Implementasi Intervensi Gizi Sensitif Stunting Di Wilayah Indonesia – Literature Review

Abstract: According to data from the World Health Organization (WHO), the prevalence of stunting among toddlers in Indonesia remains high, leading to long-term impacts on their health, growth, and development. WHO states that stunting, as a public health issue, can be considered chronic if its prevalence is >20%. In some cases, the reduction in stunting prevalence from sensitive nutrition interventions can reach several percentage points to more than 10%, depending on the effectiveness and coverage of these sensitive interventions. Consistency and seriousness in implementing these interventions are also crucial to achieve a significant reduction in stunting prevalence. This research aims to conduct a literature review on the implementation of sensitive nutrition interventions against stunting in Indonesia. The research method involves literature review by identifying, searching, selecting, and analyzing relevant literature sources. The results show that there are 11 articles on various interventions conducted in different regions of Indonesia, including: safe drinking water and sanitation, nutritional and health services, access to nutritious food and education, counseling and behavior change. However, the effectiveness and sustainability of these interventions still require further research, such as improving sanitation and access to clean water, providing social assistance and improving healthcare services, community collaboration and involvement, as well as a multisectoral approach and government policy integration. This research is expected to contribute insights for the development of sustainable programs in addressing stunting in Indonesia. Abstrak: Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), angka stunting balita di Indonesia masih tinggi sehingga menimbulkan dampak jangka panjang terhadap kesehatan dan pertumbuhan serta perkembangan balita. WHO menyebutkan bahwa stunting yang merupakan suatu masalah kesehatan masyarakat dapat dianggap kronis jika prevalensinya >20%. Dalam beberapa kasus, penurunan prevalensi stunting dari intervensi gizi sensitif dapat mencapai beberapa persen hingga lebih dari 10%, tergantung pada efektivitas dan cakupan intervensi sensitif tersebut. Konsistensi dan keseriusan dalam menerapkan intervensi ini juga penting untuk mencapai penurunan yang signifikan dalam prevalensi stunting. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan tinjauan literatur mengenai gambaran implementasi intervensi gizi sensitif terhadap stunting di wilayah Indonesia. Metode penelitian menggunakan literature review dengan cara mengidentifikasi, mencari, memilih, dan menganalisis sumber literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 11 artikel dengan jenis intervensi yang telah dilakukan di berbagai daerah di Indonesia meliputi: air minum dan sanitasi, pelayanan gizi dan kesehatan, akses pangan bergizi serta edukasi, konseling dan perubahan perilaku. Namun efektivitas dan keberlanjutannya masih memerlukan penelitian lebih lanjut, seperti Perbaikan Sanitasi dan Akses Air Bersih, Pemberian Bantuan Sosial dan Perbaikan Layanan Kesehatan, Kolaborasi dan Keterlibatan Komunitas serta Pendekatan Multisektor, juga Integrasi Kebijakan Pemerintah. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi wawasan bagi pengembangan program berkelanjutan dalam upaya mengatasi stunting di Indonesia.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Sport Science and Health
Published
2024-10-30
DOI
https://doi.org/10.17977/um062v6i102024p1162-1185
Citations
1
Primary Topic
Public Health and Nutrition
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
1.11
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Implementasi Intervensi Gizi Sensitif Stunting Di Wilayah Indonesia – Literature Review

Farah Paramita, Sapto Adi, Nurnaningsih Herya Ulfah, Vidiasya Hastyarahma
1 citations
Sport Science and Health
Public Health and Nutrition
1.11
article

Implementasi Intervensi Gizi Sensitif Stunting Di Wilayah Indonesia – Literature Review

Farah Paramita, Sapto Adi, Nurnaningsih Herya Ulfah, Vidiasya Hastyarahma
article en
1 citations

Abstract

Abstract: According to data from the World Health Organization (WHO), the prevalence of stunting among toddlers in Indonesia remains high, leading to long-term impacts on their health, growth, and development. WHO states that stunting, as a public health issue, can be considered chronic if its prevalence is >20%. In some cases, the reduction in stunting prevalence from sensitive nutrition interventions can reach several percentage points to more than 10%, depending on the effectiveness and coverage of these sensitive interventions. Consistency and seriousness in implementing these interventions are also crucial to achieve a significant reduction in stunting prevalence. This research aims to conduct a literature review on the implementation of sensitive nutrition interventions against stunting in Indonesia. The research method involves literature review by identifying, searching, selecting, and analyzing relevant literature sources. The results show that there are 11 articles on various interventions conducted in different regions of Indonesia, including: safe drinking water and sanitation, nutritional and health services, access to nutritious food and education, counseling and behavior change. However, the effectiveness and sustainability of these interventions still require further research, such as improving sanitation and access to clean water, providing social assistance and improving healthcare services, community collaboration and involvement, as well as a multisectoral approach and government policy integration. This research is expected to contribute insights for the development of sustainable programs in addressing stunting in Indonesia. Abstrak: Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), angka stunting balita di Indonesia masih tinggi sehingga menimbulkan dampak jangka panjang terhadap kesehatan dan pertumbuhan serta perkembangan balita. WHO menyebutkan bahwa stunting yang merupakan suatu masalah kesehatan masyarakat dapat dianggap kronis jika prevalensinya >20%. Dalam beberapa kasus, penurunan prevalensi stunting dari intervensi gizi sensitif dapat mencapai beberapa persen hingga lebih dari 10%, tergantung pada efektivitas dan cakupan intervensi sensitif tersebut. Konsistensi dan keseriusan dalam menerapkan intervensi ini juga penting untuk mencapai penurunan yang signifikan dalam prevalensi stunting. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan tinjauan literatur mengenai gambaran implementasi intervensi gizi sensitif terhadap stunting di wilayah Indonesia. Metode penelitian menggunakan literature review dengan cara mengidentifikasi, mencari, memilih, dan menganalisis sumber literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 11 artikel dengan jenis intervensi yang telah dilakukan di berbagai daerah di Indonesia meliputi: air minum dan sanitasi, pelayanan gizi dan kesehatan, akses pangan bergizi serta edukasi, konseling dan perubahan perilaku. Namun efektivitas dan keberlanjutannya masih memerlukan penelitian lebih lanjut, seperti Perbaikan Sanitasi dan Akses Air Bersih, Pemberian Bantuan Sosial dan Perbaikan Layanan Kesehatan, Kolaborasi dan Keterlibatan Komunitas serta Pendekatan Multisektor, juga Integrasi Kebijakan Pemerintah. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi wawasan bagi pengembangan program berkelanjutan dalam upaya mengatasi stunting di Indonesia.

Sport Science and HealthVol. 6(10)
State University of Malang (ID)
Openalex Percentile: Top 15%
Public Health and Nutrition
1.11
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.