SOSIALISASI PENERAPAN KAJIAN BIOTEKNOLOGI DALAM INDUSTRI PANGAN DAN PELATIHAN PEMBUATAN PRODUK BIOTEKNOLOGI DI MADRASAH ALIYAH AL-JIHAD PONTIANAK

Throughout the ages, humans have processed and produced food and beverages by applying the principles of biotechnology. In Indonesia, foods produced through biotechnology—such as tempeh and bread—are commonly found across different segments of society. However, due to a lack of information, many people remain unaware that these foods and drinks are the result of conventional biotechnology processes. Therefore, the aim of this activity was to introduce biotechnology and its role in the food industry, as well as to train students of Madrasah Aliyah Al-Jihad Pontianak in producing biotechnology-based products such as bread and tempeh. This activity was divided into two stages: the preparation stage and the implementation stage. During the implementation stage of the community service program, three main activities were carried out: first, a presentation of the socialization materials; second, hands-on training in making bread and tempeh; and third, the evaluation process. Monitoring and evaluation of the activity outcomes were conducted using questionnaires. Based on the results of the pre-test and post-test, it was found that there was an 83% increase in knowledge among female students at Al-Jihad regarding biotechnology-based food products. Sejak ribuan tahun lalu, manusia telah mengolah dan menghasilkan makanan dan minumannya dengan menerapkan prinsip bioteknologi. Di indonesia, berbagai macam makanan yang merupakan produk bioteknologi dapat dengan mudah dijumpai pada berbagai kalangan masyarakat seperti tempe dan roti. Masih banyak yang tidak mengetahui bahwa makanan dan minuman tersebut merupakan produk yang dihasilkan dari proses bioteknologi karena kurangnya informasi. Oleh karena itu pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan tujuan untuk mengenalkan kajian ilmu bioteknologi dan peranannya dalam industri pangan serta melatih siswa Madrasah Aliyah Al-Jihad Pontianak dalam menghasilkan produk bioteknologi seperti roti dan tempe. Kegiatan ini dibagi menjadi menjadi dua tahapan yaitu tahap persiapan dan tahap pelaksanaan kegiatan. Dalam tahap pelaksanaan PKM dilakukan 3 rangkaian kegiatan yaitu tahapan pemaparan materi sosialisasi, tahapan kedua adalah pelaksanaan pelatihan pembuatan roti dan tempe, dan tahapan terakhir adalah proses evaluasi. Monitoring evaluasi hasil kegiatan dilakukan melalui pengisian kuesioner. Berdasarkan hasil pre-test dan post didapatkan hasil bahwa terjadi peningkatan pengetahuan sebesar 83% di kalangan santri Al-Jihad putri mengenai produk pangan berbasis bioteknologi.

Authors

Publication Details

Journal
Kumawula Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Published
2025-04-11
DOI
https://doi.org/10.24198/kumawula.v8i1.56824
Citations
1
Primary Topic
Biofuel production and bioconversion
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.67
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

SOSIALISASI PENERAPAN KAJIAN BIOTEKNOLOGI DALAM INDUSTRI PANGAN DAN PELATIHAN PEMBUATAN PRODUK BIOTEKNOLOGI DI MADRASAH ALIYAH AL-JIHAD PONTIANAK

Yuyun Nisaul Khairillah, Pasmawati Pasmawati, A. A. Sagung Indah Candra Putri, Nuruniyah Nuruniyah et al.
1 citations
Kumawula Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Biofuel production and bioconversion
0.67
article

SOSIALISASI PENERAPAN KAJIAN BIOTEKNOLOGI DALAM INDUSTRI PANGAN DAN PELATIHAN PEMBUATAN PRODUK BIOTEKNOLOGI DI MADRASAH ALIYAH AL-JIHAD PONTIANAK

Yuyun Nisaul Khairillah, Pasmawati Pasmawati, A. A. Sagung Indah Candra Putri, Nuruniyah Nuruniyah, Fitri Handayani, Fitriagustiani Fitriagustiani, Nurul Febriani Putri
article en
1 citations

Abstract

Throughout the ages, humans have processed and produced food and beverages by applying the principles of biotechnology. In Indonesia, foods produced through biotechnology—such as tempeh and bread—are commonly found across different segments of society. However, due to a lack of information, many people remain unaware that these foods and drinks are the result of conventional biotechnology processes. Therefore, the aim of this activity was to introduce biotechnology and its role in the food industry, as well as to train students of Madrasah Aliyah Al-Jihad Pontianak in producing biotechnology-based products such as bread and tempeh. This activity was divided into two stages: the preparation stage and the implementation stage. During the implementation stage of the community service program, three main activities were carried out: first, a presentation of the socialization materials; second, hands-on training in making bread and tempeh; and third, the evaluation process. Monitoring and evaluation of the activity outcomes were conducted using questionnaires. Based on the results of the pre-test and post-test, it was found that there was an 83% increase in knowledge among female students at Al-Jihad regarding biotechnology-based food products. Sejak ribuan tahun lalu, manusia telah mengolah dan menghasilkan makanan dan minumannya dengan menerapkan prinsip bioteknologi. Di indonesia, berbagai macam makanan yang merupakan produk bioteknologi dapat dengan mudah dijumpai pada berbagai kalangan masyarakat seperti tempe dan roti. Masih banyak yang tidak mengetahui bahwa makanan dan minuman tersebut merupakan produk yang dihasilkan dari proses bioteknologi karena kurangnya informasi. Oleh karena itu pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan tujuan untuk mengenalkan kajian ilmu bioteknologi dan peranannya dalam industri pangan serta melatih siswa Madrasah Aliyah Al-Jihad Pontianak dalam menghasilkan produk bioteknologi seperti roti dan tempe. Kegiatan ini dibagi menjadi menjadi dua tahapan yaitu tahap persiapan dan tahap pelaksanaan kegiatan. Dalam tahap pelaksanaan PKM dilakukan 3 rangkaian kegiatan yaitu tahapan pemaparan materi sosialisasi, tahapan kedua adalah pelaksanaan pelatihan pembuatan roti dan tempe, dan tahapan terakhir adalah proses evaluasi. Monitoring evaluasi hasil kegiatan dilakukan melalui pengisian kuesioner. Berdasarkan hasil pre-test dan post didapatkan hasil bahwa terjadi peningkatan pengetahuan sebesar 83% di kalangan santri Al-Jihad putri mengenai produk pangan berbasis bioteknologi.

Kumawula Jurnal Pengabdian Kepada MasyarakatVol. 8(1)
Openalex Percentile: Top 33%
Biofuel production and bioconversion
0.67
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.