Durasi Penggunaan Media Sosial dan Kecenderungan Adiksi Belanja Daring Pada Mahasiswa

This study aims to determine the relationship between the duration of social media use and the tendency toward online shopping addiction among students at Universitas Syiah Kuala. This research is based on two main data which show that students aged 18–24 are the largest group of social media users and online shopping is the most dominant internet activity. Changes in consumption patterns due to social media have the potential to trigger addictive behavior in online shopping. This research uses a quantitative approach with purposive sampling technique and the sample criteria include students at Universitas Syiah Kuala who use social media for more than three hours per day and shop online at least twice per month. The instruments used were the Social Networking Time Use Scale (SONTUS) and the Online Shopping Addiction Scale (OSAS). The analysis using the Spearman Rho test showed a significant positive relationship between the duration of social media use and the tendency toward online shopping addiction (p = 0.001; r = 0.190). Although significant, the strength of the relationship is very weak. This indicates that the longer students use social media, the more likely they are to exhibit signs of online shopping addiction, although the influence is not dominant. Other factors such as economic conditions, purposes of social media use, and individual characteristics also play a role. This study suggests that students should develop awareness in managing their time on social media to prevent excessive consumer behaviors.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara durasi penggunaan media sosial dengan kecenderungan adiksi belanja daring pada mahasiswa Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini didasarkan pada dua data penting bahwa mahasiswa usia 18-24 tahun merupakan pengguna media sosial terbesar dan belanja daring menjadi aktivitas dominan di internet. Perubahan pola konsumsi akibat media sosial menimbulkan potensi perlilaku adiktif dalam berbelanja secara daring. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pemilihan sampel purposive dengan kriteria sampel adalah mahasiswa Universitas Syiah Kuala yang menggunakan media sosial lebih dari tiga jam per hari dan berbelanja daring minimal dua kali per bulan. Instrumen yang digunakan yaitu Social Networking Time Use Scale (SONTUS) dan Online Shopping Addiction Scale (OSAS). Hasil analisis menggunakan uji Spearman Rho menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara durasi penggunaan media sosial dengan kecenderungan adiksi belanja daring (p = 0,001; r = 0,190). Meskipun hubungan tersebut signifikan, kekuatannya tergolong sangat lemah. Hal ini menunjukkan bahwa semakin lama mahasiswa menggunakan media sosial, maka kecenderungan untuk mengalami adiksi belanja daring meningkat tetapi pengaruhnya tidak dominan. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin lama mahasiswa menggunakan media sosial, maka semakin besar kemungkinan mereka memiliki kecenderungan untuk mengalami adiksi belanja daring. Namun demikian, durasi penggunaan media sosial bukanlah satu-satunya faktor yang memengaruhi kecenderungan tersebut. Faktor-faktor lain seperti kondisi ekonomi, tujuan penggunaan media sosial, dan karakteristik individu turut berperan. Penelitian ini menyarankan agar mahasiswa memiliki kesadaran dalam mengelola waktu di media sosial guna mencegah perilaku konsumtif berlebihan.

Authors

Publication Details

Journal
Syiah Kuala Psychology Journal
Published
2025-04-22
DOI
https://doi.org/10.24815/skpj.v3i1.32597
Primary Topic
Educational Methods and Media Use
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Durasi Penggunaan Media Sosial dan Kecenderungan Adiksi Belanja Daring Pada Mahasiswa

Santi Julita, Sarah Khairunnisa, Mirza Mirza, Eka Dian Aprilia
Syiah Kuala Psychology Journal
Educational Methods and Media Use
article

Durasi Penggunaan Media Sosial dan Kecenderungan Adiksi Belanja Daring Pada Mahasiswa

Santi Julita, Sarah Khairunnisa, Mirza Mirza, Eka Dian Aprilia
article en

Abstract

This study aims to determine the relationship between the duration of social media use and the tendency toward online shopping addiction among students at Universitas Syiah Kuala. This research is based on two main data which show that students aged 18–24 are the largest group of social media users and online shopping is the most dominant internet activity. Changes in consumption patterns due to social media have the potential to trigger addictive behavior in online shopping. This research uses a quantitative approach with purposive sampling technique and the sample criteria include students at Universitas Syiah Kuala who use social media for more than three hours per day and shop online at least twice per month. The instruments used were the Social Networking Time Use Scale (SONTUS) and the Online Shopping Addiction Scale (OSAS). The analysis using the Spearman Rho test showed a significant positive relationship between the duration of social media use and the tendency toward online shopping addiction (p = 0.001; r = 0.190). Although significant, the strength of the relationship is very weak. This indicates that the longer students use social media, the more likely they are to exhibit signs of online shopping addiction, although the influence is not dominant. Other factors such as economic conditions, purposes of social media use, and individual characteristics also play a role. This study suggests that students should develop awareness in managing their time on social media to prevent excessive consumer behaviors.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara durasi penggunaan media sosial dengan kecenderungan adiksi belanja daring pada mahasiswa Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini didasarkan pada dua data penting bahwa mahasiswa usia 18-24 tahun merupakan pengguna media sosial terbesar dan belanja daring menjadi aktivitas dominan di internet. Perubahan pola konsumsi akibat media sosial menimbulkan potensi perlilaku adiktif dalam berbelanja secara daring. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pemilihan sampel purposive dengan kriteria sampel adalah mahasiswa Universitas Syiah Kuala yang menggunakan media sosial lebih dari tiga jam per hari dan berbelanja daring minimal dua kali per bulan. Instrumen yang digunakan yaitu Social Networking Time Use Scale (SONTUS) dan Online Shopping Addiction Scale (OSAS). Hasil analisis menggunakan uji Spearman Rho menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara durasi penggunaan media sosial dengan kecenderungan adiksi belanja daring (p = 0,001; r = 0,190). Meskipun hubungan tersebut signifikan, kekuatannya tergolong sangat lemah. Hal ini menunjukkan bahwa semakin lama mahasiswa menggunakan media sosial, maka kecenderungan untuk mengalami adiksi belanja daring meningkat tetapi pengaruhnya tidak dominan. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin lama mahasiswa menggunakan media sosial, maka semakin besar kemungkinan mereka memiliki kecenderungan untuk mengalami adiksi belanja daring. Namun demikian, durasi penggunaan media sosial bukanlah satu-satunya faktor yang memengaruhi kecenderungan tersebut. Faktor-faktor lain seperti kondisi ekonomi, tujuan penggunaan media sosial, dan karakteristik individu turut berperan. Penelitian ini menyarankan agar mahasiswa memiliki kesadaran dalam mengelola waktu di media sosial guna mencegah perilaku konsumtif berlebihan.

Syiah Kuala Psychology JournalVol. 3(1)
Openalex Percentile: Top 89%
Educational Methods and Media Use
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.