The Influence of KH. Hasyim Asy'ari's Moderate Political Thought on Efforts to Counter the Radicalism Movement in Indonesia
The roots of radicalism among Muslims are often associated with religious beliefs. However, radicalism can arise from various factors, including economic, political, and social. This study focuses on the discussion of the influence of KH. Hasyim Asy'ari's moderate political thinking on efforts to overcome radicalism movements in Indonesia, namely focusing more on the moderate political side and efforts to overcome radicalism. This study aims to analyze the contribution and influence of KH. Hasyim Asy'ari's moderate political thinking in efforts to overcome radicalism. The method used in this study is descriptive qualitative. The research in this article uses a library research method or also known as the library research study method, namely a strategy for collecting information through the introduction of relevant theories and literature. KH. Hasyim Asy'ari emphasized four principles in society to prevent radicalism: tawasuth and i'tidal (moderate and fair attitudes), tasamuh (tolerance), tawazun (balance), and amar ma'ruf nahi munkar (encouraging goodness and preventing harm). This study contributes a conceptual framework that Islamic moderation based on the pesantren tradition can be an effective instrument in deradicalization. The thoughts of KH. Hasyim Asy'ari not only represent the legacy of classical Islamic knowledge, but also show the adaptive capacity of Islam in facing modern socio-political dynamics. Thus, the moderate political thoughts of KH. Hasyim Asy'ari are relevant as references in developing sustainable educational strategies and ideological policies in the context of Indonesia and the wider Islamic world. Akar radikalisme di kalangan umat Islam seringkali dikaitkan dengan keyakinan agama. Namun radikalisme bisa muncul dari berbagai faktor, termasuk ekonomi, politik, dan sosial. Peneitian ini memfokuskan pembahasan tentang pengaruh pemikiran politik moderat KH. Hasyim Asy''ari terhadap upaya penanggulangan gerakan radikalisme di Indonesia, yakni lebih fokus pada sisi politik moderat dan upaya dalam penanggulangan radikalisme. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi serta pengaruh pemikiran politik moderat KH. Hasyim Asy’ari dalam upaya penanggulangan radikalisme. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian dalam artikel ini menggunakan metode penelitian kepustakaan atau dikenal juga dengan metode studi library research, yaitu strategi pengumpulan informasi melalui pengenalan teori dan literatur yang relevan. KH. Hasyim Asy’ari menekankan empat prinsip dalam bermasyarakat untuk mencegah radikalisme: tawasuth dan i’tidal (sikap moderat dan adil), tasamuh (toleransi), tawazun (keseimbangan), serta amar ma’ruf nahi munkar (mendorong kebaikan dan mencegah kerusakan). Penelitian ini menyumbangkan kerangka konseptual bahwa moderatisme Islam berbasis tradisi pesantren mampu menjadi instrumen efektif dalam deradikalisasi. Pemikiran KH. Hasyim Asy’ari tidak hanya merepresentasikan warisan keilmuan klasik Islam, tetapi juga menunjukkan kapasitas adaptif Islam dalam menghadapi dinamika sosial-politik modern. Dengan demikian, pemikiran politik moderat KH. Hasyim Asy’ari relevan dijadikan referensi dalam pengembangan strategi pendidikan dan kebijakan ideologis yang berkelanjutan dalam konteks Indonesia maupun dunia Islam secara luas.
Authors
- Gesit Yudha (ORCID: https://orcid.org/0009-0004-6323-141X)
- Arsyad Sobby Kesuma (ORCID: https://orcid.org/0000-0003-0593-9546)
- Andi Hermawan
Institutions
- Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (ID)
Publication Details
- Journal
- JPW (Jurnal Politik Walisongo)
- Published
- 2024-10-30
- DOI
- https://doi.org/10.21580/jpw.v6i2.20653
- Primary Topic
- Islamic Studies and Radicalism
- Type
- article
- Field-Weighted Citation Impact
- 0.00