Exploring cross-curriculum numeracy understanding and implementation in Santa Angela teachers

Numeracy literacy is a key component in achieving the 4th Sustainable Development Goal and is part of Indonesia’s National Graduate Competency Standards, as outlined in Permendikbudristek No. 5 of 2022. However, data from the National Education Report Card over three years consistently shows that numeracy achievements lag reading literacy. Numeracy, a critical 21st-century skill, extends beyond mathematics, supporting students' ability to think critically and engage productively in a data-driven world. The Merdeka Curriculum highlights the significance of developing numeracy as a foundational competency across subjects. This study explores non-mathematics teachers' understanding and implementation of cross-curricular numeracy at Saint Angela Primary School. A mixed-methods approach was used, combining quantitative analysis of teacher responses to the questionnaire and thematic analysis of qualitative data on their views and experiences. Findings reveal that while most teachers have a solid understanding of numeracy and have attempted integration into lessons, the frequency of implementation remains low. Challenges include limited training, insufficient resources, and time constraints in lesson planning. This study underscores the need for enhanced teacher support and professional development to promote effective numeracy integration, with broader implications for curriculum design in primary education. AbstrakLiterasi numerasi merupakan komponen kunci dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) ke-4 dan menjadi bagian dari Standar Kompetensi Lulusan Nasional Indonesia sebagaimana diatur dalam Permendikbudristek No. 5 Tahun 2022. Namun, data dari Rapor Pendidikan Nasional selama tiga tahun berturut-turut menunjukkan bahwa capaian numerasi secara konsisten lebih rendah dibandingkan capaian literasi membaca. Numerasi, sebagai keterampilan penting abad ke-21, tidak hanya relevan dalam pelajaran matematika, tetapi juga mendukung kemampuan siswa untuk berpikir kritis dan berkontribusi secara produktif dalam dunia yang dipenuhi data. Kurikulum Merdeka menekankan pentingnya pengembangan numerasi sebagai kompetensi dasar lintas mata pelajaran. Penelitian ini mengeksplorasi pemahaman dan implementasi numerasi lintas kurikulum oleh guru nonmatematika di SD Santa Angela. Pendekatan metode campuran digunakan dengan analisis kuantitatif terhadap respons kuesioner guru serta analisis tematik terhadap data kualitatif terkait pandangan dan pengalaman mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar guru memiliki pemahaman yang baik tentang numerasi dan telah mencoba mengintegrasikannya dalam pembelajaran, frekuensi penerapannya masih rendah. Tantangan utama meliputi kurangnya pelatihan, keterbatasan sumber daya, dan waktu untuk perencanaan pembelajaran. Penelitian ini menekankan pentingnya dukungan tambahan dan pengembangan profesional bagi guru untuk mendorong integrasi numerasi yang efektif, serta implikasinya terhadap pengembangan kurikulum di sekolah dasar.Kata Kunci: integrasi lintas kurikulum; kurikulum Merdeka; literasi numerasi

Authors

Publication Details

Journal
Inovasi Kurikulum
Published
2025-02-28
DOI
https://doi.org/10.17509/jik.v22i1.78561
Citations
1
Primary Topic
Education Systems and Policy
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
8.93
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Exploring cross-curriculum numeracy understanding and implementation in Santa Angela teachers

R. Rusman, Rivani Adistia Dewi
1 citations
Inovasi Kurikulum
Education Systems and Policy
8.93
article

Exploring cross-curriculum numeracy understanding and implementation in Santa Angela teachers

R. Rusman, Rivani Adistia Dewi
article en
1 citations

Abstract

Numeracy literacy is a key component in achieving the 4th Sustainable Development Goal and is part of Indonesia’s National Graduate Competency Standards, as outlined in Permendikbudristek No. 5 of 2022. However, data from the National Education Report Card over three years consistently shows that numeracy achievements lag reading literacy. Numeracy, a critical 21st-century skill, extends beyond mathematics, supporting students' ability to think critically and engage productively in a data-driven world. The Merdeka Curriculum highlights the significance of developing numeracy as a foundational competency across subjects. This study explores non-mathematics teachers' understanding and implementation of cross-curricular numeracy at Saint Angela Primary School. A mixed-methods approach was used, combining quantitative analysis of teacher responses to the questionnaire and thematic analysis of qualitative data on their views and experiences. Findings reveal that while most teachers have a solid understanding of numeracy and have attempted integration into lessons, the frequency of implementation remains low. Challenges include limited training, insufficient resources, and time constraints in lesson planning. This study underscores the need for enhanced teacher support and professional development to promote effective numeracy integration, with broader implications for curriculum design in primary education. AbstrakLiterasi numerasi merupakan komponen kunci dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) ke-4 dan menjadi bagian dari Standar Kompetensi Lulusan Nasional Indonesia sebagaimana diatur dalam Permendikbudristek No. 5 Tahun 2022. Namun, data dari Rapor Pendidikan Nasional selama tiga tahun berturut-turut menunjukkan bahwa capaian numerasi secara konsisten lebih rendah dibandingkan capaian literasi membaca. Numerasi, sebagai keterampilan penting abad ke-21, tidak hanya relevan dalam pelajaran matematika, tetapi juga mendukung kemampuan siswa untuk berpikir kritis dan berkontribusi secara produktif dalam dunia yang dipenuhi data. Kurikulum Merdeka menekankan pentingnya pengembangan numerasi sebagai kompetensi dasar lintas mata pelajaran. Penelitian ini mengeksplorasi pemahaman dan implementasi numerasi lintas kurikulum oleh guru nonmatematika di SD Santa Angela. Pendekatan metode campuran digunakan dengan analisis kuantitatif terhadap respons kuesioner guru serta analisis tematik terhadap data kualitatif terkait pandangan dan pengalaman mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar guru memiliki pemahaman yang baik tentang numerasi dan telah mencoba mengintegrasikannya dalam pembelajaran, frekuensi penerapannya masih rendah. Tantangan utama meliputi kurangnya pelatihan, keterbatasan sumber daya, dan waktu untuk perencanaan pembelajaran. Penelitian ini menekankan pentingnya dukungan tambahan dan pengembangan profesional bagi guru untuk mendorong integrasi numerasi yang efektif, serta implikasinya terhadap pengembangan kurikulum di sekolah dasar.Kata Kunci: integrasi lintas kurikulum; kurikulum Merdeka; literasi numerasi

Inovasi KurikulumVol. 22(1)
Openalex Percentile: Top 4%
Education Systems and Policy
8.93
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.