Representasi Sikap Pantang Menyerah (Ganbaru): Analisis Semiotika Saussure pada Film Haikyuu!! ‘The Dumpster Battle’

This study aims to analyze the representation of perseverance, or ganbaru, in Japanese anime using a semiotic approach in the film Haikyuu!! The Dumpster Battle. The primary focus is on the narrative and visual representation of characters in the anime and how the emerging symbols reflect ganbaru values through Ferdinand de Saussure’s semiotic analysis. The theories utilized include mass communication, representation, Ferdinand de Saussure’s semiotics, Japanese animation (anime), and ganbaru (perseverance). The methodology employs a qualitative approach with semiotic and Saussurean semiotic techniques for data analysis. The findings reveal that Haikyuu!! The Dumpster Battle represents ganbaru as a core element of Japanese culture. Through Ferdinand de Saussure’s semiotic approach, it is found that the characters, dialogues, and visuals in this anime consistently convey strong determination, teamwork, and resilience in overcoming challenges—elements that form the essence of ganbaru. This positions ganbaru not only as a narrative element but also as a philosophy that inspires audiences. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi sikap pantang menyerah atau ganbaru dalam anime Jepang melalui pendekatan semiotika pada film Haikyuu!! The Dumpster Battle. Fokus utama penelitian ini adalah analisis representasi narasi dan visual pada karakter-karakter dalam anime dan bagaimana simbol-simbol yang muncul mencerminkan nilai-nilai ganbaru menggunakan analisis semiotika Ferdinand De Saussure. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori komunikasi massa, representasi, semiotika Ferdinand De Saussure, animasi jepang (Anime), sikap pantang menyerah (Ganbaru). Metodologi yang digunakan merupakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian semiotika serta menggunakan teknik analisis data semiotika Saussure. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa anime Haikyuu!! The Dumpster Battle merepresentasikan konsep ganbaru atau sikap pantang menyerah sebagai bagian dari nilai budaya Jepang. Melalui pendekatan semiotika Ferdinand de Saussure ditemukan bahwa karakter, dialog, dan visual dalam anime ini secara konsisten menunjukkan tekad kuat, kerja sama tim, dan ketangguhan dalam menghadapi tantangan yang menjadi inti dari ganbaru. Hal ini menjadikan ganbaru tidak hanya sebagai elemen naratif tetapi juga sebagai filosofi yang memberi inspirasi.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Koneksi
Published
2025-03-30
DOI
https://doi.org/10.24912/kn.v9i1.33304
Primary Topic
Comics and Graphic Narratives
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Representasi Sikap Pantang Menyerah (Ganbaru): Analisis Semiotika Saussure pada Film Haikyuu!! ‘The Dumpster Battle’

Nabila Aurellia Chery, Septia Winduwati
Koneksi
Comics and Graphic Narratives
article

Representasi Sikap Pantang Menyerah (Ganbaru): Analisis Semiotika Saussure pada Film Haikyuu!! ‘The Dumpster Battle’

Nabila Aurellia Chery, Septia Winduwati
article en

Abstract

This study aims to analyze the representation of perseverance, or ganbaru, in Japanese anime using a semiotic approach in the film Haikyuu!! The Dumpster Battle. The primary focus is on the narrative and visual representation of characters in the anime and how the emerging symbols reflect ganbaru values through Ferdinand de Saussure’s semiotic analysis. The theories utilized include mass communication, representation, Ferdinand de Saussure’s semiotics, Japanese animation (anime), and ganbaru (perseverance). The methodology employs a qualitative approach with semiotic and Saussurean semiotic techniques for data analysis. The findings reveal that Haikyuu!! The Dumpster Battle represents ganbaru as a core element of Japanese culture. Through Ferdinand de Saussure’s semiotic approach, it is found that the characters, dialogues, and visuals in this anime consistently convey strong determination, teamwork, and resilience in overcoming challenges—elements that form the essence of ganbaru. This positions ganbaru not only as a narrative element but also as a philosophy that inspires audiences. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi sikap pantang menyerah atau ganbaru dalam anime Jepang melalui pendekatan semiotika pada film Haikyuu!! The Dumpster Battle. Fokus utama penelitian ini adalah analisis representasi narasi dan visual pada karakter-karakter dalam anime dan bagaimana simbol-simbol yang muncul mencerminkan nilai-nilai ganbaru menggunakan analisis semiotika Ferdinand De Saussure. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori komunikasi massa, representasi, semiotika Ferdinand De Saussure, animasi jepang (Anime), sikap pantang menyerah (Ganbaru). Metodologi yang digunakan merupakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian semiotika serta menggunakan teknik analisis data semiotika Saussure. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa anime Haikyuu!! The Dumpster Battle merepresentasikan konsep ganbaru atau sikap pantang menyerah sebagai bagian dari nilai budaya Jepang. Melalui pendekatan semiotika Ferdinand de Saussure ditemukan bahwa karakter, dialog, dan visual dalam anime ini secara konsisten menunjukkan tekad kuat, kerja sama tim, dan ketangguhan dalam menghadapi tantangan yang menjadi inti dari ganbaru. Hal ini menjadikan ganbaru tidak hanya sebagai elemen naratif tetapi juga sebagai filosofi yang memberi inspirasi.

KoneksiVol. 9(1)
Tarumanagara University (ID)
Openalex Percentile: Top 92%
Comics and Graphic Narratives
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.