Pandangan Teologis Jamaah Tabligh tentang Kerja, Usaha, dan Takdir di Kota Medan

The Jamaah Tabligh is a religious movement that emphasizes missionary work (dakwah) as a form of devotion, but this emphasis often raises concerns regarding the balance with economic responsibilities and family welfare. This study aims to explore the theological views of the Jamaah Tabligh in Medan regarding work, effort, and fate, and how these three concepts are interrelated in their daily lives. A qualitative approach was employed, using in-depth interviews, observation, and and relevant literature review. The findings reveal that Jamaah Tabligh perceive work as a religious obligation, where individuals must exert maximum effort, but the outcomes are ultimately left to God’s will. They also distinguish between immutable fate (takdir mubram) and changeable fate (takdir muallaq), which can be altered through effort and prayer. In conclusion, the theological views of Jamaah Tabligh integrate the doctrine of human effort with submission to divine fate. The implications of this study highlight the importance of balancing missionary activities with economic responsibilities in religious practice.Abstrak: Jamaah Tabligh merupakan gerakan keagamaan yang menekankan dakwah sebagai bentuk pengabdian, namun hal ini sering dipertentangkan dengan tanggung jawab terhadap kerja dan kesejahteraan ekonomi keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pandangan teologis Jamaah Tabligh di Kota Medan terkait kerja, usaha, dan takdir, serta bagaimana ketiga konsep ini saling berhubungan dalam kehidupan mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam, observasi dan kajian litratur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jamaah Tabligh memandang kerja sebagai kewajiban yang memiliki nilai ibadah, di mana manusia diwajibkan berusaha semaksimal mungkin, tetapi hasilnya tetap dikembalikan kepada kehendak Tuhan. Mereka juga membedakan antara takdir yang tidak dapat diubah (takdir mubram) dan takdir yang bisa diubah melalui usaha dan doa (takdir muallaq). Kesimpulannya, pandangan teologis Jamaah Tabligh menggabungkan antara doktrin usaha manusia dengan kepasrahan terhadap takdir Tuhan. Implikasi dari penelitian ini memperlihatkan pentingnya keseimbangan antara aktivitas dakwah dan tanggung jawab ekonomi dalam praktik beragama Jamaah Tabligh.

Authors

Publication Details

Journal
Substantia/Substantia : Jurnal Ilmu-ilmu Ushuluddin
Published
2024-10-30
DOI
https://doi.org/10.22373/substantia.v26i2.26313
Primary Topic
Legal Studies and Policies
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Pandangan Teologis Jamaah Tabligh tentang Kerja, Usaha, dan Takdir di Kota Medan

Maulana Andi Surya
Substantia/Substantia : Jurnal Ilmu-ilmu Ushuluddin
Legal Studies and Policies
article

Pandangan Teologis Jamaah Tabligh tentang Kerja, Usaha, dan Takdir di Kota Medan

Maulana Andi Surya
article en

Abstract

The Jamaah Tabligh is a religious movement that emphasizes missionary work (dakwah) as a form of devotion, but this emphasis often raises concerns regarding the balance with economic responsibilities and family welfare. This study aims to explore the theological views of the Jamaah Tabligh in Medan regarding work, effort, and fate, and how these three concepts are interrelated in their daily lives. A qualitative approach was employed, using in-depth interviews, observation, and and relevant literature review. The findings reveal that Jamaah Tabligh perceive work as a religious obligation, where individuals must exert maximum effort, but the outcomes are ultimately left to God’s will. They also distinguish between immutable fate (takdir mubram) and changeable fate (takdir muallaq), which can be altered through effort and prayer. In conclusion, the theological views of Jamaah Tabligh integrate the doctrine of human effort with submission to divine fate. The implications of this study highlight the importance of balancing missionary activities with economic responsibilities in religious practice.Abstrak: Jamaah Tabligh merupakan gerakan keagamaan yang menekankan dakwah sebagai bentuk pengabdian, namun hal ini sering dipertentangkan dengan tanggung jawab terhadap kerja dan kesejahteraan ekonomi keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pandangan teologis Jamaah Tabligh di Kota Medan terkait kerja, usaha, dan takdir, serta bagaimana ketiga konsep ini saling berhubungan dalam kehidupan mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam, observasi dan kajian litratur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jamaah Tabligh memandang kerja sebagai kewajiban yang memiliki nilai ibadah, di mana manusia diwajibkan berusaha semaksimal mungkin, tetapi hasilnya tetap dikembalikan kepada kehendak Tuhan. Mereka juga membedakan antara takdir yang tidak dapat diubah (takdir mubram) dan takdir yang bisa diubah melalui usaha dan doa (takdir muallaq). Kesimpulannya, pandangan teologis Jamaah Tabligh menggabungkan antara doktrin usaha manusia dengan kepasrahan terhadap takdir Tuhan. Implikasi dari penelitian ini memperlihatkan pentingnya keseimbangan antara aktivitas dakwah dan tanggung jawab ekonomi dalam praktik beragama Jamaah Tabligh.

Substantia/Substantia : Jurnal Ilmu-ilmu UshuluddinVol. 26(2)
Openalex Percentile: Top 45%
Legal Studies and Policies
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.

Pandangan Teologis Jamaah Tabligh tentang Kerja, Usaha, dan Takdir di Kota Medan — Maulana Andi Surya · Substantia/Substantia : Jurnal Ilmu-ilmu Ushuluddin (2024) | TGRS Research Map | TGRS