Meniti jalur keadilan ekologis: Kajian etika lingkungan hidup tentang merawat alam berdasarkan ritual pangelekon

The ecological crisis is one of Indonesia's concrete problems, specifically illegal logging that has an impact on the Lake Toba area, starting from the loss of forest areas that cause natural disasters, such as landslides and flash floods. This provides a real picture of the consequences of activities and actions carried out by humans on the environment. Departing from this problem, the author sees that the study of environmental ethics in conjunction with the concept of Pangelekon in Toba Batak culture seeks to offer a perspective to overcome the increasingly alarming ecological crisis. This research was conducted using the literature study research method in data collection and analysis. The results show that the encounter between environmental ethics rooted in Pangelekon values creates a conceptual foundation that excites humans as stewards to care for nature as creation. Respect for nature in the Pangelekon concept encourages humans not to be reckless and hierarchical in viewing nature as a fellow creation. Thus, the encounter between environmental ethics and Pangelekon provides a comprehensive answer, as a concept of life lived to achieve harmony between humans and nature. Abstrak Krisis ekologis merupakan salah satu persoalan konkret di Indo-nesia, secara khusus penebangan hutan secara liar yang memberikan dam-pak bagi kawasan Danau Toba, mulai dari, hilangnya kawasan hutan yang menyebabkan bencana alam, seperti tanah longsor dan banjir bandang. Hal tersebut memberikan gambaran nyata akan konsekuensi atas aktivitas dan perbuatan yang dilakukan manusia terhadap lingkungan. Berangkat dari persoalan ini, saya melihat bahwa kajian etika lingkungan hidup yang diperjumpakan dengan konsep pangelekon dalam budaya Batak Toba me-nawarkan perspektif untuk mengatasi krisis ekologi yang semakin mem-prihatinkan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode pene-litian studi pustaka dalam pengumpulan dan analisis data. Hasil peneli-tian menunjukkan bahwa perjumpaan antara etika lingkungan hidup yang berakar pada nilai-nilai pangelekon menciptakan landasan konseptual yang menggairahkan manusia sebagai penatalayan untuk merawat alam seba-gai ciptaan. Penghargaan terhadap alam dalam konsep pangelekon men-dorong manusia untuk tidak sembrono dan hierarkis dalam memandang alam sebagai sesama ciptaan. Dengan demikian, perjumpaan antara etika lingkungan hidup dan pangelekon memberikan jawaban komprehensif, sebagai sebuah konsep kehidupan yang dijalani untuk mencapai kehar-monisan antara manusia dan alam.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Kurios
Published
2024-12-31
DOI
https://doi.org/10.30995/kur.v10i3.1077
Primary Topic
Waste Management and Recycling
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Meniti jalur keadilan ekologis: Kajian etika lingkungan hidup tentang merawat alam berdasarkan ritual pangelekon

Fredi Ardo Purba
Kurios
Waste Management and Recycling
article

Meniti jalur keadilan ekologis: Kajian etika lingkungan hidup tentang merawat alam berdasarkan ritual pangelekon

Fredi Ardo Purba
article en

Abstract

The ecological crisis is one of Indonesia's concrete problems, specifically illegal logging that has an impact on the Lake Toba area, starting from the loss of forest areas that cause natural disasters, such as landslides and flash floods. This provides a real picture of the consequences of activities and actions carried out by humans on the environment. Departing from this problem, the author sees that the study of environmental ethics in conjunction with the concept of Pangelekon in Toba Batak culture seeks to offer a perspective to overcome the increasingly alarming ecological crisis. This research was conducted using the literature study research method in data collection and analysis. The results show that the encounter between environmental ethics rooted in Pangelekon values creates a conceptual foundation that excites humans as stewards to care for nature as creation. Respect for nature in the Pangelekon concept encourages humans not to be reckless and hierarchical in viewing nature as a fellow creation. Thus, the encounter between environmental ethics and Pangelekon provides a comprehensive answer, as a concept of life lived to achieve harmony between humans and nature. Abstrak Krisis ekologis merupakan salah satu persoalan konkret di Indo-nesia, secara khusus penebangan hutan secara liar yang memberikan dam-pak bagi kawasan Danau Toba, mulai dari, hilangnya kawasan hutan yang menyebabkan bencana alam, seperti tanah longsor dan banjir bandang. Hal tersebut memberikan gambaran nyata akan konsekuensi atas aktivitas dan perbuatan yang dilakukan manusia terhadap lingkungan. Berangkat dari persoalan ini, saya melihat bahwa kajian etika lingkungan hidup yang diperjumpakan dengan konsep pangelekon dalam budaya Batak Toba me-nawarkan perspektif untuk mengatasi krisis ekologi yang semakin mem-prihatinkan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode pene-litian studi pustaka dalam pengumpulan dan analisis data. Hasil peneli-tian menunjukkan bahwa perjumpaan antara etika lingkungan hidup yang berakar pada nilai-nilai pangelekon menciptakan landasan konseptual yang menggairahkan manusia sebagai penatalayan untuk merawat alam seba-gai ciptaan. Penghargaan terhadap alam dalam konsep pangelekon men-dorong manusia untuk tidak sembrono dan hierarkis dalam memandang alam sebagai sesama ciptaan. Dengan demikian, perjumpaan antara etika lingkungan hidup dan pangelekon memberikan jawaban komprehensif, sebagai sebuah konsep kehidupan yang dijalani untuk mencapai kehar-monisan antara manusia dan alam.

KuriosVol. 10(3)
Jakarta Theological Seminary (ID)
Openalex Percentile: Top 63%
Waste Management and Recycling
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.