Hubungan Pengetahuan, Pola Asuh dalam Keluarga, dan Akses Internet terhadap Perilaku Seksual Remaja Usia 15 - 19 Tahun di Kabupaten Tulungagung

Abstract: Sexual behavior includes all actions that occur as a result of sexual urges and are carried out with the same or opposite sex, in the form of feelings of attraction, dating, making out, and having intimate relationships. The object of the sexual activity can be imagination, self, or someone else. Knowledge, family upbringing, and internet access are some of the factors that can influence sexual behavior. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge, parenting in the family, and internet access with sexual behavior among students at SMAN 1 Kedungwaru, Tulungagung Regency. The research method used is correlational quantitative with a cross sectional approach. The research subjects were 97 students of SMAN 1 Kedungwaru. Data were analyzed univariately and bivariately using the Spearman test via SPSS. The results showed that there was no relationship between knowledge and sexual behavior (p = 0.694), there was no relationship between parenting style and sexual behavior (p = 0.604), and there was no relationship between internet access and sexual behavior (p = 0.110). Abstrak: Perilaku seksual meliputi semua tindakan yang terjadi sebagai akibat dari dorongan seksual dan dilakukan dengan sesama jenis atau lawan jenis, berupa perasaan tertarik, berkencan, bermesraan, dan melakukan hubungan intim. Objek dari aktivitas seksual tersebut dapat berupa imajinasi, diri sendiri, atau orang lain. Pengetahuan, pola asuh dalam keluarga, dan akses internet merupakan beberapa faktor yang dapat mempengaruhi perilaku seksual. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, pola asuh dalam keluarga, dan akses internet dengan perilaku seksual pada siswa-siswi di SMAN 1 Kedungwaru Kabupaten Tulungagung. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Subyek penelitian adalah siswa-siswi SMAN 1 Kedungwaru sebanyak 97 sampel. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman melalui SPSS. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku seksual (p = 0.694), tidak ada hubungan antara pola asuh dengan perilaku seksual (p = 0.604), dan tidak ada hubungan antara akses internet dengan perilaku seksual (p = 0.110).

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Sport Science and Health
Published
2024-10-30
DOI
https://doi.org/10.17977/um062v6i102024p1063-1074
Primary Topic
Adolescent Health and Behaviors
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Hubungan Pengetahuan, Pola Asuh dalam Keluarga, dan Akses Internet terhadap Perilaku Seksual Remaja Usia 15 - 19 Tahun di Kabupaten Tulungagung

Agung Budi Kurniawan, Anindya Hapsari, Hartati Eko Wardani, Ghina Faustina Havilah Setyawijaya Putri
Sport Science and Health
Adolescent Health and Behaviors
article

Hubungan Pengetahuan, Pola Asuh dalam Keluarga, dan Akses Internet terhadap Perilaku Seksual Remaja Usia 15 - 19 Tahun di Kabupaten Tulungagung

Agung Budi Kurniawan, Anindya Hapsari, Hartati Eko Wardani, Ghina Faustina Havilah Setyawijaya Putri
article en

Abstract

Abstract: Sexual behavior includes all actions that occur as a result of sexual urges and are carried out with the same or opposite sex, in the form of feelings of attraction, dating, making out, and having intimate relationships. The object of the sexual activity can be imagination, self, or someone else. Knowledge, family upbringing, and internet access are some of the factors that can influence sexual behavior. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge, parenting in the family, and internet access with sexual behavior among students at SMAN 1 Kedungwaru, Tulungagung Regency. The research method used is correlational quantitative with a cross sectional approach. The research subjects were 97 students of SMAN 1 Kedungwaru. Data were analyzed univariately and bivariately using the Spearman test via SPSS. The results showed that there was no relationship between knowledge and sexual behavior (p = 0.694), there was no relationship between parenting style and sexual behavior (p = 0.604), and there was no relationship between internet access and sexual behavior (p = 0.110). Abstrak: Perilaku seksual meliputi semua tindakan yang terjadi sebagai akibat dari dorongan seksual dan dilakukan dengan sesama jenis atau lawan jenis, berupa perasaan tertarik, berkencan, bermesraan, dan melakukan hubungan intim. Objek dari aktivitas seksual tersebut dapat berupa imajinasi, diri sendiri, atau orang lain. Pengetahuan, pola asuh dalam keluarga, dan akses internet merupakan beberapa faktor yang dapat mempengaruhi perilaku seksual. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, pola asuh dalam keluarga, dan akses internet dengan perilaku seksual pada siswa-siswi di SMAN 1 Kedungwaru Kabupaten Tulungagung. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Subyek penelitian adalah siswa-siswi SMAN 1 Kedungwaru sebanyak 97 sampel. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman melalui SPSS. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku seksual (p = 0.694), tidak ada hubungan antara pola asuh dengan perilaku seksual (p = 0.604), dan tidak ada hubungan antara akses internet dengan perilaku seksual (p = 0.110).

Sport Science and HealthVol. 6(10)
State University of Malang (ID)
Openalex Percentile: Top 51%
Adolescent Health and Behaviors
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.