Evaluasi dampak kebijakan desentralisasi pendidikan terhadap kualitas pendidikan di Indonesia

This research aims to analyze education decentralization policies in Indonesia. After the implementation of Law No. 32 of 2006 concerning regional autonomy, education policy was no longer the responsibility of the central government, but moved to become the responsibility of regional governments. The progress of education in the regions after the decentralization of education apparently cannot be better and develop without political and budgetary support from regional heads. There are many challenges that must be resolved by local governments in advancing education, such as equal distribution of teachers, improving the quality of school infrastructure. These aspects need to be considered and given full budget support if education in the region is to develop even better. In this research the author used a library research approach. This research shows that education decentralization policies can run optimally if they get political support from regional leaders. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan desentralisasi pendidikan di Indonesia. Setelah diterapkannya UU No. 32 Tahun 2006 tentang otonomi daerah, kebijakan pendidikan bukan lagi menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, melainkan berpindah menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Kondisi pendidikan di daerah setelah adanya desentralisasi pendidikan ternyata tidak serta merta bisa lebih baik dan berkembang tanpa dukungan politik dan anggaran dari kepala daerah. Banyak tantangan yang harus diselesaikan oleh pemerintah daerah dalam memajukan pendidikan, seperti pemerataan guru, peningkatan kualitas infrastruktur sekolah. Aspek-aspek ini perlu diperhatikan dan diberikan dukungan anggaran penuh jika pendidikan di daerahnya ingin berkembang lebih baik lagi. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode pendekatan kajian pustaka (library research). Dalam penelitian ini menunjukkan kebijakan desentralisasi pendidikan bisa berjalan maksimal jika mendapatkan dukungan politik dari pimpinan daerah.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Idarah Tarbawiyah Journal of Management in Islamic Education
Published
2024-09-02
DOI
https://doi.org/10.32832/itjmie.v5i4.16859
Primary Topic
Education Systems and Policies
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Evaluasi dampak kebijakan desentralisasi pendidikan terhadap kualitas pendidikan di Indonesia

Baharuddin Baharuddin, Ahmad Khumaidi, Umat Lili Hamdani
Idarah Tarbawiyah Journal of Management in Islamic Education
Education Systems and Policies
article

Evaluasi dampak kebijakan desentralisasi pendidikan terhadap kualitas pendidikan di Indonesia

Baharuddin Baharuddin, Ahmad Khumaidi, Umat Lili Hamdani
article en

Abstract

This research aims to analyze education decentralization policies in Indonesia. After the implementation of Law No. 32 of 2006 concerning regional autonomy, education policy was no longer the responsibility of the central government, but moved to become the responsibility of regional governments. The progress of education in the regions after the decentralization of education apparently cannot be better and develop without political and budgetary support from regional heads. There are many challenges that must be resolved by local governments in advancing education, such as equal distribution of teachers, improving the quality of school infrastructure. These aspects need to be considered and given full budget support if education in the region is to develop even better. In this research the author used a library research approach. This research shows that education decentralization policies can run optimally if they get political support from regional leaders. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan desentralisasi pendidikan di Indonesia. Setelah diterapkannya UU No. 32 Tahun 2006 tentang otonomi daerah, kebijakan pendidikan bukan lagi menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, melainkan berpindah menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Kondisi pendidikan di daerah setelah adanya desentralisasi pendidikan ternyata tidak serta merta bisa lebih baik dan berkembang tanpa dukungan politik dan anggaran dari kepala daerah. Banyak tantangan yang harus diselesaikan oleh pemerintah daerah dalam memajukan pendidikan, seperti pemerataan guru, peningkatan kualitas infrastruktur sekolah. Aspek-aspek ini perlu diperhatikan dan diberikan dukungan anggaran penuh jika pendidikan di daerahnya ingin berkembang lebih baik lagi. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode pendekatan kajian pustaka (library research). Dalam penelitian ini menunjukkan kebijakan desentralisasi pendidikan bisa berjalan maksimal jika mendapatkan dukungan politik dari pimpinan daerah.

Idarah Tarbawiyah Journal of Management in Islamic EducationVol. 5(4)
Universitas Islam 45 Bekasi (ID)
Openalex Percentile: Top 53%
Education Systems and Policies
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.

Evaluasi dampak kebijakan desentralisasi pendidikan terhadap kualitas pendidikan di Indonesia — Baharuddin Baharuddin, Ahmad Khumaidi, et al. · Idarah Tarbawiyah Journal of Management in Islamic Education (2024) | TGRS Research Map | TGRS