Implementation of Kirkpatrick Model in Boarding Training Evaluation at BBPVP Bandung

Training as a competency improvement activity requires evaluation to determine the program's effectiveness. This research is to analyze the evaluation of boarding member-based training programs using the Kirkpatrick model at level I (reaction) and level II (learning). This research uses a quantitative approach with descriptive methods. Data collection techniques were carried out by meansprogram's effectiveness of observation, questionnaires, and documentation studies. The population was 192 participants who participated in stage I training at BBPVP Bandung, and the sample used was 32 boarding participants from the ICT vocational. Data analysis using descriptive quantitative in the form of percentages. This study's findings are the reaction level of boarding participants during training in the ICT vocational program at BBPVP Bandung in the “Good” category. However, some participants were dissatisfied with the services of the organizing committee, which were not responsive and solutive and provided inadequate facilities for less skilled instructors. Judging from the learning outcomes, participants experienced an increase, so participants were said to be competent and received certificates. There is a negative impact, namely the many rules that psychologically make some boarding participants feel unfree and burdened because they cannot adapt to their environment. AbstrakPelatihan sebagai kegiatan peningkatan kompetensi memerlukan evaluasi untuk mengetahui keefektifan program. Penelitian ini untuk menganalisis tentang evaluasi program pelatihan berbasis boarding member dengan menggunakan model Kirpatrick pada level I (reaction) dan level II (learning). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, angket/kuesioner, dan studi dokumentasi. Populasi berjumlah 192 peserta yang mengikuti pelatihan tahap I di BBPVP Bandung dan sampel yang digunakan berjumlah 32 peserta boarding dari kejuruan TIK. Analisis data meggunakan deskriptif kuantitatif berupa persentase. Hasil temuan dalam penelitian ini adalah tingkat reaksi peserta boarding selama mengikuti pelatihan pada program kejuruan TIK di BBPVP Bandungdalam kategori “Baik”. Namun, sebagian peserta merasa kurang puas dengan pelayanan panitia penyelenggara yang tidak responsif dan solutif, fasilitas yang kurang memadai hingga instruktur yang kurang terampil. Dilihat dari hasil pembelajarannya, peserta mengalami peningkatan sehingga peserta dikatakan kompeten dan mendapatkan sertifikat. Terdapat dampak negatif yakni banyaknya peraturan sehingga secara psikologis membuat sebagian peserta boarding merasa tidak bebas dan terbebani karena tidak dapat beradaptasi dengan lingkungannya.Kata Kunci: boarding member; hasil belajar; model evaluasi Kirkpatrick; reaksi

Authors

Publication Details

Journal
Inovasi Kurikulum
Published
2025-02-28
DOI
https://doi.org/10.17509/jik.v22i1.62055
Primary Topic
SMEs Development and Digital Marketing
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Implementation of Kirkpatrick Model in Boarding Training Evaluation at BBPVP Bandung

Zainal Arifin, Ellina Rienovita, Aqsha Azelta Ragawaluya
Inovasi Kurikulum
SMEs Development and Digital Marketing
article

Implementation of Kirkpatrick Model in Boarding Training Evaluation at BBPVP Bandung

Zainal Arifin, Ellina Rienovita, Aqsha Azelta Ragawaluya
article en

Abstract

Training as a competency improvement activity requires evaluation to determine the program's effectiveness. This research is to analyze the evaluation of boarding member-based training programs using the Kirkpatrick model at level I (reaction) and level II (learning). This research uses a quantitative approach with descriptive methods. Data collection techniques were carried out by meansprogram's effectiveness of observation, questionnaires, and documentation studies. The population was 192 participants who participated in stage I training at BBPVP Bandung, and the sample used was 32 boarding participants from the ICT vocational. Data analysis using descriptive quantitative in the form of percentages. This study's findings are the reaction level of boarding participants during training in the ICT vocational program at BBPVP Bandung in the “Good” category. However, some participants were dissatisfied with the services of the organizing committee, which were not responsive and solutive and provided inadequate facilities for less skilled instructors. Judging from the learning outcomes, participants experienced an increase, so participants were said to be competent and received certificates. There is a negative impact, namely the many rules that psychologically make some boarding participants feel unfree and burdened because they cannot adapt to their environment. AbstrakPelatihan sebagai kegiatan peningkatan kompetensi memerlukan evaluasi untuk mengetahui keefektifan program. Penelitian ini untuk menganalisis tentang evaluasi program pelatihan berbasis boarding member dengan menggunakan model Kirpatrick pada level I (reaction) dan level II (learning). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, angket/kuesioner, dan studi dokumentasi. Populasi berjumlah 192 peserta yang mengikuti pelatihan tahap I di BBPVP Bandung dan sampel yang digunakan berjumlah 32 peserta boarding dari kejuruan TIK. Analisis data meggunakan deskriptif kuantitatif berupa persentase. Hasil temuan dalam penelitian ini adalah tingkat reaksi peserta boarding selama mengikuti pelatihan pada program kejuruan TIK di BBPVP Bandungdalam kategori “Baik”. Namun, sebagian peserta merasa kurang puas dengan pelayanan panitia penyelenggara yang tidak responsif dan solutif, fasilitas yang kurang memadai hingga instruktur yang kurang terampil. Dilihat dari hasil pembelajarannya, peserta mengalami peningkatan sehingga peserta dikatakan kompeten dan mendapatkan sertifikat. Terdapat dampak negatif yakni banyaknya peraturan sehingga secara psikologis membuat sebagian peserta boarding merasa tidak bebas dan terbebani karena tidak dapat beradaptasi dengan lingkungannya.Kata Kunci: boarding member; hasil belajar; model evaluasi Kirkpatrick; reaksi

Inovasi KurikulumVol. 22(1)
Openalex Percentile: Top 84%
SMEs Development and Digital Marketing
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.