SELF-HARM BEHAVIOR AMONG TEENAGER AND FATHER’S INVOLVEMENT IN PARENTING: A CROSS-SECTIONAL STUDY

Background: A meta-analysis conducted in 2019 reported that 22.1% of individuals engaged in self-harming behaviors, with 17% of these cases occurring among adolescents. However, empirical research examining the association between paternal involvement and adolescent self-harm remains limited, warranting further investigation. Purpose: This study aims to assess paternal role in relation to self harm. Methods: A cross-sectional study was conducted in Medan, Indonesia, involving a sample of 1,221 high school students. Data collection utilized the Self-Harm Inventory (SHI). Statistical analyses included proportion and central distribution tests, one-way ANOVA, and Pearson correlation. Results: The findings reveal a statistically significant association between paternal involvement and self-harm behavior. Adolescents experiencing fatherlessness were found to be 15.42 times more likely to engage in self-harming behavior compared to those with positively involved fathers. Furthermore, a negative correlation was observed between paternal involvement and self-harm scores, indicating that reduced paternal engagement is associated with higher levels of self-harming behavior among adolescents. Conclusion: The absence of a father figure or inadequate paternal involvement is significantly associated with increased self-harm behavior in adolescents. These findings underscore the need for targeted interventions, including psychotherapeutic support and active involvement of close family members, to mitigate self-harm among this vulnerable population. Abstrak Latar belakang: Dalam meta-analisis tahun 2019 melaporkan terdapat 22,1% orang melukai diri sendiri (Self-harm) dan 17% diantaranya dilakukan oleh remaja. Minimnya penelitian keterlibatan ayah dengan terjadinya Self-harm pada remaja, sehingga penelitian ini perlu dilakukan. Tujuan: penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana peran ayah dalam hubungannya dengan Self-harm. Metode: desain cross sectional digunakan dalam penelitian ini yang dilakukan di Kota Medan. dengan sampel yang ditentukan sebanyak 1,221 siswa menengah atas. Instrumen yang digunakan Self-harm Inventory (SHI). Analisis yang digunakan yaitu uji proporsi dan distribusi central, one-way ANOVA dan Pearson Correlation. Hasil: Terdapat hubungan yang signifikan antara fathering dengan Self-harm. Remaja yang mengalami fatherless akan berisiko 15,42 kali melakukan Self-harm pada dirinya dibandingkan ayah yang berperan positif. Juga ditemukan hasil korelasi negatif antara fathering dengan Self-harm, dimana semakin kurang peran ayah maka semakin tinggi skor perilaku self-harm remaja. Kesimpulan: Ketidakhadiran ayah berhubungan dengan terjadinya Self-harm pada remaja. Temuan ini menggarisbawahi perlunya dirumuskan intervensi, seperti dukungan psikoterapi dan keterlibatan aktif anggota keluarga terdekat, untuk mengurangi tindakan menyakiti diri sendiri didalam populasi rentan tersebut.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Journal of Community Mental Health and Public Policy
Published
2025-04-22
DOI
https://doi.org/10.51602/cmhp.v7i2.233
Primary Topic
Child and Adolescent Psychosocial and Emotional Development
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

SELF-HARM BEHAVIOR AMONG TEENAGER AND FATHER’S INVOLVEMENT IN PARENTING: A CROSS-SECTIONAL STUDY

Zata Ismah, Dwi Despiana, Haryanti Sinaga
Journal of Community Mental Health and Public Policy
Child and Adolescent Psychosocial and Emotional Development
article

SELF-HARM BEHAVIOR AMONG TEENAGER AND FATHER’S INVOLVEMENT IN PARENTING: A CROSS-SECTIONAL STUDY

Zata Ismah, Dwi Despiana, Haryanti Sinaga
article en

Abstract

Background: A meta-analysis conducted in 2019 reported that 22.1% of individuals engaged in self-harming behaviors, with 17% of these cases occurring among adolescents. However, empirical research examining the association between paternal involvement and adolescent self-harm remains limited, warranting further investigation. Purpose: This study aims to assess paternal role in relation to self harm. Methods: A cross-sectional study was conducted in Medan, Indonesia, involving a sample of 1,221 high school students. Data collection utilized the Self-Harm Inventory (SHI). Statistical analyses included proportion and central distribution tests, one-way ANOVA, and Pearson correlation. Results: The findings reveal a statistically significant association between paternal involvement and self-harm behavior. Adolescents experiencing fatherlessness were found to be 15.42 times more likely to engage in self-harming behavior compared to those with positively involved fathers. Furthermore, a negative correlation was observed between paternal involvement and self-harm scores, indicating that reduced paternal engagement is associated with higher levels of self-harming behavior among adolescents. Conclusion: The absence of a father figure or inadequate paternal involvement is significantly associated with increased self-harm behavior in adolescents. These findings underscore the need for targeted interventions, including psychotherapeutic support and active involvement of close family members, to mitigate self-harm among this vulnerable population. Abstrak Latar belakang: Dalam meta-analisis tahun 2019 melaporkan terdapat 22,1% orang melukai diri sendiri (Self-harm) dan 17% diantaranya dilakukan oleh remaja. Minimnya penelitian keterlibatan ayah dengan terjadinya Self-harm pada remaja, sehingga penelitian ini perlu dilakukan. Tujuan: penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana peran ayah dalam hubungannya dengan Self-harm. Metode: desain cross sectional digunakan dalam penelitian ini yang dilakukan di Kota Medan. dengan sampel yang ditentukan sebanyak 1,221 siswa menengah atas. Instrumen yang digunakan Self-harm Inventory (SHI). Analisis yang digunakan yaitu uji proporsi dan distribusi central, one-way ANOVA dan Pearson Correlation. Hasil: Terdapat hubungan yang signifikan antara fathering dengan Self-harm. Remaja yang mengalami fatherless akan berisiko 15,42 kali melakukan Self-harm pada dirinya dibandingkan ayah yang berperan positif. Juga ditemukan hasil korelasi negatif antara fathering dengan Self-harm, dimana semakin kurang peran ayah maka semakin tinggi skor perilaku self-harm remaja. Kesimpulan: Ketidakhadiran ayah berhubungan dengan terjadinya Self-harm pada remaja. Temuan ini menggarisbawahi perlunya dirumuskan intervensi, seperti dukungan psikoterapi dan keterlibatan aktif anggota keluarga terdekat, untuk mengurangi tindakan menyakiti diri sendiri didalam populasi rentan tersebut.

Journal of Community Mental Health and Public PolicyVol. 7(2)
Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (ID), Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (ID), Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang (ID)
Openalex Percentile: Top 88%
Child and Adolescent Psychosocial and Emotional Development
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.