EKSPLORASI IMPLEMENTASI KURIKULUM DI INDONESIA DAN INGGRIS: TINJAUAN PADA ASPEK PEMBELAJARAN SAINS

ABSTRACT Curriculum is a learning plan that is prepared in accordance with national education policies and objectives to be the main guideline in the education process. This study analyzes the curriculum and implementation of science learning in Indonesia and the United Kingdom. This study uses a qualitative method with a comparative approach based on literature review. The results show that Indonesia uses the more flexible Merdeka Curriculum, but the UK uses a more structured National Curriculum with a Key Stages system. Science learning in Indonesia is still theory-oriented with limited experimental activities in the laboratory, while the UK emphasizes experimentation and problem solving. The advantage of the Indonesian curriculum system is its flexibility, but the main challenge in implementing the curriculum is the availability of supporting infrastructure for science learning and the willingness of educators. In contrast, the UK system has strict academic standards, so academic guidance becomes a challenge for students. To improve the quality of science learning in Indonesia, it is necessary to align the requirements of the curriculum documents with their implementation, improve the competence of teachers, and strengthen laboratory facilities to support experiment-based learning. ABSTRAK Kurikulum adalah rancangan pembelajaran yang disusun sesuai kebijakan dan tujuan pendidikan nasional untuk menjadi pedoman utama dalam proses pendidikan. Penelitian ini menganalisis kurikulum dan implementasi pembelajaran sains di Indonesia dan Inggris. Studi ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan komparatif berbasis studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia menerapkan Kurikulum Merdeka yang lebih fleksibel, namun Inggris menggunakan National Curriculum yang lebih terstruktur dengan sistem Key Stages. Pembelajaran sains di Indonesia masih berorientasi pada teori dengan keterbatasan kegiatan eksperimen di laboratorium, sedangkan Inggris lebih menekankan eksperimen dan pemecahan masalah. Keunggulan sistem kurukulum di Indonesia adalah fleksibilitasnya tetapi tantangan utamanya untuk mengimplementasi kurikulum adalah ketersedian infrastruktur pendukung pembelajaran sain dan kesiapan tenaga pendidik. Sebaliknya, sistem Inggris memiliki standar akademik yang ketat sehingga tuntanta akademik menjadi tantangan bagi siswa. Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sains di Indonesia, diperlukan kesesuian tuntutan dokumen kurikulum dengan implementasinya, peningkatan kompetensi guru, serta penguatan fasilitas laboratorium untuk mendukung pembelajaran berbasis eksperimen.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
EDUCATIONAL Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran
Published
2025-05-04
DOI
https://doi.org/10.51878/educational.v5i2.4802
Primary Topic
Arabic Language Education Studies
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

EKSPLORASI IMPLEMENTASI KURIKULUM DI INDONESIA DAN INGGRIS: TINJAUAN PADA ASPEK PEMBELAJARAN SAINS

Irwan Koto, A.A Ayu Ngurah Wahyuni ., INDRIANI SYAFITRI, TIANITA TIANITA
EDUCATIONAL Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran
Arabic Language Education Studies
article

EKSPLORASI IMPLEMENTASI KURIKULUM DI INDONESIA DAN INGGRIS: TINJAUAN PADA ASPEK PEMBELAJARAN SAINS

Irwan Koto, A.A Ayu Ngurah Wahyuni ., INDRIANI SYAFITRI, TIANITA TIANITA
article en

Abstract

ABSTRACT Curriculum is a learning plan that is prepared in accordance with national education policies and objectives to be the main guideline in the education process. This study analyzes the curriculum and implementation of science learning in Indonesia and the United Kingdom. This study uses a qualitative method with a comparative approach based on literature review. The results show that Indonesia uses the more flexible Merdeka Curriculum, but the UK uses a more structured National Curriculum with a Key Stages system. Science learning in Indonesia is still theory-oriented with limited experimental activities in the laboratory, while the UK emphasizes experimentation and problem solving. The advantage of the Indonesian curriculum system is its flexibility, but the main challenge in implementing the curriculum is the availability of supporting infrastructure for science learning and the willingness of educators. In contrast, the UK system has strict academic standards, so academic guidance becomes a challenge for students. To improve the quality of science learning in Indonesia, it is necessary to align the requirements of the curriculum documents with their implementation, improve the competence of teachers, and strengthen laboratory facilities to support experiment-based learning. ABSTRAK Kurikulum adalah rancangan pembelajaran yang disusun sesuai kebijakan dan tujuan pendidikan nasional untuk menjadi pedoman utama dalam proses pendidikan. Penelitian ini menganalisis kurikulum dan implementasi pembelajaran sains di Indonesia dan Inggris. Studi ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan komparatif berbasis studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia menerapkan Kurikulum Merdeka yang lebih fleksibel, namun Inggris menggunakan National Curriculum yang lebih terstruktur dengan sistem Key Stages. Pembelajaran sains di Indonesia masih berorientasi pada teori dengan keterbatasan kegiatan eksperimen di laboratorium, sedangkan Inggris lebih menekankan eksperimen dan pemecahan masalah. Keunggulan sistem kurukulum di Indonesia adalah fleksibilitasnya tetapi tantangan utamanya untuk mengimplementasi kurikulum adalah ketersedian infrastruktur pendukung pembelajaran sain dan kesiapan tenaga pendidik. Sebaliknya, sistem Inggris memiliki standar akademik yang ketat sehingga tuntanta akademik menjadi tantangan bagi siswa. Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sains di Indonesia, diperlukan kesesuian tuntutan dokumen kurikulum dengan implementasinya, peningkatan kompetensi guru, serta penguatan fasilitas laboratorium untuk mendukung pembelajaran berbasis eksperimen.

EDUCATIONAL Jurnal Inovasi Pendidikan & PengajaranVol. 5(2)
Indonesia University of Education (ID), University of Bengkulu (ID)
Openalex Percentile: Top 90%
Arabic Language Education Studies
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.