Analisis Implementasi Program Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Tana Tidung

Abstract: This study evaluates the implementation of the stunting reduction acceleration program in Tana Tidung Regency, where the prevalence of stunting increased from 22.8 percent in 2021 to 30.7 percent in 2022. Qualitative methods were used with in-depth interviews, focus group discussions, and field observations. The results of the study identified the main obstacles, namely the lack of cross-sector coordination, low community participation due to stigma, and limited capacity of cadres in data reporting and program implementation. However, local innovations such as the GEBRAK PENTING program have the potential to support stunting reduction, despite limited resources. The study recommends strengthening cross-sector coordination through a pentahelix approach, increasing cadre capacity through ongoing training, and involving traditional and religious leaders for community education to increase program effectiveness and support the achievement of the target of reducing stunting prevalence in the region. Abstrak: Penelitian ini mengevaluasi implementasi program percepatan penurunan stunting di Kabupaten Tana Tidung, di mana prevalensi stunting meningkat dari 22,8 persen pada 2021 menjadi 30,7 persen pada 2022. Metode kualitatif digunakan dengan wawancara mendalam, focus group discussion, dan observasi lapangan. Hasil penelitian mengidentifikasi kendala utama, yaitu kurangnya koordinasi lintas sektor, rendahnya partisipasi masyarakat akibat stigma, dan keterbatasan kapasitas kader dalam pelaporan data serta pelaksanaan program. Meskipun demikian, inovasi lokal seperti program GEBRAK PENTING memiliki potensi untuk mendukung penurunan stunting, meskipun terbatas oleh sumber daya. Penelitian merekomendasikan penguatan koordinasi lintas sektor melalui pendekatan pentahelix, peningkatan kapasitas kader melalui pelatihan berkelanjutan, dan pelibatan tokoh adat serta agama untuk edukasi masyarakat guna meningkatkan efektivitas program dan mendukung pencapaian target penurunan prevalensi stunting di wilayah tersebut.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Sport Science and Health
Published
2025-02-28
DOI
https://doi.org/10.17977/um062v7i22025p96-105
Primary Topic
Public Health and Nutrition
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Analisis Implementasi Program Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Tana Tidung

Wahida, Maria Imaculata Ose, Nur Indah Noviyanti, Gusriani Gusriani
Sport Science and Health
Public Health and Nutrition
article

Analisis Implementasi Program Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Tana Tidung

Wahida, Maria Imaculata Ose, Nur Indah Noviyanti, Gusriani Gusriani
article en

Abstract

Abstract: This study evaluates the implementation of the stunting reduction acceleration program in Tana Tidung Regency, where the prevalence of stunting increased from 22.8 percent in 2021 to 30.7 percent in 2022. Qualitative methods were used with in-depth interviews, focus group discussions, and field observations. The results of the study identified the main obstacles, namely the lack of cross-sector coordination, low community participation due to stigma, and limited capacity of cadres in data reporting and program implementation. However, local innovations such as the GEBRAK PENTING program have the potential to support stunting reduction, despite limited resources. The study recommends strengthening cross-sector coordination through a pentahelix approach, increasing cadre capacity through ongoing training, and involving traditional and religious leaders for community education to increase program effectiveness and support the achievement of the target of reducing stunting prevalence in the region. Abstrak: Penelitian ini mengevaluasi implementasi program percepatan penurunan stunting di Kabupaten Tana Tidung, di mana prevalensi stunting meningkat dari 22,8 persen pada 2021 menjadi 30,7 persen pada 2022. Metode kualitatif digunakan dengan wawancara mendalam, focus group discussion, dan observasi lapangan. Hasil penelitian mengidentifikasi kendala utama, yaitu kurangnya koordinasi lintas sektor, rendahnya partisipasi masyarakat akibat stigma, dan keterbatasan kapasitas kader dalam pelaporan data serta pelaksanaan program. Meskipun demikian, inovasi lokal seperti program GEBRAK PENTING memiliki potensi untuk mendukung penurunan stunting, meskipun terbatas oleh sumber daya. Penelitian merekomendasikan penguatan koordinasi lintas sektor melalui pendekatan pentahelix, peningkatan kapasitas kader melalui pelatihan berkelanjutan, dan pelibatan tokoh adat serta agama untuk edukasi masyarakat guna meningkatkan efektivitas program dan mendukung pencapaian target penurunan prevalensi stunting di wilayah tersebut.

Sport Science and HealthVol. 7(2)
Universitas Borneo Tarakan (ID)
Openalex Percentile: Top 88%
Public Health and Nutrition
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.