaikan sebesar 75%, sedangkan untuk kategori sedang tidak mengalami kenaikan karena anak yang berada pada kategori sedang mengalami peningkatan sehingga ada pada kategori tinggi, sedangkan untuk kategori rendah memiliki persentase yang sama yakni 13% untuk hasil pretest maupun posttest, hal tersebut dikarenakan terdapat anak yang masih terbatas dalam gerakan motorik halusnya juga dengan proses adaptasi yang terjadi di dalam kelas

Authors

Publication Details

Journal
JURNAL PAUD AGAPEDIA
Published
2024-12-01
DOI
https://doi.org/10.17509/jpa.v8i2.77299
Citations
1
Primary Topic
Varied Academic Research Topics
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.53
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Pengaruh Kegiatan Cooking Class terhadap Perkembangan Motorik Halus Anak Usia 5-6 Tahun di TK Islam Al-Kautsar

Risbon Sianturi, Aini Loita, Syifa Restu Pauzannoor
1 citations
JURNAL PAUD AGAPEDIA
Varied Academic Research Topics
0.53
article

Pengaruh Kegiatan Cooking Class terhadap Perkembangan Motorik Halus Anak Usia 5-6 Tahun di TK Islam Al-Kautsar

Risbon Sianturi, Aini Loita, Syifa Restu Pauzannoor
article en
1 citations

Abstract

This study aims to determine the effect of cooking class activities on the development of fine motor skills of children aged 5-6 years at Al-Kautsar Islamic Kindergarten. This study uses quantitative research methods with a design in the form of one group pretest-posttest design. The data analysis process is carried out in accordance with Sugiyono's theory, namely conducting observations, pretests, treatments, then the final results are posttested. The results of the treatment can be known more accurately, because they can be compared with the conditions before and after the treatment is given. The pretest conducted at the beginning of the meeting was given learning as usual (conventional), after which the researcher carried out contextual activities, namely cooking class activities: Peeling quail egg shells and making cucumber egg satay, decorating mini donuts. So that the results of the posttest carried out after the treatment can be known. There are many fine motor skills of early childhood that can be applied to the child's development process, but this cooking class activity is one of the activities that can provide many benefits for early childhood, especially for the development of their fine motor skills. According to the indicators, the development of children's fine motor skills studied in this study refers to four points, namely: exploring with media and activities, imitating shapes, using stationery correctly, and expressing themselves through activities. The findings show that the development of fine motor skills of children aged 5-6 years in Al-Kautsar Islamic Kindergarten can increase according to the treatment, it can be seen based on the interval results there is a comparison of the pretest and posttest results, in the high category there is an increase of 75%, while for the medium category there is no increase because children in the medium category experience an increase so that they are in the high category, while for the low category it has the same percentage of 13% for both pretest and posttest results, this is because there are children who are still limited in their fine motor movements as well as the adaptation process that occurs in the classroom.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kegiatan cooking class terhadap perkembangan motorik halus anak usia 5-6 tahun di TK Islam Al-Kautsar. Penelitian ini menggunakan metode metode penelitian kuantitatif dengan desain yang digunakan berbentuk one group pretest-posttest design. Proses analisis data dilakukan sesuai dengan teori Sugiyono, yaitu melakukan observasi, pretest, treatment, kemudian hasil akhir dilakukan posttest..Hasil perlakuan (treatment) dapat diketahui lebih akurat, karena dapat membandingkan dengan keadaan sebelum dan sesudah diberikan treatment. Pretest yang dilakukan di awal pertemuan diberikan pembelajaran seperti biasa (konvensional), setelah itu peneliti melaksanakan kegiatan kontekstual yaitu dengan kegiatan cooking class : Mengupas cangkang telur puyuh dan membuat sate telur mentimun, menghias donat mini. Sehingga dapat diketahui hasil posttest yang dilaksanakan setelah dilakukannya treatment. Terdapat banyak keterampilan motorik halus anak usia dini yang dapat diterapkan pada proses perkembangan anak, namun kegiatan cooking class ini menjadi salah satu kegiatan yang dapat memberikan manfaat yang banyak bagi anak usia dini, khususnya untuk perkembangan motorik halusnya. Sesuai indikatornya, perkembangan motorik halus anak yang diteliti pada penelitian ini merujuk pada empat poin yaitu : melakukan eksplorasi dengan media dan kegiatan, meniru bentuk, menggunakan alat tulis dengan benar, dan mengekspresikan diri melalui kegiatan. Hasil temuan menunjukkan bahwa perkembangan motorik halus anak usia 5-6 tahun di TK Islam Al-Kautsar dapat meningkat sesuai dilakukannya treatment, dapat diketahui berdasarkan hasil interval terdapat perbandingan dari hasil pretest dan posttest, pada kategori tinggi terdapat kenaikan sebesar 75%, sedangkan untuk kategori sedang tidak mengalami kenaikan karena anak yang berada pada kategori sedang mengalami peningkatan sehingga ada pada kategori tinggi, sedangkan untuk kategori rendah memiliki persentase yang sama yakni 13% untuk hasil pretest maupun posttest, hal tersebut dikarenakan terdapat anak yang masih terbatas dalam gerakan motorik halusnya juga dengan proses adaptasi yang terjadi di dalam kelas

JURNAL PAUD AGAPEDIAVol. 8(2)
Openalex Percentile: Top 21%
Varied Academic Research Topics
0.53
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.