DARI VISI MENJADI KENYATAAN: PERAN KEPEMIMPINAN DALAM REFORMASI SEKTOR PUBLIK DI INDONESIA

This article delves into how visionary leadership can bridge the gap between aspiration and achievement in the public sector. At the heart of any successful public sector reform lies a clear and compelling vision. Visionary leaders possess the foresight to identify pressing issues, envision future possibilities, and articulate a path forward that inspires action and commitment from stakeholders. They understand that a well-defined vision serves as a guiding beacon, aligning diverse interests and efforts toward a common goal of transformation. This new leadership models emphasized symbolic leader behavior; visionary, inspirational messages; emotional feelings; ideological and moral values; individualized attention; and intellectual stimulation. Emerging from these early works, charismatic and transformational leadership theories have turned out to be the most frequently researched theories over the past 20 years. The research method used is qualitative through in-depth interviews, observation and documentation. The result show that Visionary leadership is a catalyst for sustainable development and inclusive growth in Indonesia's public sector. By anticipating future challenges, articulating compelling visions, setting ambitious agendas, fostering collaboration, promoting accountability, embracing innovation, and overcoming resistance, visionary leaders like President Joko Widodo have reshaped the trajectory of the nation and laid the groundwork for a prosperous future. Keywords: Vision Leadership, Reform Public Sector, Indonesia, Jokowi. Abstrak Artikel ini menggali bagaimana kepemimpinan visioner dapat menjembatani kesenjangan antara aspirasi dan prestasi di sektor publik. Inti dari kesuksesan reformasi sektor publik terletak pada visi yang jelas dan meyakinkan. Pemimpin visioner memiliki pandangan ke depan untukmengidentifikasi isu-isu mendesak, membayangkan kemungkinan-kemungkinan di masa depan, dan mengartikulasikan jalan ke depan yang menginspirasi tindakan dan komitmen para pemangku kepentingan. Mereka memahami bahwa visi yang terdefinisi dengan baik berfungsi sebagai mercusuar, menyelaraskan beragam kepentingan dan upaya menuju tujuan transformasi bersama. Model kepemimpinan baru ini menekankan perilaku pemimpin simbolik; pesan-pesan visioner dan inspiratif; perasaan emosional; nilai-nilai ideologis dan moral; perhatian individual; dan rangsangan intelektual. Berangkat dari karya-karya awal ini, teori kepemimpinan karismatik dan transformasional telah menjadi teori yang paling sering diteliti selama 20 tahun terakhir. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Hasilnya menunjukkan bahwa kepemimpinan visioner merupakan katalisator pembangunan berkelanjutan dan pertumbuhan inklusif di sektor publik Indonesia. Dengan mengantisipasi tantangan masa depan, mengartikulasikan visi yang menarik, menetapkan agenda yang ambisius, mendorong kolaborasi, mendorong akuntabilitas, menerima inovasi, dan mengatasi hambatan, para pemimpin visioner seperti Presiden Joko Widodo telah mengubah arah bangsa dan meletakkan dasar bagi masa depan yang sejahtera. Kata Kunci: Visi Kepemimpinan, Reformasi Sektor Publik, Indonesia, Jokowi.

Authors

Publication Details

Journal
Prosiding Seminar Nasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Published
2025-02-13
DOI
https://doi.org/10.24929/semnasfisip.v2i1.4055
Primary Topic
Public Administration in Developing Nations
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

DARI VISI MENJADI KENYATAAN: PERAN KEPEMIMPINAN DALAM REFORMASI SEKTOR PUBLIK DI INDONESIA

Andi Amytia Resty Dwiyanti
Prosiding Seminar Nasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Public Administration in Developing Nations
article

DARI VISI MENJADI KENYATAAN: PERAN KEPEMIMPINAN DALAM REFORMASI SEKTOR PUBLIK DI INDONESIA

Andi Amytia Resty Dwiyanti
article en

Abstract

This article delves into how visionary leadership can bridge the gap between aspiration and achievement in the public sector. At the heart of any successful public sector reform lies a clear and compelling vision. Visionary leaders possess the foresight to identify pressing issues, envision future possibilities, and articulate a path forward that inspires action and commitment from stakeholders. They understand that a well-defined vision serves as a guiding beacon, aligning diverse interests and efforts toward a common goal of transformation. This new leadership models emphasized symbolic leader behavior; visionary, inspirational messages; emotional feelings; ideological and moral values; individualized attention; and intellectual stimulation. Emerging from these early works, charismatic and transformational leadership theories have turned out to be the most frequently researched theories over the past 20 years. The research method used is qualitative through in-depth interviews, observation and documentation. The result show that Visionary leadership is a catalyst for sustainable development and inclusive growth in Indonesia's public sector. By anticipating future challenges, articulating compelling visions, setting ambitious agendas, fostering collaboration, promoting accountability, embracing innovation, and overcoming resistance, visionary leaders like President Joko Widodo have reshaped the trajectory of the nation and laid the groundwork for a prosperous future. Keywords: Vision Leadership, Reform Public Sector, Indonesia, Jokowi. Abstrak Artikel ini menggali bagaimana kepemimpinan visioner dapat menjembatani kesenjangan antara aspirasi dan prestasi di sektor publik. Inti dari kesuksesan reformasi sektor publik terletak pada visi yang jelas dan meyakinkan. Pemimpin visioner memiliki pandangan ke depan untukmengidentifikasi isu-isu mendesak, membayangkan kemungkinan-kemungkinan di masa depan, dan mengartikulasikan jalan ke depan yang menginspirasi tindakan dan komitmen para pemangku kepentingan. Mereka memahami bahwa visi yang terdefinisi dengan baik berfungsi sebagai mercusuar, menyelaraskan beragam kepentingan dan upaya menuju tujuan transformasi bersama. Model kepemimpinan baru ini menekankan perilaku pemimpin simbolik; pesan-pesan visioner dan inspiratif; perasaan emosional; nilai-nilai ideologis dan moral; perhatian individual; dan rangsangan intelektual. Berangkat dari karya-karya awal ini, teori kepemimpinan karismatik dan transformasional telah menjadi teori yang paling sering diteliti selama 20 tahun terakhir. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Hasilnya menunjukkan bahwa kepemimpinan visioner merupakan katalisator pembangunan berkelanjutan dan pertumbuhan inklusif di sektor publik Indonesia. Dengan mengantisipasi tantangan masa depan, mengartikulasikan visi yang menarik, menetapkan agenda yang ambisius, mendorong kolaborasi, mendorong akuntabilitas, menerima inovasi, dan mengatasi hambatan, para pemimpin visioner seperti Presiden Joko Widodo telah mengubah arah bangsa dan meletakkan dasar bagi masa depan yang sejahtera. Kata Kunci: Visi Kepemimpinan, Reformasi Sektor Publik, Indonesia, Jokowi.

Prosiding Seminar Nasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikVol. 2(1)
Openalex Percentile: Top 90%
Public Administration in Developing Nations
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.