Pendidikan karakter Kristen di sekolah dalam membangun etika kebebasan berpendapat generasi Z bermedia sosial

ABSTRACT Freedom of speech, which is a human right, is misinterpreted by Gen Z as unlimited and uncontrolled freedom so that the statements or comments made on social media no longer pay attention to the norms that apply in society, especially the ethics taught by the Lord Jesus Christ and the Apostles. Therefore, the purpose of writing this article is to offer Christian character education as a solution in building Gen Z's ethics in social media, so that Gen Z can be salt and light for the wider community. This research is qualitative in nature with the method used is library research. The results show that character education correlates with building social media ethics. Teachers in Christian character education play a big role in building Gen Z's social media ethics. That is why honest and integrity teachers must exist in the family, church and Christian education institutions. Teachers become role models for Gen Z in social media. Key words: Christian Character Education, Gen Z, Social Media, Ethics, Freedom of Speech. ABSTRAKKebebasan berpendapat yang merupakan Hak Asasi Manusia disalahartikan oleh Gen Z sebagai kebebasan yang tanpa batas dan tanpa kontrol sehingga pernyataan atau komentar yang dituangkan di media sosial tidak lagi memperhatikan norma-norma yang berlaku di masyarakat secara khusus etika yang diajarkan Tuhan Yesus Kristus dan para Rasul. Oleh karena itu, tujuan dari penulisan artikel ini adalah menawarkan pendidikan karakter Kristen sebagai solusi dalam membangun etika Gen Z bermedia sosial, sehingga Gen Z dapat menjadi garam dan terang bagi masyarakat luas. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan metode yang digunakan adalah library research. Hasilnya menunjukkan bahwa pendidikan karakter berkorelasi dengan membangun etika bermedia sosial. Guru dalam pendidikan karakter Kristen memainkan peran yang besar dalam membangun etika Gen Z bermedia sosial. Itu sebabnya guru-guru yang jujur dan berintegritas harus ada di dalam lingkungan keluarga, gereja dan institusi pendidikan Kristen. Guru menjadi teladan bagi Gen Z dalam bermedia sosial. Kata kunci: Pendidikan Karakter Kristen, Gen Z, Media Sosial, Etika, Kebebasan Berpendapat.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Davar Jurnal Teologi
Published
2025-02-04
DOI
https://doi.org/10.55807/davar.v5i2.184
Citations
1
Primary Topic
Contemporary Christian Leadership and Education
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
42.40
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Pendidikan karakter Kristen di sekolah dalam membangun etika kebebasan berpendapat generasi Z bermedia sosial

Samuel Hans Kristanto, Selviawati Selviawati, Tju Lie Lie
1 citations
Davar Jurnal Teologi
Contemporary Christian Leadership and Education
42.40
article

Pendidikan karakter Kristen di sekolah dalam membangun etika kebebasan berpendapat generasi Z bermedia sosial

Samuel Hans Kristanto, Selviawati Selviawati, Tju Lie Lie
article en
1 citations

Abstract

ABSTRACT Freedom of speech, which is a human right, is misinterpreted by Gen Z as unlimited and uncontrolled freedom so that the statements or comments made on social media no longer pay attention to the norms that apply in society, especially the ethics taught by the Lord Jesus Christ and the Apostles. Therefore, the purpose of writing this article is to offer Christian character education as a solution in building Gen Z's ethics in social media, so that Gen Z can be salt and light for the wider community. This research is qualitative in nature with the method used is library research. The results show that character education correlates with building social media ethics. Teachers in Christian character education play a big role in building Gen Z's social media ethics. That is why honest and integrity teachers must exist in the family, church and Christian education institutions. Teachers become role models for Gen Z in social media. Key words: Christian Character Education, Gen Z, Social Media, Ethics, Freedom of Speech. ABSTRAKKebebasan berpendapat yang merupakan Hak Asasi Manusia disalahartikan oleh Gen Z sebagai kebebasan yang tanpa batas dan tanpa kontrol sehingga pernyataan atau komentar yang dituangkan di media sosial tidak lagi memperhatikan norma-norma yang berlaku di masyarakat secara khusus etika yang diajarkan Tuhan Yesus Kristus dan para Rasul. Oleh karena itu, tujuan dari penulisan artikel ini adalah menawarkan pendidikan karakter Kristen sebagai solusi dalam membangun etika Gen Z bermedia sosial, sehingga Gen Z dapat menjadi garam dan terang bagi masyarakat luas. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan metode yang digunakan adalah library research. Hasilnya menunjukkan bahwa pendidikan karakter berkorelasi dengan membangun etika bermedia sosial. Guru dalam pendidikan karakter Kristen memainkan peran yang besar dalam membangun etika Gen Z bermedia sosial. Itu sebabnya guru-guru yang jujur dan berintegritas harus ada di dalam lingkungan keluarga, gereja dan institusi pendidikan Kristen. Guru menjadi teladan bagi Gen Z dalam bermedia sosial. Kata kunci: Pendidikan Karakter Kristen, Gen Z, Media Sosial, Etika, Kebebasan Berpendapat.

Davar Jurnal TeologiVol. 5(2)
Jakarta Theological Seminary (ID)
Openalex Percentile: Top 1%
Contemporary Christian Leadership and Education
42.40
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.