PENGARUH LIMBAH KARET BAN SEBAGAI BAHAN TAMBAHAN AGREGAT KASAR TERHADAP KUAT LENTUR BETON NORMAL

Abstract— Concrete is one of the construction materials that is very commonly used in a construction, both in the construction of buildings, bridges, roads, and other constructions, this is because concrete is resistant to environmental decay, wear-resistant and resistant to weather (hot, cold, rain, sunlight) while the lack of concrete is the low ability to withstand tensile loads because concrete is a brittle material.this research was conducted by adding waste tire rubber to aggregate coarse with variations of 0%, 5%, 10%, and 15% on the weight of coarse aggregate. Concrete measuring 15 x 15 x 60 cm was tested at the age of 7, 14 and 28 days. Normal concrete at 7.14 and 28 days old produces values of 3.67 MPa, 4.73 MPa and 5.44 MPa. 5% waste rubber tire variation concrete at 7.14 and 28 days yielded values of 3.11 MPa, 4.33 MPa and 4.47 MPa. Concrete variations of 10% waste tire rubber at 7.14 and 28 days yielded values of 3.67 MPa, 4.89 MPa and 4.93 MPa. 15% tire rubber waste variation concrete at 7.14 and 28 days produces values of 3.00 MPa, 3.29 MPa and 3.60 MPaNormal concrete without a mixture of tire rubber waste produces the highest flexural strength value at 28 days with a value of 5.44 MPa coMPared to a mixture of 5% and 10% tire waste which produces values of 4.47 and 4.93. while in the waste tire rubber mixture 15% produces a value of 3.60 does not meet the required bending strength of 3.83 MPa. Keywords — Concrete, Strong Bending, Slump, Waste Rubber Tire. Abstrak— Beton merupakan salah satu bahan kontruksi yang sangat umum digunakan dalam sebuah kontruksi, baik dalam kontruksi bangunan, jembatan, jalan, dan kontruksi lainnya, hal ini dikarenan beton tahan terhadap pembusukan lingkungan, tahan aus dan tahan terhadap cuaca (panas, dingin, hujan, sinar matahari) sedangkan kekurangan beton yaitu rendahnya kemampuan menahan beban tarik karena beton merupakan bahan yang getas (brittle).penelitian ini dilakukan dengan menambahkan limbah karet ban pada agregat kasar dengan variasi 0%, 5%, 10%, dan 15% pada berat agregat kasar. beton ukuran 15 x 15 x 60 cm dilakukan pengujian pada umur 7,14 dan 28 hari.Beton normal pada umur 7,14 dan 28 hari menghasilkan nilai sebesar 3,67 MPa,4,73 MPa dan 5,44 MPa. beton variasi limbah karet ban 5% pada 7,14 dan 28 hari menghasilkan nilai 3,11 MPa, 4,33 MPa dan 4,47 MPa. beton variasi limbah karet ban 10% pada 7,14 dan 28 hari menghasilkan nilai 3,67 MPa, 4,89 MPa dan 4,93 MPa. beton variasi limbah karet ban 15% pada 7,14 dan 28 hari menghasilkan nilai 3,00 MPa, 3,29 MPa dan 3,60 MPa Beton normal tanpa campuran limbah karet ban menghasilkan nilai kuat lentur paling tinggi pada 28 hari dengan nilai 5,44 MPa di bandingkan dengan campuran limbah karet ban 5% dan 10 % yang menghasilkan nilai sebesar 4,47 dan 4,93 . Sedangkan pada campuran limbah karet ban 15% menghasilkan nilai sebesar 3,60 tidak memenuhi kuat lentur yang disyaratkan 3,83 MPa. Kata kunci — Beton, Kuat Lentur, Slump, Limbah Karet Ban.

