Teopoetik dalam trauma dan kintsugi jiwa: Menemukan keindahan ilahi dalam retakan kehidupan

Theopoetic kintsugi offers a new perspective in pastoral counseling by highlighting the beauty that emerges from the cracks and wounds of life. This approach shifts the paradigm of healing from the eradication of suffering to the acceptance and transformation of wounds as part of the spiritual journey. Through the metaphor of kintsugi, the art of repairing broken pottery with gold, congregants are invited to embrace traumatic experiences as spaces for divine encounters. In the pastoral context, restored wounds are not merely symbols of weakness but tangible evidence of God's grace that heals and renews life. This study explores the integration of theopoetics in addressing trauma, emphasizing the importance of narrative, art, and community in the healing process. The church is called to be a safe space that provides comfort and accompanies congregants as they reconstruct their lives with renewed hope. This approach not only enriches pastoral counseling practices but also deepens theological understanding of suffering and salvation. Theopoetic kintsugi offers a spiritual model that asserts the presence of the Divine in every wound, paving the way for reconciliation, spiritual growth, and a meaningful testimony of life. Abstrak Kintsugi teopoetik menawarkan perspektif baru dalam konseling pastoral dengan menyoroti keindahan yang muncul dari retakan dan luka kehidupan. Pendekatan ini menggeser paradigma kesembuhan dari penghapusan penderitaan menuju penerimaan dan transformasi luka sebagai bagian dari perjalanan spiritual. Melalui metafora kintsugi, seni memperbaiki keramik yang pecah dengan emas, jemaat diajak untuk merangkul pengalaman traumatik sebagai ruang perjumpaan dengan Allah. Dalam konteks pastoral, luka yang dipulihkan tidak hanya menjadi tanda kelemahan, tetapi juga bukti nyata dari kasih karunia Allah yang memulihkan dan memperbarui kehidupan. Penelitian ini mengeksplorasi integrasi teopoetik dalam trauma, menekankan pentingnya narasi, seni, dan komunitas dalam proses pemulihan. Gereja dipanggil untuk menjadi ruang aman yang memberikan penghiburan dan mendampingi jemaat dalam menata kembali kehidupan mereka dengan harapan baru. Pendekatan ini tidak hanya memperkaya praktik konseling pastoral, tetapi juga memperdalam pemahaman teologis tentang penderitaan dan keselamatan. Kintsugi teopoetik menawarkan model spiritual yang menegaskan bahwa dalam setiap luka terdapat jejak kehadiran Ilahi, membuka jalan bagi rekonsiliasi, pertumbuhan rohani, dan kesaksian hidup yang penuh makna.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Kurios
Published
2024-12-30
DOI
https://doi.org/10.30995/kur.v10i3.994
Primary Topic
Contemporary Christian Leadership and Education
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Teopoetik dalam trauma dan kintsugi jiwa: Menemukan keindahan ilahi dalam retakan kehidupan

Ferdinand Edu
Kurios
Contemporary Christian Leadership and Education
article

Teopoetik dalam trauma dan kintsugi jiwa: Menemukan keindahan ilahi dalam retakan kehidupan

Ferdinand Edu
article en

Abstract

Theopoetic kintsugi offers a new perspective in pastoral counseling by highlighting the beauty that emerges from the cracks and wounds of life. This approach shifts the paradigm of healing from the eradication of suffering to the acceptance and transformation of wounds as part of the spiritual journey. Through the metaphor of kintsugi, the art of repairing broken pottery with gold, congregants are invited to embrace traumatic experiences as spaces for divine encounters. In the pastoral context, restored wounds are not merely symbols of weakness but tangible evidence of God's grace that heals and renews life. This study explores the integration of theopoetics in addressing trauma, emphasizing the importance of narrative, art, and community in the healing process. The church is called to be a safe space that provides comfort and accompanies congregants as they reconstruct their lives with renewed hope. This approach not only enriches pastoral counseling practices but also deepens theological understanding of suffering and salvation. Theopoetic kintsugi offers a spiritual model that asserts the presence of the Divine in every wound, paving the way for reconciliation, spiritual growth, and a meaningful testimony of life. Abstrak Kintsugi teopoetik menawarkan perspektif baru dalam konseling pastoral dengan menyoroti keindahan yang muncul dari retakan dan luka kehidupan. Pendekatan ini menggeser paradigma kesembuhan dari penghapusan penderitaan menuju penerimaan dan transformasi luka sebagai bagian dari perjalanan spiritual. Melalui metafora kintsugi, seni memperbaiki keramik yang pecah dengan emas, jemaat diajak untuk merangkul pengalaman traumatik sebagai ruang perjumpaan dengan Allah. Dalam konteks pastoral, luka yang dipulihkan tidak hanya menjadi tanda kelemahan, tetapi juga bukti nyata dari kasih karunia Allah yang memulihkan dan memperbarui kehidupan. Penelitian ini mengeksplorasi integrasi teopoetik dalam trauma, menekankan pentingnya narasi, seni, dan komunitas dalam proses pemulihan. Gereja dipanggil untuk menjadi ruang aman yang memberikan penghiburan dan mendampingi jemaat dalam menata kembali kehidupan mereka dengan harapan baru. Pendekatan ini tidak hanya memperkaya praktik konseling pastoral, tetapi juga memperdalam pemahaman teologis tentang penderitaan dan keselamatan. Kintsugi teopoetik menawarkan model spiritual yang menegaskan bahwa dalam setiap luka terdapat jejak kehadiran Ilahi, membuka jalan bagi rekonsiliasi, pertumbuhan rohani, dan kesaksian hidup yang penuh makna.

KuriosVol. 10(3)
Jakarta Theological Seminary (ID)
Openalex Percentile: Top 53%
Contemporary Christian Leadership and Education
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.