Gereja sebagai Tempat Pemulihan: Strategi Pastoral dalam Melayani Jemaat yang Terjerat Okultisme

The church plays a crucial role as a place of restoration for individuals trapped in occult practices. This study employs a descriptive qualitative method with a literature study approach to analyze pastoral strategies in addressing this phenomenon. Three main strategies identified are doctrinal education, holistic pastoral care, and deliverance prayer ministry. Doctrinal education aims to strengthen congregants’ understanding of the dangers of occultism and God’s power. Holistic pastoral care provides spiritual, psychological, and social guidance for individuals seeking to break free from spiritual bondage. Meanwhile, deliverance prayer plays a role in freeing individuals from dark influences through the authority of Christ. This study highlights that the church must be proactive in educating, guiding, and restoring affected congregants while avoiding sensationalism in deliverance ministry. With a holistic approach based on God’s word, the church can effectively serve as a place of healing for those seeking to return to a Christ-centered life.Abstrak Gereja memiliki peran penting sebagai tempat pemulihan bagi individu yang terjerat dalam praktik okultisme. Studi ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka untuk menganalisis strategi pastoral dalam menangani fenomena ini. Tiga strategi utama yang diidentifikasi adalah pendidikan doktrinal, pendampingan pastoral yang holistik, dan pelayanan doa pelepasan. Pendidikan doktrinal bertujuan memperkuat pemahaman jemaat mengenai bahaya okultisme dan kuasa Tuhan. Pendampingan pastoral memberikan bimbingan spiritual, psikologis, dan sosial bagi individu yang ingin melepaskan diri dari keterikatan spiritual. Sementara itu, doa pelepasan berperan dalam membebaskan individu dari kuasa gelap melalui otoritas Kristus. Studi ini menekankan bahwa gereja harus aktif dalam mendidik, membimbing, dan memulihkan jemaat yang terdampak, serta menghindari praktik sensasionalisme dalam pelayanan pelepasan. Dengan pendekatan yang holistik dan berbasis pada firman Tuhan, gereja dapat menjadi tempat pemulihan yang efektif bagi mereka yang ingin kembali kepada kehidupan yang berpusat pada Kristus.Kata kunci: Gereja, Okultisme, Pastoral, Pemulihan, Doa Pembebasan

Authors

Publication Details

Journal
KHAMISYIM Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani
Published
2025-04-11
DOI
https://doi.org/10.71415/jkmy.v2i2.41
Primary Topic
Contemporary Christian Leadership and Education
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Gereja sebagai Tempat Pemulihan: Strategi Pastoral dalam Melayani Jemaat yang Terjerat Okultisme

Arif Wicaksono, Rebecca Glorya Pranowo
KHAMISYIM Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani
Contemporary Christian Leadership and Education
article

Gereja sebagai Tempat Pemulihan: Strategi Pastoral dalam Melayani Jemaat yang Terjerat Okultisme

Arif Wicaksono, Rebecca Glorya Pranowo
article en

Abstract

The church plays a crucial role as a place of restoration for individuals trapped in occult practices. This study employs a descriptive qualitative method with a literature study approach to analyze pastoral strategies in addressing this phenomenon. Three main strategies identified are doctrinal education, holistic pastoral care, and deliverance prayer ministry. Doctrinal education aims to strengthen congregants’ understanding of the dangers of occultism and God’s power. Holistic pastoral care provides spiritual, psychological, and social guidance for individuals seeking to break free from spiritual bondage. Meanwhile, deliverance prayer plays a role in freeing individuals from dark influences through the authority of Christ. This study highlights that the church must be proactive in educating, guiding, and restoring affected congregants while avoiding sensationalism in deliverance ministry. With a holistic approach based on God’s word, the church can effectively serve as a place of healing for those seeking to return to a Christ-centered life.Abstrak Gereja memiliki peran penting sebagai tempat pemulihan bagi individu yang terjerat dalam praktik okultisme. Studi ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka untuk menganalisis strategi pastoral dalam menangani fenomena ini. Tiga strategi utama yang diidentifikasi adalah pendidikan doktrinal, pendampingan pastoral yang holistik, dan pelayanan doa pelepasan. Pendidikan doktrinal bertujuan memperkuat pemahaman jemaat mengenai bahaya okultisme dan kuasa Tuhan. Pendampingan pastoral memberikan bimbingan spiritual, psikologis, dan sosial bagi individu yang ingin melepaskan diri dari keterikatan spiritual. Sementara itu, doa pelepasan berperan dalam membebaskan individu dari kuasa gelap melalui otoritas Kristus. Studi ini menekankan bahwa gereja harus aktif dalam mendidik, membimbing, dan memulihkan jemaat yang terdampak, serta menghindari praktik sensasionalisme dalam pelayanan pelepasan. Dengan pendekatan yang holistik dan berbasis pada firman Tuhan, gereja dapat menjadi tempat pemulihan yang efektif bagi mereka yang ingin kembali kepada kehidupan yang berpusat pada Kristus.Kata kunci: Gereja, Okultisme, Pastoral, Pemulihan, Doa Pembebasan

KHAMISYIM Jurnal Teologi dan Pendidikan KristianiVol. 2(2)
Openalex Percentile: Top 94%
Contemporary Christian Leadership and Education
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.