Authors

Publication Details

Journal
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil
Published
2025-04-26
DOI
https://doi.org/10.36423/jitsi.v5i1.1631
Primary Topic
Geotechnical and construction materials studies
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

PENGARUH LIMBAH KARET BAN SEBAGAI BAHAN TAMBAHAN AGREGAT KASAR TERHADAP KUAT LENTUR BETON NORMAL

Alviansyah Walid Oktura, Agi Rivi Hendardi, Risnandar Nurdianto
4 links
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil
Geotechnical and construction materials studies
article

PENGARUH LIMBAH KARET BAN SEBAGAI BAHAN TAMBAHAN AGREGAT KASAR TERHADAP KUAT LENTUR BETON NORMAL

Alviansyah Walid Oktura, Agi Rivi Hendardi, Risnandar Nurdianto
article en

Abstract

Abstract— Concrete is one of the construction materials that is very commonly used in a construction, both in the construction of buildings, bridges, roads, and other constructions, this is because concrete is resistant to environmental decay, wear-resistant and resistant to weather (hot, cold, rain, sunlight) while the lack of concrete is the low ability to withstand tensile loads because concrete is a brittle material.this research was conducted by adding waste tire rubber to aggregate coarse with variations of 0%, 5%, 10%, and 15% on the weight of coarse aggregate. Concrete measuring 15 x 15 x 60 cm was tested at the age of 7, 14 and 28 days. Normal concrete at 7.14 and 28 days old produces values of 3.67 MPa, 4.73 MPa and 5.44 MPa. 5% waste rubber tire variation concrete at 7.14 and 28 days yielded values of 3.11 MPa, 4.33 MPa and 4.47 MPa. Concrete variations of 10% waste tire rubber at 7.14 and 28 days yielded values of 3.67 MPa, 4.89 MPa and 4.93 MPa. 15% tire rubber waste variation concrete at 7.14 and 28 days produces values of 3.00 MPa, 3.29 MPa and 3.60 MPaNormal concrete without a mixture of tire rubber waste produces the highest flexural strength value at 28 days with a value of 5.44 MPa coMPared to a mixture of 5% and 10% tire waste which produces values of 4.47 and 4.93. while in the waste tire rubber mixture 15% produces a value of 3.60 does not meet the required bending strength of 3.83 MPa. Keywords — Concrete, Strong Bending, Slump, Waste Rubber Tire. Abstrak— Beton merupakan salah satu bahan kontruksi yang sangat umum digunakan dalam sebuah kontruksi, baik dalam kontruksi bangunan, jembatan, jalan, dan kontruksi lainnya, hal ini dikarenan beton tahan terhadap pembusukan lingkungan, tahan aus dan tahan terhadap cuaca (panas, dingin, hujan, sinar matahari) sedangkan kekurangan beton yaitu rendahnya kemampuan menahan beban tarik karena beton merupakan bahan yang getas (brittle).penelitian ini dilakukan dengan menambahkan limbah karet ban pada agregat kasar dengan variasi 0%, 5%, 10%, dan 15% pada berat agregat kasar. beton ukuran 15 x 15 x 60 cm dilakukan pengujian pada umur 7,14 dan 28 hari.Beton normal pada umur 7,14 dan 28 hari menghasilkan nilai sebesar 3,67 MPa,4,73 MPa dan 5,44 MPa. beton variasi limbah karet ban 5% pada 7,14 dan 28 hari menghasilkan nilai 3,11 MPa, 4,33 MPa dan 4,47 MPa. beton variasi limbah karet ban 10% pada 7,14 dan 28 hari menghasilkan nilai 3,67 MPa, 4,89 MPa dan 4,93 MPa. beton variasi limbah karet ban 15% pada 7,14 dan 28 hari menghasilkan nilai 3,00 MPa, 3,29 MPa dan 3,60 MPa Beton normal tanpa campuran limbah karet ban menghasilkan nilai kuat lentur paling tinggi pada 28 hari dengan nilai 5,44 MPa di bandingkan dengan campuran limbah karet ban 5% dan 10 % yang menghasilkan nilai sebesar 4,47 dan 4,93 . Sedangkan pada campuran limbah karet ban 15% menghasilkan nilai sebesar 3,60 tidak memenuhi kuat lentur yang disyaratkan 3,83 MPa. Kata kunci — Beton, Kuat Lentur, Slump, Limbah Karet Ban.

Jurnal Ilmiah Teknik SipilVol. 5(1)
Openalex Percentile: Top 91%
Geotechnical and construction materials studies
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.