PEMBUATAN MURAL PARTISIPATORIS SEBAGAI ELEMEN ESTETIS DAN KONTEN MEDIA SOSIAL BERSAMA PERSATUAN ORANG TUA DAN ANAK DENGAN DOWN SYNDROME JAWA BARAT

Mural, in the form of public art, has the power to raise social issues by transforming public spaces into spaces of dialogue. Meanwhile, participation in contemporary art and design is an approach that actively involves the community in realizing a joint project. This paper discusses a community service project using participatory mural media to raise awareness about inclusive education issues for the future of children with special needs, particularly those with Down syndrome. Together with the community of parents and children with Down syndrome—POTADS PIK West Java—the community service team aims to foster a spirit of inclusivity through the role of parents and the creative expression of POTADS students, who are children with Down syndrome. Parents and community mentors of POTADS are given the opportunity to share their experiences and struggles regarding inclusive education. These stories and narratives are then transformed into visuals representing those experiences as visual symbols. The project process is also documented in the form of a short documentary to capture the creative journey and interactions between the service team and the POTADS community. Utilizing social media platforms, this short documentary aims to reach a wider audience, promote social inclusion, and showcase the creativity of individuals with Down syndrome. This project also highlights the role of art and participatory methods in community engagement, emphasizing the importance of community and contemporary art in supporting inclusive education. Mural, sebagai salah satu bentuk seni publik memiliki kemampuan untuk mengangkat isu sosial dengan mengubah ruang publik menjadi ruang ‘dialog’. Sementara itu partisipatori dalam seni dan desain kontemporer adalah bentuk pendekatan yang melibatkan secara aktif komunitas untuk realisasi projek bersama. Tulisan ini membahas Pengabdian Masyarakat yang menggunakan media mural partisipatoris sebagai peningkatan kesadaran akan isu pendidikan inklusif bagi masa depan anak dengan kebutuhan khusus terutama Down syndrome. Bersama-sama dengan komunitas orang tua dan anak dengan Down syndrome, POTADS PIK Jawa Barat. Tim Pengabdian masyarakat bertujuan untuk menumbuhkan semangat inklusivitas, melalui peran orang tua dan ekspresi kreatif siswa-siswi POTADS yang merupakan anak-anak dengan Down syndrome. Para orang tua sekaligus pembina komunitas POTADS diberikan kesempatan untuk bercerita tentang pengalaman dan perjuangan mereka untuk pendidikan inklusif, dimana nanti cerita dan narasi ini akan diubah menjadi visual yang merepresentasikan pengalaman tersebut menjadi simbol visual. Proses kegiaatan ini juga didokumentasikan dalam bentuk dokumenter singkat, tujuannya untuk menangkap perjalanan kreatif dan interaksi tim pengabdian bersama komunitas POTADS. Dengan memanfaatkan platform media sosial, film dokumenter singkat ini bertujuan untuk menjangkau khalayak yang lebih luas, mempromosikan inklusi sosial dan menunjukkan kreativitas individu dengan Down Syndrome. Proyek ini juga menyoroti bagaimana seni dan metode partisipatif dalam keterlibatan masyarakat, menekankan peran dan fungsi komunitas serta seni rupa kontemporer untuk pendidikan yang inklusif.

Authors

Publication Details

Journal
Kumawula Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Published
2025-04-09
DOI
https://doi.org/10.24198/kumawula.v8i1.56307
Primary Topic
Local Governance and Development
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

PEMBUATAN MURAL PARTISIPATORIS SEBAGAI ELEMEN ESTETIS DAN KONTEN MEDIA SOSIAL BERSAMA PERSATUAN ORANG TUA DAN ANAK DENGAN DOWN SYNDROME JAWA BARAT

Iqbal Prabawa Wiguna, Adrian Permana Zen, Dea Aulia Widyaevan
Kumawula Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Local Governance and Development
article

PEMBUATAN MURAL PARTISIPATORIS SEBAGAI ELEMEN ESTETIS DAN KONTEN MEDIA SOSIAL BERSAMA PERSATUAN ORANG TUA DAN ANAK DENGAN DOWN SYNDROME JAWA BARAT

Iqbal Prabawa Wiguna, Adrian Permana Zen, Dea Aulia Widyaevan
article en

Abstract

Mural, in the form of public art, has the power to raise social issues by transforming public spaces into spaces of dialogue. Meanwhile, participation in contemporary art and design is an approach that actively involves the community in realizing a joint project. This paper discusses a community service project using participatory mural media to raise awareness about inclusive education issues for the future of children with special needs, particularly those with Down syndrome. Together with the community of parents and children with Down syndrome—POTADS PIK West Java—the community service team aims to foster a spirit of inclusivity through the role of parents and the creative expression of POTADS students, who are children with Down syndrome. Parents and community mentors of POTADS are given the opportunity to share their experiences and struggles regarding inclusive education. These stories and narratives are then transformed into visuals representing those experiences as visual symbols. The project process is also documented in the form of a short documentary to capture the creative journey and interactions between the service team and the POTADS community. Utilizing social media platforms, this short documentary aims to reach a wider audience, promote social inclusion, and showcase the creativity of individuals with Down syndrome. This project also highlights the role of art and participatory methods in community engagement, emphasizing the importance of community and contemporary art in supporting inclusive education. Mural, sebagai salah satu bentuk seni publik memiliki kemampuan untuk mengangkat isu sosial dengan mengubah ruang publik menjadi ruang ‘dialog’. Sementara itu partisipatori dalam seni dan desain kontemporer adalah bentuk pendekatan yang melibatkan secara aktif komunitas untuk realisasi projek bersama. Tulisan ini membahas Pengabdian Masyarakat yang menggunakan media mural partisipatoris sebagai peningkatan kesadaran akan isu pendidikan inklusif bagi masa depan anak dengan kebutuhan khusus terutama Down syndrome. Bersama-sama dengan komunitas orang tua dan anak dengan Down syndrome, POTADS PIK Jawa Barat. Tim Pengabdian masyarakat bertujuan untuk menumbuhkan semangat inklusivitas, melalui peran orang tua dan ekspresi kreatif siswa-siswi POTADS yang merupakan anak-anak dengan Down syndrome. Para orang tua sekaligus pembina komunitas POTADS diberikan kesempatan untuk bercerita tentang pengalaman dan perjuangan mereka untuk pendidikan inklusif, dimana nanti cerita dan narasi ini akan diubah menjadi visual yang merepresentasikan pengalaman tersebut menjadi simbol visual. Proses kegiaatan ini juga didokumentasikan dalam bentuk dokumenter singkat, tujuannya untuk menangkap perjalanan kreatif dan interaksi tim pengabdian bersama komunitas POTADS. Dengan memanfaatkan platform media sosial, film dokumenter singkat ini bertujuan untuk menjangkau khalayak yang lebih luas, mempromosikan inklusi sosial dan menunjukkan kreativitas individu dengan Down Syndrome. Proyek ini juga menyoroti bagaimana seni dan metode partisipatif dalam keterlibatan masyarakat, menekankan peran dan fungsi komunitas serta seni rupa kontemporer untuk pendidikan yang inklusif.

Kumawula Jurnal Pengabdian Kepada MasyarakatVol. 8(1)
Openalex Percentile: Top 91%
Local Governance and Development
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.