Literature Review: Kejadian Pernikahan Dini pada Masa Pandemi COVID-19 di Indonesia
Abstract: The number of early marriage in Indonesia is notably high, ranking eighth globally and second in ASEAN. Approximately 65,000 marriage dispensation applications were accepted in 2021. This article aims to examine the incidence of early marriage during the COVID-19 pandemic in Indonesia, implementing a literature review method. The conducted review revealed several contributing factors, including economy, cultural norms, behavioral patterns or customs, promiscuity, pregnancies out of wedlock, low education, family issues, excessive gadget use, and religious influences, whereas COVID-19 did not emerge as a significant factor influencing early marriages. The resulting impacts encompass reproductive health disorders, preeclampsia, stunting, maternal and infant mortality, heightened school dropout rates, increased domestic abuse, and unregistered children. Several preventive measures against early marriage are raising awareness about early marriage’s risks, avoiding sexual relationships, utilizing gadgets for positive purposes, providing access to education and healthcare facilities, therefore aligning marriage age can be implemented and aid families who are facing financial difficulties. Subsequent to the review conducted indicates that early marriages in Indonesia are predominantly driven by economic challenges and promiscuity, not due COVID-19 pandemic, resulting in diverse repercussions, particularly affecting the health of both mothers and infants, therefore, early marriage issues require immediate urgent attention. Abstrak: Angka pernikahan dini di Indonesia terbilang tinggi hingga menduduki peringkat delapan tertinggi di dunia dan kedua di ASEAN. Sebanyak 65 ribu permohonan dispensasi nikah diterima pada tahun 2021. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui kejadian pernikahan dini yang terjadi di masa pandemi COVID-19 di Indonesia yang dibuat dengan metode literature review. Hasil dari review yang dilakukan ditemukan berbagai faktor penyebab pernikahan dini seperti faktor ekonomi, budaya, kebiasaan, dan adat istiadat, pergaulan bebas atau hamil diluar nikah, rendahnya pendidikan, keluarga, penggunaan gadget yang tidak tepat, dan agama sementara pandemi COVID-19 tidak disebutkan sebagai faktor terjadinya pernikahan dini. Dampak yang ditimbulkan yaitu gangguan kesehatan reproduksi, preeklamsia, stunting, kematian bayi dan ibu, depresi, tingginya angka putus sekolah, meningkatnya KDRT, dan anak terlantar. Upaya pencegahan terjadinya pernikahan dini yaitu memberikan pemahaman risiko akibat pernikahan dini, tidak pacaran, menggunakan gadget untuk hal positif, memberikan akses pendidikan dan kesehatan yang memadai sehingga sinkronisasi usia perkawinan dapat dijalankan dan melindungi keluarga yang sedang kesulitan ekonomi. Setelah review yang telah dilakukan, ditemukan bahwa pernikahan dini di Indonesia tidak disebabkan oleh pandemi COVID-19 melainkan faktor ekonomi dan pergaulan bebas sehingga banyak menimbulkan dampak terutama pada kesehatan ibu dan bayi sehingga pernikahan dini perlu untuk segera ditanggulangi.
Authors
- Ema Novita Deniati
- Hartati Eko Wardani (ORCID: https://orcid.org/0000-0002-6748-2556)
- Supriyadi Supriyadi (ORCID: https://orcid.org/0000-0002-1846-7165)
- Triana Nur Maratus Sholikhah
Institutions
- State University of Malang (ID)
Publication Details
- Journal
- Sport Science and Health
- Published
- 2024-08-29
- DOI
- https://doi.org/10.17977/um062v6i82024p788-810
- Citations
- 1
- Primary Topic
- Marriage and Family Dynamics
- Type
- article
- Field-Weighted Citation Impact
- 1.13