Pengaruh Penerapan Green Accounting Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Profitabilitas Sebagai Variabel Moderasi

This research aims to test and analyse the effect of green accounting on firm value and the effect of profitability as the moderator variable between green accounting and firm value. Green accounting is the newest accounting paradigm that not only focuses on financial accounting perspectives, such as conventional accounting, but also pays attention to social, community and environmental interests. All this time, the focus of accounting practice has only been on financial transactions, even though various environmental and social-related events are also one of the foundations for the establishment of a business. In recent decades, the business world in general has increasingly recognised the relevance of environmental factors as important determinants of business decisions. The population of this study include basic materials companies listed on the Indonesia Stock Exchange and the PROPER program by the Ministry of Environment and Forestry between 2015 and 2021, from which the samples are selected through purposive sampling. PROPER is a company performance rating assessment program in environmental management by the Ministry of Environment and Forestry (KLHK), which aims to encourage improvements in the quality of environmental management by companies in Indonesia. This research employs a quantitative approach in which the data are collected through documentation and analysed by panel data Moderated Regression Analysis (MRA) utilising E-views version 12. The results of this study exhibit that green accounting has an effect on firm value, and profitability does not moderate the effect of green accounting on firm value. Abstract Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh green accounting terhadap nilai perusahaan dan pengaruh profitabilitas sebagai moderasi antara green accounting dan nilai perusahaan. Green accounting merupakan paradigma akuntansi terbaru yang tidak hanya berfokus kepada hanya berfokus kepada perpektif akuntansi keuangan seperti akuntansi konvesional namun juga memerhatikan kepentingan sosial, masyarakat dan lingkungan. Selama ini fokus dari praktik akuntansi hanya kepada transaksi-transaksi keuangan padahal berbagai peristiwa terkait lingkungan dan sosial yang kenyataannya juga menjadi salah satu fondasi bagi berdirinya suatu bisnis. Dalam beberapa dekade terakhir, dunia bisnis pada umumnya telah semakin mengakui relevansi faktor lingkungan sebagai penentu penting keputusan bisnis. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan sektor basic materials yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan terdaftar di program PROPER oleh Kementrian Lingkuhan Hidup dan Kehutanan (KLHK) selama periode 2015 sampai dengan 2021. PROPER adalah program penilaian peringkat kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang bertujuan untuk mendorong peningkatan kualitas pengelolaan lingkungan oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data dokumentasi. Teknik pemilihan sampel menggunakan purposive sampling. Data dianalisis menggunakan Moderated Regression Analysis (MRA) data panel dengan E-views versi 12. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa green accounting berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Profitabilitas tidak memoderasi pengaruh green accounting terhadap nilai perusahaan.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Telaah Ilmiah Akuntansi dan Perpajakan.
Published
2024-08-30
DOI
https://doi.org/10.21776/tiara.2024.2.4.110
Primary Topic
Consumer Behavior and Marketing Influence
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Pengaruh Penerapan Green Accounting Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Profitabilitas Sebagai Variabel Moderasi

Lidya Zhafira
Telaah Ilmiah Akuntansi dan Perpajakan.
Consumer Behavior and Marketing Influence
article

Pengaruh Penerapan Green Accounting Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Profitabilitas Sebagai Variabel Moderasi

Lidya Zhafira
article en

Abstract

This research aims to test and analyse the effect of green accounting on firm value and the effect of profitability as the moderator variable between green accounting and firm value. Green accounting is the newest accounting paradigm that not only focuses on financial accounting perspectives, such as conventional accounting, but also pays attention to social, community and environmental interests. All this time, the focus of accounting practice has only been on financial transactions, even though various environmental and social-related events are also one of the foundations for the establishment of a business. In recent decades, the business world in general has increasingly recognised the relevance of environmental factors as important determinants of business decisions. The population of this study include basic materials companies listed on the Indonesia Stock Exchange and the PROPER program by the Ministry of Environment and Forestry between 2015 and 2021, from which the samples are selected through purposive sampling. PROPER is a company performance rating assessment program in environmental management by the Ministry of Environment and Forestry (KLHK), which aims to encourage improvements in the quality of environmental management by companies in Indonesia. This research employs a quantitative approach in which the data are collected through documentation and analysed by panel data Moderated Regression Analysis (MRA) utilising E-views version 12. The results of this study exhibit that green accounting has an effect on firm value, and profitability does not moderate the effect of green accounting on firm value. Abstract Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh green accounting terhadap nilai perusahaan dan pengaruh profitabilitas sebagai moderasi antara green accounting dan nilai perusahaan. Green accounting merupakan paradigma akuntansi terbaru yang tidak hanya berfokus kepada hanya berfokus kepada perpektif akuntansi keuangan seperti akuntansi konvesional namun juga memerhatikan kepentingan sosial, masyarakat dan lingkungan. Selama ini fokus dari praktik akuntansi hanya kepada transaksi-transaksi keuangan padahal berbagai peristiwa terkait lingkungan dan sosial yang kenyataannya juga menjadi salah satu fondasi bagi berdirinya suatu bisnis. Dalam beberapa dekade terakhir, dunia bisnis pada umumnya telah semakin mengakui relevansi faktor lingkungan sebagai penentu penting keputusan bisnis. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan sektor basic materials yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan terdaftar di program PROPER oleh Kementrian Lingkuhan Hidup dan Kehutanan (KLHK) selama periode 2015 sampai dengan 2021. PROPER adalah program penilaian peringkat kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang bertujuan untuk mendorong peningkatan kualitas pengelolaan lingkungan oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data dokumentasi. Teknik pemilihan sampel menggunakan purposive sampling. Data dianalisis menggunakan Moderated Regression Analysis (MRA) data panel dengan E-views versi 12. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa green accounting berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Profitabilitas tidak memoderasi pengaruh green accounting terhadap nilai perusahaan.

Telaah Ilmiah Akuntansi dan Perpajakan.Vol. 2(4)
University of Brawijaya (ID)
Openalex Percentile: Top 58%
Consumer Behavior and Marketing Influence
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.