Daya Terima Cookies Substitusi Hati Ayam Selai Nanas Sebagai Alternatif Makanan Tambahan Pencegahan Anemia Pada Remaja Putri

Anemia is a body condition in which hemoglobin (Hb) levels in red blood cells are lower, caused due to lack of iron (Fe) intake, anemia in adolescent girls with hemoglobin levels (Hb <12 g / dL) . Efforts to improve nutrition can be done by providing additional foods with high iron. The food ingredients used are chicken liver meal and pineapple selei as support. Chicken liver source of animal protein contains iron (Fe), and pineapple contains vitamin-C which is 24 mg / 100 grams. The purpose of the study was to know the acceptability, know the formulation, and determine the nutritional content of pineapple jam chicken liver substitution cookies based on proximate analysis. Experimental research method with non-factorial complete randomized design (RAL). The results showed that the selected cookies were F1 cookies (75 g wheat flour and 25 g chicken liver meal) with an energy content of 477.29 kcal (per 100 g), 9.85% protein, 23.01 % fat carbohydrates 57.70%, iron (Fe) 4.47 mg, and vitamin C 2.14 mg. Keywords: Cookies, chicken liver meal, pineapple jam, teenager, and anemia. Abstrak Anemia adalah suatu kondisi tubuh di mana kadar hemoglobin (Hb) dalam sel darah merah lebih rendah, disebabkan karena kurang asupan zat besi (Fe), Anemia pada remaja putri dengan kadar hemoglobin (Hb <12 g/dL) . Upaya untuk perbaikan gizi dapat dilakukan dengan memberikan makanan tambahan dengan tinggi zat besi. Bahan pangan yang digunakan adalah tepung hati ayam dan selei nanas sebagai pendukungnya. Hati ayam sumber protein hewani mengandung zat besi (Fe), dan nanas mengandung vitamin-C yaitu 24 mg/100gram. Tujuan penelitian mengetahui daya terima, mengetahui formulasi, serta mengetahui kandungan gizi pada cookies substitusi hati ayam selai nanas berdasarkan analisis proksimat. Metode Penelitian eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) non faktorial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cookies terpilih yaitu cookies F1 (75 g tepung terigu dan 25 g tepung hati ayam) dengan kandungan energi 477,29 kkal (per 100 g), protein 9,85%, lemak 23,01%, karbohidrat 57,70%, zat besi (Fe) 4,47 mg, dan vitamin C 2,14 mg. Kata kunci: Cookies, tepung hati ayam, selai nenas, remaja dan anemia. Abstrak Anemia adalah suatu kondisi tubuh di mana kadar hemoglobin (Hb) dalam sel darah merah lebih rendah, disebabkan karena kurang asupan zat besi (Fe), Anemia pada remaja putri dengan kadar hemoglobin (Hb <12 g/dL) . Upaya untuk perbaikan gizi dapat dilakukan dengan memberikan makanan tambahan dengan tinggi zat besi. Bahan pangan yang digunakan adalah tepung hati ayam dan selei nanas sebagai pendukungnya. Hati ayam sumber protein hewani mengandung zat besi (Fe), dan nanas mengandung vitamin-C yaitu 24 mg/100gram. Tujuan penelitian mengetahui daya terima, mengetahui formulasi, serta mengetahui kandungan gizi pada cookies substitusi hati ayam selai nanas berdasarkan analisis proksimat. Metode Penelitian eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) non faktorial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cookies terpilih yaitu cookies F1 (75 g tepung terigu dan 25 g tepung hati ayam) dengan kandungan energi 477,29 kkal (per 100 g), protein 9,85%, lemak 23,01%, karbohidrat 57,70%, zat besi (Fe) 4,47 mg, dan vitamin C 2,14 mg. Kata kunci: Cookies, tepung hati ayam, selai nenas, remaja dan anemia.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Jurnal Pustaka Padi (Pusat Akses Kajian Pangan dan Gizi)
Published
2024-12-30
DOI
https://doi.org/10.55382/jurnalpustakapadi.v3i3.803
Primary Topic
Public Health and Nutrition
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Daya Terima Cookies Substitusi Hati Ayam Selai Nanas Sebagai Alternatif Makanan Tambahan Pencegahan Anemia Pada Remaja Putri

