Representasi Kesenjangan Sosial dalam Film Dua Hati Biru

Social disparity frequently emerges as a topic highlighted in mass media, as exemplified by the film “Dua Hati Biru”. Disparities in social, economic, access to education and healthcare resources are challenges encountered by many countries, including Indonesia. As a continuation of the film Two Blue Stripes, “Dua Hati Biru” narrates the story and obstacles faced by Bima and Dara within their household, which originate from the disparities and differences in social backgrounds. This study aims to reveal how the film “Dua Hati Biru” represents social disparity through signs and to explore the meanings behind these signs. The theoretical framework utilized in this research includes mass communication, mass media, film, Roland Barthes’ semiotics, representation and social disparity. This study uses descriptive qualitative approach with Roland Barthes’ semiotic analysis method that’s categorized into denotation, connotation and myth. The subject of this research is the film itself, while the object consists of signs representing social disparity. The findings indicate that “Dua Hati Biru” portrays the reality of social disparity and class differences through visual elements and dialogues, such as the type of vehicles used, education, occupation and perspective on child’s education and parenting. Isu kesenjangan sosial kerap menjadi topik yang diangkat dalam media massa, seperti film berjudul “Dua Hati Biru”. Kesenjangan dalam sosial, ekonomi, akses terhadap pendidikan dan kesehatan merupakan masalah yang dihadapi banyak negara seperti Indonesia. Sebagai kelanjutan dari film “Dua Garis Biru”, film “Dua Hati Biru” menceritakan kisah dan tantangan yang dihadapi dalam rumah tangga Bima dan Dara yang disebabkan dari kesenjangan dan perbedaan latar belakang sosial antara kedua karakter. Penelitian ini bertujuan mengungkapkan bagaimana film “Dua Hati Biru” merepresentasikan isu kesenjangan sosial melalui tanda-tanda dan mengeksplorasi makna di balik tanda-tanda tersebut. Teori yang digunakan dalam penelitian berupa komunikasi massa, media massa, film, semiotika Roland Barthes, representasi dan kesenjangan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode penelitian analisis semiotika Roland Barthes yang mencakup denotasi, konotasi dan mitos. Subjek penelitian adalah film “Dua Hati Biru” dan objek penelitian berupa tanda-tanda yang merepresentasikan kesenjangan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film “Dua Hati Biru” menampilkan realitas kesenjangan dan perbedaan kelas sosial melalui elemen-elemen visual dan dialog seperti jenis kendaraan, pendidikan, pekerjaan, serta pandangan terhadap pendidikan dan pola asuh anak.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Koneksi
Published
2025-03-30
DOI
https://doi.org/10.24912/kn.v9i1.33332
Primary Topic
Indonesian Election Politics and Participation
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Representasi Kesenjangan Sosial dalam Film Dua Hati Biru

Cindy Natania Setiawan, Moehammad Gafar Yoedtadi
Koneksi
Indonesian Election Politics and Participation
article

Representasi Kesenjangan Sosial dalam Film Dua Hati Biru

Cindy Natania Setiawan, Moehammad Gafar Yoedtadi
article en

Abstract

Social disparity frequently emerges as a topic highlighted in mass media, as exemplified by the film “Dua Hati Biru”. Disparities in social, economic, access to education and healthcare resources are challenges encountered by many countries, including Indonesia. As a continuation of the film Two Blue Stripes, “Dua Hati Biru” narrates the story and obstacles faced by Bima and Dara within their household, which originate from the disparities and differences in social backgrounds. This study aims to reveal how the film “Dua Hati Biru” represents social disparity through signs and to explore the meanings behind these signs. The theoretical framework utilized in this research includes mass communication, mass media, film, Roland Barthes’ semiotics, representation and social disparity. This study uses descriptive qualitative approach with Roland Barthes’ semiotic analysis method that’s categorized into denotation, connotation and myth. The subject of this research is the film itself, while the object consists of signs representing social disparity. The findings indicate that “Dua Hati Biru” portrays the reality of social disparity and class differences through visual elements and dialogues, such as the type of vehicles used, education, occupation and perspective on child’s education and parenting. Isu kesenjangan sosial kerap menjadi topik yang diangkat dalam media massa, seperti film berjudul “Dua Hati Biru”. Kesenjangan dalam sosial, ekonomi, akses terhadap pendidikan dan kesehatan merupakan masalah yang dihadapi banyak negara seperti Indonesia. Sebagai kelanjutan dari film “Dua Garis Biru”, film “Dua Hati Biru” menceritakan kisah dan tantangan yang dihadapi dalam rumah tangga Bima dan Dara yang disebabkan dari kesenjangan dan perbedaan latar belakang sosial antara kedua karakter. Penelitian ini bertujuan mengungkapkan bagaimana film “Dua Hati Biru” merepresentasikan isu kesenjangan sosial melalui tanda-tanda dan mengeksplorasi makna di balik tanda-tanda tersebut. Teori yang digunakan dalam penelitian berupa komunikasi massa, media massa, film, semiotika Roland Barthes, representasi dan kesenjangan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode penelitian analisis semiotika Roland Barthes yang mencakup denotasi, konotasi dan mitos. Subjek penelitian adalah film “Dua Hati Biru” dan objek penelitian berupa tanda-tanda yang merepresentasikan kesenjangan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film “Dua Hati Biru” menampilkan realitas kesenjangan dan perbedaan kelas sosial melalui elemen-elemen visual dan dialog seperti jenis kendaraan, pendidikan, pekerjaan, serta pandangan terhadap pendidikan dan pola asuh anak.

KoneksiVol. 9(1)
Tarumanagara University (ID)
Openalex Percentile: Top 90%
Indonesian Election Politics and Participation
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.