Musik gereja bagi pelestarian alam: Ekomusikologi dan ekoteologi dalam dialog

The urgency of environmental issues has become a widespread discussion among academics and practitioners, both nationally and internationally. Academically, various perspectives have been offered. In music studies, ecomusicology is an extra-musical breakthrough that can answer the challenges of environmental issues. Ecomusicologists strive to compose musical works that express love for nature and foster a sense of friendship towards nature and non-human creatures. In Christian theology, theological reflection on ecology is called eco-theology and has undergone many developments in the last few decades. This article attempts to explain the potential of ecomusicology for church music by locating it in dialogue with eco-theology. This paper argues that eco-theology can enrich ecomusicology by reflecting on the relationship between God, humans, and nature. It also encourages church musicians to create eco-musicological compositions about nature and make them an integral part of their composition. Abstrak Urgensi isu lingkungan sudah menjadi perbincangan ramai baik di kalangan akademisi maupun praktisi dalam skala nasional maupun internasional. Secara akademis, berbagai sudut pandang telah ditawarkan. Dalam konteks studi musik, ekomusikologi merupakan sebuah terobosan ekstra-musikal dalam rangka menjawab tantangan isu pencemaran lingkungan. Para ekomusikolog berupaya untuk menggubah karya-karya musikal yang menyuarakan kecintaan kepada alam dan menumbuhkan rasa persahabatan dalam hati manusia terhadap alam dan makhluk non-manusia di dalamnya. Dalam dunia teologi Kristen, refleksi teologis terhadap alam disebut sebagai ekoteologi dan telah mengalami banyak perkembangan beberapa dekade terakhir ini. Artikel ini berupaya untuk memaparkan potensi ekomusikologi bagi musik gereja dengan mempercakapkannya bersama ekoteologi. Tulisan ini berargumen bahwa ekoteologi da-pat memperkaya ekomusikologi dalam merefleksikan relasi Allah, manusia, dan alam serta mendorong para musikus gereja untuk menciptakan komposisi ekomusikologi yang tidak hanya bermusik tentang alam namun juga bermusik bersama alam.

Authors

Publication Details

Journal
Kurios
Published
2024-12-24
DOI
https://doi.org/10.30995/kur.v10i3.1116
Primary Topic
Architectural and Urban Studies
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Musik gereja bagi pelestarian alam: Ekomusikologi dan ekoteologi dalam dialog

Hengki B. Tompo, David Kristanto
Kurios
Architectural and Urban Studies
article

Musik gereja bagi pelestarian alam: Ekomusikologi dan ekoteologi dalam dialog

Hengki B. Tompo, David Kristanto
article en

Abstract

The urgency of environmental issues has become a widespread discussion among academics and practitioners, both nationally and internationally. Academically, various perspectives have been offered. In music studies, ecomusicology is an extra-musical breakthrough that can answer the challenges of environmental issues. Ecomusicologists strive to compose musical works that express love for nature and foster a sense of friendship towards nature and non-human creatures. In Christian theology, theological reflection on ecology is called eco-theology and has undergone many developments in the last few decades. This article attempts to explain the potential of ecomusicology for church music by locating it in dialogue with eco-theology. This paper argues that eco-theology can enrich ecomusicology by reflecting on the relationship between God, humans, and nature. It also encourages church musicians to create eco-musicological compositions about nature and make them an integral part of their composition. Abstrak Urgensi isu lingkungan sudah menjadi perbincangan ramai baik di kalangan akademisi maupun praktisi dalam skala nasional maupun internasional. Secara akademis, berbagai sudut pandang telah ditawarkan. Dalam konteks studi musik, ekomusikologi merupakan sebuah terobosan ekstra-musikal dalam rangka menjawab tantangan isu pencemaran lingkungan. Para ekomusikolog berupaya untuk menggubah karya-karya musikal yang menyuarakan kecintaan kepada alam dan menumbuhkan rasa persahabatan dalam hati manusia terhadap alam dan makhluk non-manusia di dalamnya. Dalam dunia teologi Kristen, refleksi teologis terhadap alam disebut sebagai ekoteologi dan telah mengalami banyak perkembangan beberapa dekade terakhir ini. Artikel ini berupaya untuk memaparkan potensi ekomusikologi bagi musik gereja dengan mempercakapkannya bersama ekoteologi. Tulisan ini berargumen bahwa ekoteologi da-pat memperkaya ekomusikologi dalam merefleksikan relasi Allah, manusia, dan alam serta mendorong para musikus gereja untuk menciptakan komposisi ekomusikologi yang tidak hanya bermusik tentang alam namun juga bermusik bersama alam.

KuriosVol. 10(3)
Openalex Percentile: Top 54%
Architectural and Urban Studies
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.