Sriwiyanti Sriwiyanti, Imelda Telisa, Manuntun Rotua, Angelina Angelina
Jurnal Pustaka Padi (Pusat Akses Kajian Pangan dan Gizi)
Public Health and Nutrition
article

Daya Terima Cookies Substitusi Hati Ayam Selai Nanas Sebagai Alternatif Makanan Tambahan Pencegahan Anemia Pada Remaja Putri

Sriwiyanti Sriwiyanti, Imelda Telisa, Manuntun Rotua, Angelina Angelina
article en

Abstract

Anemia is a body condition in which hemoglobin (Hb) levels in red blood cells are lower, caused due to lack of iron (Fe) intake, anemia in adolescent girls with hemoglobin levels (Hb <12 g / dL) . Efforts to improve nutrition can be done by providing additional foods with high iron. The food ingredients used are chicken liver meal and pineapple selei as support. Chicken liver source of animal protein contains iron (Fe), and pineapple contains vitamin-C which is 24 mg / 100 grams. The purpose of the study was to know the acceptability, know the formulation, and determine the nutritional content of pineapple jam chicken liver substitution cookies based on proximate analysis. Experimental research method with non-factorial complete randomized design (RAL). The results showed that the selected cookies were F1 cookies (75 g wheat flour and 25 g chicken liver meal) with an energy content of 477.29 kcal (per 100 g), 9.85% protein, 23.01 % fat carbohydrates 57.70%, iron (Fe) 4.47 mg, and vitamin C 2.14 mg. Keywords: Cookies, chicken liver meal, pineapple jam, teenager, and anemia. Abstrak Anemia adalah suatu kondisi tubuh di mana kadar hemoglobin (Hb) dalam sel darah merah lebih rendah, disebabkan karena kurang asupan zat besi (Fe), Anemia pada remaja putri dengan kadar hemoglobin (Hb <12 g/dL) . Upaya untuk perbaikan gizi dapat dilakukan dengan memberikan makanan tambahan dengan tinggi zat besi. Bahan pangan yang digunakan adalah tepung hati ayam dan selei nanas sebagai pendukungnya. Hati ayam sumber protein hewani mengandung zat besi (Fe), dan nanas mengandung vitamin-C yaitu 24 mg/100gram. Tujuan penelitian mengetahui daya terima, mengetahui formulasi, serta mengetahui kandungan gizi pada cookies substitusi hati ayam selai nanas berdasarkan analisis proksimat. Metode Penelitian eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) non faktorial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cookies terpilih yaitu cookies F1 (75 g tepung terigu dan 25 g tepung hati ayam) dengan kandungan energi 477,29 kkal (per 100 g), protein 9,85%, lemak 23,01%, karbohidrat 57,70%, zat besi (Fe) 4,47 mg, dan vitamin C 2,14 mg. Kata kunci: Cookies, tepung hati ayam, selai nenas, remaja dan anemia. Abstrak Anemia adalah suatu kondisi tubuh di mana kadar hemoglobin (Hb) dalam sel darah merah lebih rendah, disebabkan karena kurang asupan zat besi (Fe), Anemia pada remaja putri dengan kadar hemoglobin (Hb <12 g/dL) . Upaya untuk perbaikan gizi dapat dilakukan dengan memberikan makanan tambahan dengan tinggi zat besi. Bahan pangan yang digunakan adalah tepung hati ayam dan selei nanas sebagai pendukungnya. Hati ayam sumber protein hewani mengandung zat besi (Fe), dan nanas mengandung vitamin-C yaitu 24 mg/100gram. Tujuan penelitian mengetahui daya terima, mengetahui formulasi, serta mengetahui kandungan gizi pada cookies substitusi hati ayam selai nanas berdasarkan analisis proksimat. Metode Penelitian eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) non faktorial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cookies terpilih yaitu cookies F1 (75 g tepung terigu dan 25 g tepung hati ayam) dengan kandungan energi 477,29 kkal (per 100 g), protein 9,85%, lemak 23,01%, karbohidrat 57,70%, zat besi (Fe) 4,47 mg, dan vitamin C 2,14 mg. Kata kunci: Cookies, tepung hati ayam, selai nenas, remaja dan anemia.

Jurnal Pustaka Padi (Pusat Akses Kajian Pangan dan Gizi)Vol. 3(3)
Lietuvos Mokslo Taryba (LT)
Openalex Percentile: Top 57%
Public Health and Nutrition
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.