Hubungan Faktor Individu dan Faktor Pekerjaan dengan Tekanan Darah pada Kurir Ekspedisi di Malang Raya

Abstract: Increased blood pressure is often associated with a stressful lifestyle and lack of rest time. Expedition couriers are susceptible to the risk of hypertension due to demanding working conditions. This study aims to analyze the relationship between individual factors (age, education level, duration of work, family history, smoking habits, caffeine consumption, duration of gadget use, sleep quality) and job factors (job stress and mental workload) on blood pressure in expedition couriers in Malang Raya. This study used a cross-sectional design with a sample of 80 couriers selected through quota sampling techniques. Blood pressure data were collected using a digital tensiometer, while individual and job factors were obtained through questionnaires. Data were analyzed univariately and bivariately using the chi square test. The results showed a significant relationship between caffeine consumption and blood pressure (p equals 0.041, PR equals 0.603, 95% CI equals 0.448 to 0.813). Meanwhile, the variables age, education level, duration of work, family history, smoking habits, duration of gadget use, sleep quality, job stress, and mental workload were not related to blood pressure (p more than 0.05). It is recommended that couriers limit their caffeine intake to a maximum of 400 mg per day as per the Food and Drug Administration (FDA) guidelines. Companies also need to provide education on caffeine consumption to maintain employee health. Abstrak: Peningkatan tekanan darah sering dikaitkan dengan gaya hidup yang penuh tekanan dan kurangnya waktu istirahat. Kurir ekspedisi rentan terhadap risiko hipertensi akibat kondisi kerja yang menuntut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor individu (usia, tingkat pendidikan, durasi kerja, riwayat keluarga, kebiasaan merokok, konsumsi kafein, durasi penggunaan gadget, kualitas tidur) dan faktor pekerjaan (stres kerja dan beban kerja mental) terhadap tekanan darah pada kurir ekspedisi di Malang Raya. Studi ini menggunakan desain cross-sectional dengan sampel 80 kurir yang dipilih melalui teknik quota sampling. Data tekanan darah dikumpulkan menggunakan tensimeter digital, sementara faktor individu dan pekerjaan diperoleh melalui kuesioner. Data dianalisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara konsumsi kafein dan tekanan darah (p sama dengan 0,041, PR sama dengan 0,603, 95% CI sama dengan 0,448 sampai 0,813). Sementara itu, variabel usia, tingkat pendidikan, durasi kerja, riwayat keluarga, kebiasaan merokok, durasi penggunaan gadget, kualitas tidur, stres kerja, dan beban kerja mental tidak berhubungan dengan tekanan darah (p lebih dari 0,05). Disarankan agar kurir membatasi konsumsi kafein maksimal 400 mg per hari sesuai pedoman Food and Drug Administration (FDA). Perusahaan juga perlu memberikan edukasi mengenai konsumsi kafein untuk menjaga kesehatan pekerja.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Sport Science and Health
Published
2025-02-28
DOI
https://doi.org/10.17977/um062v7i22025p81-95
Primary Topic
Adolescent Health and Behaviors
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Hubungan Faktor Individu dan Faktor Pekerjaan dengan Tekanan Darah pada Kurir Ekspedisi di Malang Raya

Tika Dwi Tama, Hartati Eko Wardani, Supriyadi Supriyadi, Stella Ayu Puspananda
Sport Science and Health
Adolescent Health and Behaviors
article

Hubungan Faktor Individu dan Faktor Pekerjaan dengan Tekanan Darah pada Kurir Ekspedisi di Malang Raya

Tika Dwi Tama, Hartati Eko Wardani, Supriyadi Supriyadi, Stella Ayu Puspananda
article en

Abstract

Abstract: Increased blood pressure is often associated with a stressful lifestyle and lack of rest time. Expedition couriers are susceptible to the risk of hypertension due to demanding working conditions. This study aims to analyze the relationship between individual factors (age, education level, duration of work, family history, smoking habits, caffeine consumption, duration of gadget use, sleep quality) and job factors (job stress and mental workload) on blood pressure in expedition couriers in Malang Raya. This study used a cross-sectional design with a sample of 80 couriers selected through quota sampling techniques. Blood pressure data were collected using a digital tensiometer, while individual and job factors were obtained through questionnaires. Data were analyzed univariately and bivariately using the chi square test. The results showed a significant relationship between caffeine consumption and blood pressure (p equals 0.041, PR equals 0.603, 95% CI equals 0.448 to 0.813). Meanwhile, the variables age, education level, duration of work, family history, smoking habits, duration of gadget use, sleep quality, job stress, and mental workload were not related to blood pressure (p more than 0.05). It is recommended that couriers limit their caffeine intake to a maximum of 400 mg per day as per the Food and Drug Administration (FDA) guidelines. Companies also need to provide education on caffeine consumption to maintain employee health. Abstrak: Peningkatan tekanan darah sering dikaitkan dengan gaya hidup yang penuh tekanan dan kurangnya waktu istirahat. Kurir ekspedisi rentan terhadap risiko hipertensi akibat kondisi kerja yang menuntut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor individu (usia, tingkat pendidikan, durasi kerja, riwayat keluarga, kebiasaan merokok, konsumsi kafein, durasi penggunaan gadget, kualitas tidur) dan faktor pekerjaan (stres kerja dan beban kerja mental) terhadap tekanan darah pada kurir ekspedisi di Malang Raya. Studi ini menggunakan desain cross-sectional dengan sampel 80 kurir yang dipilih melalui teknik quota sampling. Data tekanan darah dikumpulkan menggunakan tensimeter digital, sementara faktor individu dan pekerjaan diperoleh melalui kuesioner. Data dianalisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara konsumsi kafein dan tekanan darah (p sama dengan 0,041, PR sama dengan 0,603, 95% CI sama dengan 0,448 sampai 0,813). Sementara itu, variabel usia, tingkat pendidikan, durasi kerja, riwayat keluarga, kebiasaan merokok, durasi penggunaan gadget, kualitas tidur, stres kerja, dan beban kerja mental tidak berhubungan dengan tekanan darah (p lebih dari 0,05). Disarankan agar kurir membatasi konsumsi kafein maksimal 400 mg per hari sesuai pedoman Food and Drug Administration (FDA). Perusahaan juga perlu memberikan edukasi mengenai konsumsi kafein untuk menjaga kesehatan pekerja.

Sport Science and HealthVol. 7(2)
State University of Malang (ID)
Openalex Percentile: Top 85%
Adolescent Health and Behaviors
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.