The latest religious practices of da’i influencer and content creator in digital da’wah

Purpose - The aim of this research is to describe new religious practices in digital media. Method - Digital ethnography and literature review are the methods used in this research. Result - A new form of religious practice has emerged, conducted by influencers (A'yun, Ulfi, and Hijrapedia). This includes online muroja'ah, online Quran waqf, and online umrah substitutes. All three clearly indicate the existence of negotiations between offline and online spaces. Implication - This research definitively shows the shift from conventional preaching to digital methods without diminishing traditional religious authority. It is a definitive reference point for other new religious practices. Originality/Value - This research offers originality by revealing how digital media reshapes religious practices, introducing unique forms such as online muroja’ah, Quran waqf, and umrah substitutes led by influencers. It bridges the gap between traditional and digital spaces, challenging conventional sociological views and providing new insights into the evolution of religion in the digital age. *** Tujuan - Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan praktik-praktik keagamaan baru di media digital. Metode - Etnografi digital dan tinjauan literatur adalah metode yang digunakan dalam penelitian ini. Hasil - Bentuk praktik keagamaan baru telah muncul, yang dilakukan oleh para influencer (A'yun, Ulfi, dan Hijrapedia). Hal ini mencakup muroja'ah online, wakaf Alquran online, dan pengganti umrah online. Ketiganya dengan jelas menunjukkan adanya negosiasi antara ruang luring dan daring. Implikasi - Penelitian ini secara definitif menunjukkan pergeseran dari da’wah konvensional ke metode digital tanpa mengurangi otoritas keagamaan tradisional. Penelitian ini merupakan titik referensi yang pasti untuk praktik-praktik keagamaan baru lainnya. Orisinalitas/Nilai - Penelitian ini menawarkan orisinalitas dengan mengungkapkan bagaimana media digital membentuk kembali praktik keagamaan, memperkenalkan bentuk-bentuk unik seperti muroja'ah daring, wakaf Alquran, dan pengganti umrah yang dipimpin oleh influencer. Penelitian ini menjembatani kesenjangan antara ruang tradisional dan digital, menantang pandangan sosiologis konvensional dan memberikan wawasan baru tentang evolusi agama di era digital

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Jurnal Ilmu Dakwah
Published
2024-12-31
DOI
https://doi.org/10.21580/jid.v44.2.23378
Citations
1
Primary Topic
Islamic Finance and Communication
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
1.13
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

The latest religious practices of da’i influencer and content creator in digital da’wah

Ilyas Supena, Muhammad Sulthon, Bakhita Aida
1 citations
Jurnal Ilmu Dakwah
Islamic Finance and Communication
1.13
article

The latest religious practices of da’i influencer and content creator in digital da’wah

Ilyas Supena, Muhammad Sulthon, Bakhita Aida
article en
1 citations

Abstract

Purpose - The aim of this research is to describe new religious practices in digital media. Method - Digital ethnography and literature review are the methods used in this research. Result - A new form of religious practice has emerged, conducted by influencers (A'yun, Ulfi, and Hijrapedia). This includes online muroja'ah, online Quran waqf, and online umrah substitutes. All three clearly indicate the existence of negotiations between offline and online spaces. Implication - This research definitively shows the shift from conventional preaching to digital methods without diminishing traditional religious authority. It is a definitive reference point for other new religious practices. Originality/Value - This research offers originality by revealing how digital media reshapes religious practices, introducing unique forms such as online muroja’ah, Quran waqf, and umrah substitutes led by influencers. It bridges the gap between traditional and digital spaces, challenging conventional sociological views and providing new insights into the evolution of religion in the digital age. *** Tujuan - Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan praktik-praktik keagamaan baru di media digital. Metode - Etnografi digital dan tinjauan literatur adalah metode yang digunakan dalam penelitian ini. Hasil - Bentuk praktik keagamaan baru telah muncul, yang dilakukan oleh para influencer (A'yun, Ulfi, dan Hijrapedia). Hal ini mencakup muroja'ah online, wakaf Alquran online, dan pengganti umrah online. Ketiganya dengan jelas menunjukkan adanya negosiasi antara ruang luring dan daring. Implikasi - Penelitian ini secara definitif menunjukkan pergeseran dari da’wah konvensional ke metode digital tanpa mengurangi otoritas keagamaan tradisional. Penelitian ini merupakan titik referensi yang pasti untuk praktik-praktik keagamaan baru lainnya. Orisinalitas/Nilai - Penelitian ini menawarkan orisinalitas dengan mengungkapkan bagaimana media digital membentuk kembali praktik keagamaan, memperkenalkan bentuk-bentuk unik seperti muroja'ah daring, wakaf Alquran, dan pengganti umrah yang dipimpin oleh influencer. Penelitian ini menjembatani kesenjangan antara ruang tradisional dan digital, menantang pandangan sosiologis konvensional dan memberikan wawasan baru tentang evolusi agama di era digital

Jurnal Ilmu DakwahVol. 44(2)
Walisongo State Islamic University (ID)
Openalex Percentile: Top 13%
Islamic Finance and Communication
1.13
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.