Implementation of the Kurikulum Merdeka in high school physical education

Kurikulum Merdeka introduces a transformative approach to Indonesian education, focusing on character development and student competencies. This study aims to evaluate the level of implementation, challenges faced by teachers, and factors influencing the success of the Kurikulum Merdeka in Physical Education, Sports, and Health subjects at the high school level in Bontang City, addressing gaps in understanding its application. Using a mixed-methods design, the research employed surveys and interviews with 16 Physical Education, Sports, and Health teachers. The questionnaire was tested for validity and reliability with 37 respondents outside the study sample, indicating high reliability. The results reveal that implementing the Kurikulum Merdeka in Physical Education, Sports, and Health subjects falls under the "Good" category. However, challenges include limited facilities, insufficient teacher training on curriculum implementation, and mismatches between teachers' academic qualifications and curriculum demands. These factors hinder optimal curriculum application, particularly in delivering differentiated instruction and achieving curriculum objectives. Addressing these barriers could improve education quality in Bontang City and provide a framework for broader national implementation. AbstrakKurikulum Merdeka memperkenalkan pendekatan transformatif dalam pendidikan Indonesia dengan berfokus pada pengembangan karakter dan kompetensi siswa. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tingkat implementasi, tantangan yang dihadapi guru, serta faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan kurikulum Merdeka pada mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di tingkat SMA di Kota Bontang guna mengisi kesenjangan pemahaman terkait penerapannya. Desain penelitian menggunakan metode campuran dengan survei dan wawancara terhadap 16 guru PJOK. Instrumen angket diuji validitas dan reliabilitasnya dengan melibatkan 37 responden di luar sampel penelitian, menunjukkan reliabilitas tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kurikulum Merdeka pada mata pelajaran PJOK berada dalam kategori "Baik". Namun, terdapat tantangan, termasuk keterbatasan fasilitas, kurangnya pelatihan guru terkait implementasi kurikulum, serta ketidaksesuaian latar belakang akademik guru dengan tuntutan kurikulum. Faktor-faktor ini menghambat pelaksanaan kurikulum secara optimal, terutama dalam penerapan pembelajaran berdiferensiasi dan pencapaian tujuan kurikulum. Dengan mengatasi hambatan tersebut, kualitas pendidikan di Kota Bontang dapat ditingkatkan, sekaligus menjadi kerangka kerja untuk penerapan secara nasional.Kata Kunci: kurikulum; Kurikulum Merdeka; pendidikan jasmani; PJOK; SMA

Authors

Publication Details

Journal
Inovasi Kurikulum
Published
2025-02-28
DOI
https://doi.org/10.17509/jik.v22i1.80053
Primary Topic
Educational Curriculum and Learning Methods
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Implementation of the Kurikulum Merdeka in high school physical education

Zihan Novita Sari, Sigit Prasetyo
Inovasi Kurikulum
Educational Curriculum and Learning Methods
article

Implementation of the Kurikulum Merdeka in high school physical education

Zihan Novita Sari, Sigit Prasetyo
article en

Abstract

Kurikulum Merdeka introduces a transformative approach to Indonesian education, focusing on character development and student competencies. This study aims to evaluate the level of implementation, challenges faced by teachers, and factors influencing the success of the Kurikulum Merdeka in Physical Education, Sports, and Health subjects at the high school level in Bontang City, addressing gaps in understanding its application. Using a mixed-methods design, the research employed surveys and interviews with 16 Physical Education, Sports, and Health teachers. The questionnaire was tested for validity and reliability with 37 respondents outside the study sample, indicating high reliability. The results reveal that implementing the Kurikulum Merdeka in Physical Education, Sports, and Health subjects falls under the "Good" category. However, challenges include limited facilities, insufficient teacher training on curriculum implementation, and mismatches between teachers' academic qualifications and curriculum demands. These factors hinder optimal curriculum application, particularly in delivering differentiated instruction and achieving curriculum objectives. Addressing these barriers could improve education quality in Bontang City and provide a framework for broader national implementation. AbstrakKurikulum Merdeka memperkenalkan pendekatan transformatif dalam pendidikan Indonesia dengan berfokus pada pengembangan karakter dan kompetensi siswa. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tingkat implementasi, tantangan yang dihadapi guru, serta faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan kurikulum Merdeka pada mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di tingkat SMA di Kota Bontang guna mengisi kesenjangan pemahaman terkait penerapannya. Desain penelitian menggunakan metode campuran dengan survei dan wawancara terhadap 16 guru PJOK. Instrumen angket diuji validitas dan reliabilitasnya dengan melibatkan 37 responden di luar sampel penelitian, menunjukkan reliabilitas tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kurikulum Merdeka pada mata pelajaran PJOK berada dalam kategori "Baik". Namun, terdapat tantangan, termasuk keterbatasan fasilitas, kurangnya pelatihan guru terkait implementasi kurikulum, serta ketidaksesuaian latar belakang akademik guru dengan tuntutan kurikulum. Faktor-faktor ini menghambat pelaksanaan kurikulum secara optimal, terutama dalam penerapan pembelajaran berdiferensiasi dan pencapaian tujuan kurikulum. Dengan mengatasi hambatan tersebut, kualitas pendidikan di Kota Bontang dapat ditingkatkan, sekaligus menjadi kerangka kerja untuk penerapan secara nasional.Kata Kunci: kurikulum; Kurikulum Merdeka; pendidikan jasmani; PJOK; SMA

Inovasi KurikulumVol. 22(1)
Openalex Percentile: Top 90%
Educational Curriculum and Learning Methods
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.