DESAIN KONSEPTUAL DESA WISATA DI LAHAN NON-PRODUKTIF
ABSTRACTA tourist village is a village designated as a tourist attraction due to its unique appeal. A tourist village integrates attractions, accommodations, and supporting facilities. It is presented within a community structure that aligns with established customs and traditions. Glagah Village has an underutilized field, prompting the village head to propose a tourist village program to the field supervisor, who had previously surveyed the location. The intended tourist village aims to optimize the non-productive village field into a beneficial area for the community. Therefore, the 2024 UNISDA KKN team take the tasks to conceptualize and design the field to ensure its effective utilization for various village activities and events. The methods used in this community service program include site surveys, interviews with village officials, land use concept design using design software, and community socialization. The results indicate that the tourist village concept, incorporating the construction of a multipurpose hall, can enhance the functionality of the village field while fostering economic and social activities within the community. This project is expected to serve as a model for other villages seeking to optimize their underutilized land. Keywords: Tourist village, land utilization, community service, village development, multipurpose hall. ABSTRAK Desa wisata adalah desa yang dijadikan tempat wisata karena daya tarik yang dimilikinya. Desa wisata merupakan suatu bentuk integrasi antara atraksi, akomodasi, dan fasilitas pendukung. Desa wisata disajikan dalam suatu struktur kehidupan masyarakat yang menyatu dengan tata cara dan tradisi yang berlaku. Desa Glagah memiliki lapangan yang kurang produktif, sehingga pihak desa atau kepala Desa Glagah mengajukan program kerja desa wisata kepada dosen pembimbing lapangan yang sebelumnya telah melakukan survei ke lokasi. Desa wisata yang dimaksud oleh kepala pemerintahan desa ini adalah bagaimana agar lapangan desa yang tidak produktif dapat dioptimalkan menjadi area yang bermanfaat bagi masyarakat. Oleh karena itu, tim KKN UNISDA 2024 bertugas untuk mengonsepsi dan mendesain lapangan ini dengan sebaik mungkin agar dapat digunakan untuk berbagai kegiatan dan acara di desa. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini meliputi survei lokasi, wawancara dengan perangkat desa, perancangan konsep pemanfaatan lahan menggunakan perangkat lunak desain, serta sosialisasi kepada masyarakat. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa konsep desa wisata dengan pembangunan gedung serbaguna dapat meningkatkan fungsi lapangan desa, sekaligus mendorong kegiatan ekonomi dan sosial masyarakat. Diharapkan proyek ini dapat menjadi model bagi desa lain dalam mengoptimalkan potensi lahan yang kurang produktif. Kata kunci: Desa wisata, pemanfaatan lahan, pengabdian masyarakat, pembangunan desa, gedung serbaguna.
Authors
- Dhiah Agustina Qahar
Institutions
- Darul Ulum Islamic University (ID)
Publication Details
- Journal
- Jurnal Pengabdian Masyarakat BAKTI KITA
- Published
- 2025-04-09
- DOI
- https://doi.org/10.52166/baktikita.v6i1.8967
- Primary Topic
- Community-based Tourism Development and Sustainability
- Type
- article
- Field-Weighted Citation Impact
- 0.00