Peran Konselor terhadap Anak Broken Home: Analisis Dampak

Broken home diartikan sebagai kondisi keluarga yang itdak serasi dan tidak berfungsi sebagai mana semestinya karena sering terjadi perselisihan yang berujung pada perrpisahan atau perceraian. Anak-anak yang broken home tidak hanya anak-anak yang berasal dari perceraian orang tua, tetapi juga anak-anak yang berasal dari keluarga yang tidak utuh atau tidak harmonis. Banyak faktor yang melatarbelakangi broken home, termasuk pertengkaran orang tua, perceraian, dan kesibukan orang tua sehingga memunculkan dampak broken home terhadap psikologis anak antara lain yaitu anak-anak mulai menderita kecemasan dan ketakutan yang tinggi. anak-anak merasa terjepit di tengah, karena harus memilih antara ibu atau ayah, anak sering memiliki rasa bersalah dan memungkinkan anak-anak dapat membenci salah satu orang tua mereka. Salah satu upaya yang dapat dilakukan Konselor untuk mengatasi keluarga broken home adalah konselor dapat melaukukan konseling keluarga yaitu terdiri dari interaksi antar keluarga, kontrak awal sebelum melakukan konseling. Hal ini bertujuan untuk membantu keluarga berkomunikasi pada sesi awal, serta meningkatakan kesadaran dan dinamika keluarga, memadukan konseling individual dengan kerja keluarga keseluruhan. Konseling keluarga juga melibatkan seluruh anggota keluarga.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Prophetic Professional Empathy and Islamic Counseling Journal
Published
2024-12-27
DOI
https://doi.org/10.24235/prophetic.v7i2.19437
Primary Topic
Educational Methods and Impacts
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Peran Konselor terhadap Anak Broken Home: Analisis Dampak

Fanny Septiany Rahayu, Nurkholis Nurkholis
Prophetic Professional Empathy and Islamic Counseling Journal
Educational Methods and Impacts
article

Peran Konselor terhadap Anak Broken Home: Analisis Dampak

Fanny Septiany Rahayu, Nurkholis Nurkholis
article en

Abstract

Broken home diartikan sebagai kondisi keluarga yang itdak serasi dan tidak berfungsi sebagai mana semestinya karena sering terjadi perselisihan yang berujung pada perrpisahan atau perceraian. Anak-anak yang broken home tidak hanya anak-anak yang berasal dari perceraian orang tua, tetapi juga anak-anak yang berasal dari keluarga yang tidak utuh atau tidak harmonis. Banyak faktor yang melatarbelakangi broken home, termasuk pertengkaran orang tua, perceraian, dan kesibukan orang tua sehingga memunculkan dampak broken home terhadap psikologis anak antara lain yaitu anak-anak mulai menderita kecemasan dan ketakutan yang tinggi. anak-anak merasa terjepit di tengah, karena harus memilih antara ibu atau ayah, anak sering memiliki rasa bersalah dan memungkinkan anak-anak dapat membenci salah satu orang tua mereka. Salah satu upaya yang dapat dilakukan Konselor untuk mengatasi keluarga broken home adalah konselor dapat melaukukan konseling keluarga yaitu terdiri dari interaksi antar keluarga, kontrak awal sebelum melakukan konseling. Hal ini bertujuan untuk membantu keluarga berkomunikasi pada sesi awal, serta meningkatakan kesadaran dan dinamika keluarga, memadukan konseling individual dengan kerja keluarga keseluruhan. Konseling keluarga juga melibatkan seluruh anggota keluarga.

Prophetic Professional Empathy and Islamic Counseling JournalVol. 7(2)
Universitas Muhammadiyah Cirebon (ID)
Reduced inequalities
Openalex Percentile: Top 59%
Educational Methods and Impacts
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.