MODEL PERENCANAAN PENGGUNAAN DANA CUKAI TEMBAKAU DAN DAMPAKNYA PADA KESEJAHTERAAN PETANI

The management of Tobacco Excise Revenue Sharing Funds (DBH CHT) plays a strategic role in supporting regional economic improvement, particularly for communities dependent on the tobacco agricultural sector. Evaluating the planning and implementation processes of fund usage, as well as how these funds contribute to maintaining labor sustainability and enhancing the welfare of tobacco farmers, is crucial. This study aims to analyze the planning model for the use of DBH CHT in West Java Province and its impact on the welfare of tobacco farmers, as well as to identify factors influencing the effectiveness of planning. The research employs qualitative methods with a case study approach in several areas of West Java. Data collection was conducted through interviews with tobacco farmers, local officials, and document analysis related to DBH CHT. The results indicate that the planning model for DBH CHT in West Java aligns with regulations but still faces challenges in budget absorption, particularly in the areas of community welfare and law enforcement. Despite efforts to improve farmers' welfare, the tangible impact on income and welfare still needs enhancement. This is influenced by factors such as less than optimal coordination between local government agencies (OPD) and relevant ministries, limitations in beneficiary data, and the need for increased transparency and accountability in fund management. This study provides policy recommendations to enhance the effectiveness of DBH CHT planning, especially in supporting the welfare of tobacco farmers in West Java.Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH CHT) memiliki peran strategis dalam mendukung peningkatan ekonomi daerah, terutama bagi masyarakat yang bergantung pada sektor pertanian tembakau. Oleh karena itu evaluasi terhadap proses perencanaan dan implementasi penggunaan dana, serta bagaimana dana tersebut berkontribusi dalam menjaga keberlangsungan tenaga kerja dan meningkatkan kesejahteraan petani tembakau, sangat penting dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model perencanaan penggunaan DBH CHT di Provinsi Jawa Barat dan dampaknya terhadap kesejahteraan petani tembakau serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas perencanaan. Penelitian ini diterapkan dengan metode kualitatif melalui pendekatan studi kasus yang dilakukan di sejumlah daerah di Jawa Barat. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan petani tembakau, pejabat daerah, serta analisis dokumen terkait DBH CHT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model perencanaan DBH CHT di Jawa Barat sudah sesuai dengan ketentuan namun masih menghadapi kendala dalam penyerapan anggaran, terutama pada bidang kesejahteraan masyarakat dan penegakan hukum. Meskipun terdapat upaya untuk meningkatkan kesejahteraan petani, dampak nyata terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masih perlu ditingkatkan. Hal ini dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti: koordinasi yang kurang optimal antara OPD dan kementerian terkait, keterbatasan data penerima manfaat, serta perlunya peningkatan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana. Penelitian ini memberikan rekomendasi kebijakan untuk meningkatkan efektivitas perencanaan penggunaan DBH CHT, khususnya dalam mendukung kesejahteraan petani tembakau di Jawa Barat.

Authors

Publication Details

Journal
Jurnal Akuntansi Keuangan Pajak dan Informasi (JAKPI)
Published
2024-12-31
DOI
https://doi.org/10.32509/jakpi.v4i2.4567
Primary Topic
Agriculture and Agroindustry Studies
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

MODEL PERENCANAAN PENGGUNAAN DANA CUKAI TEMBAKAU DAN DAMPAKNYA PADA KESEJAHTERAAN PETANI

Elis Sondayani
Jurnal Akuntansi Keuangan Pajak dan Informasi (JAKPI)
Agriculture and Agroindustry Studies
article

MODEL PERENCANAAN PENGGUNAAN DANA CUKAI TEMBAKAU DAN DAMPAKNYA PADA KESEJAHTERAAN PETANI

Elis Sondayani
article en

Abstract

The management of Tobacco Excise Revenue Sharing Funds (DBH CHT) plays a strategic role in supporting regional economic improvement, particularly for communities dependent on the tobacco agricultural sector. Evaluating the planning and implementation processes of fund usage, as well as how these funds contribute to maintaining labor sustainability and enhancing the welfare of tobacco farmers, is crucial. This study aims to analyze the planning model for the use of DBH CHT in West Java Province and its impact on the welfare of tobacco farmers, as well as to identify factors influencing the effectiveness of planning. The research employs qualitative methods with a case study approach in several areas of West Java. Data collection was conducted through interviews with tobacco farmers, local officials, and document analysis related to DBH CHT. The results indicate that the planning model for DBH CHT in West Java aligns with regulations but still faces challenges in budget absorption, particularly in the areas of community welfare and law enforcement. Despite efforts to improve farmers' welfare, the tangible impact on income and welfare still needs enhancement. This is influenced by factors such as less than optimal coordination between local government agencies (OPD) and relevant ministries, limitations in beneficiary data, and the need for increased transparency and accountability in fund management. This study provides policy recommendations to enhance the effectiveness of DBH CHT planning, especially in supporting the welfare of tobacco farmers in West Java.Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH CHT) memiliki peran strategis dalam mendukung peningkatan ekonomi daerah, terutama bagi masyarakat yang bergantung pada sektor pertanian tembakau. Oleh karena itu evaluasi terhadap proses perencanaan dan implementasi penggunaan dana, serta bagaimana dana tersebut berkontribusi dalam menjaga keberlangsungan tenaga kerja dan meningkatkan kesejahteraan petani tembakau, sangat penting dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model perencanaan penggunaan DBH CHT di Provinsi Jawa Barat dan dampaknya terhadap kesejahteraan petani tembakau serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas perencanaan. Penelitian ini diterapkan dengan metode kualitatif melalui pendekatan studi kasus yang dilakukan di sejumlah daerah di Jawa Barat. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan petani tembakau, pejabat daerah, serta analisis dokumen terkait DBH CHT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model perencanaan DBH CHT di Jawa Barat sudah sesuai dengan ketentuan namun masih menghadapi kendala dalam penyerapan anggaran, terutama pada bidang kesejahteraan masyarakat dan penegakan hukum. Meskipun terdapat upaya untuk meningkatkan kesejahteraan petani, dampak nyata terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masih perlu ditingkatkan. Hal ini dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti: koordinasi yang kurang optimal antara OPD dan kementerian terkait, keterbatasan data penerima manfaat, serta perlunya peningkatan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana. Penelitian ini memberikan rekomendasi kebijakan untuk meningkatkan efektivitas perencanaan penggunaan DBH CHT, khususnya dalam mendukung kesejahteraan petani tembakau di Jawa Barat.

Jurnal Akuntansi Keuangan Pajak dan Informasi (JAKPI)Vol. 4(2)
Openalex Percentile: Top 46%
Agriculture and Agroindustry Studies
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.