Perempuan dalam Komunikasi Pembangunan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Garut, Indonesia

This study examines the role of women in development communication for the growth of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Garut Regency. Despite their significant contribution, women face various challenges, including limited access to capital, training, and technology. This study aims to analyze the role of women in implementing development communication to support MSME growth, identify key barriers hindering their participation, and evaluate the effectiveness of the diffusion of innovation approach in MSME training. A qualitative approach is employed, using in-depth interviews, observations, and literature reviews to collect data. The concept of development communication, particularly the participatory approach, is applied to analyze women's active roles in economic activities and decision-making. The findings indicate that effective communication and inclusive training can enhance women's empowerment in the MSME sector, although structural barriers remain. Improvements in training delivery and better access to resources are needed to support women's active participation in MSMEs.Penelitian ini mengkaji peran perempuan dalam komunikasi pembangunan untuk pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Garut. Meskipun kontribusi mereka cukup besar, perempuan menghadapi berbagai tantangan seperti keterbatasan akses terhadap modal, pelatihan, dan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran perempuan dalam penerapan komunikasi pembangunan yang mendukung pengembangan UMKM, mengidentifikasi hambatan utama yang menghambat partisipasi mereka, serta mengevaluasi efektivitas pendekatan difusi inovasi dalam pelatihan UMKM. Pendekatan kualitatif digunakan dengan metode wawancara mendalam, observasi, dan studi pustaka untuk mengumpulkan data. Konsep komunikasi pembangunan, khususnya pendekatan partisipatoris, diterapkan untuk menganalisis peran aktif perempuan dalam kegiatan ekonomi dan pengambilan keputusan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi yang efektif dan pelatihan yang inklusif dapat meningkatkan pemberdayaan perempuan di sektor UMKM, meskipun hambatan struktural masih ada. Diperlukan perbaikan dalam penyampaian pelatihan serta akses yang lebih baik terhadap sumber daya untuk mendukung partisipasi aktif perempuan dalam UMKM.

Authors

Publication Details

Journal
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP)
Published
2025-04-01
DOI
https://doi.org/10.33366/jisip.v14i1.3339
Primary Topic
SMEs Development and Digital Marketing
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Perempuan dalam Komunikasi Pembangunan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Garut, Indonesia

Helena Zaskia Elsan, Novie Susanti Suseno, Rosanti Utami Dewi Suyatman Yatnosaputro
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP)
SMEs Development and Digital Marketing
article

Perempuan dalam Komunikasi Pembangunan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Garut, Indonesia

Helena Zaskia Elsan, Novie Susanti Suseno, Rosanti Utami Dewi Suyatman Yatnosaputro
article en

Abstract

This study examines the role of women in development communication for the growth of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Garut Regency. Despite their significant contribution, women face various challenges, including limited access to capital, training, and technology. This study aims to analyze the role of women in implementing development communication to support MSME growth, identify key barriers hindering their participation, and evaluate the effectiveness of the diffusion of innovation approach in MSME training. A qualitative approach is employed, using in-depth interviews, observations, and literature reviews to collect data. The concept of development communication, particularly the participatory approach, is applied to analyze women's active roles in economic activities and decision-making. The findings indicate that effective communication and inclusive training can enhance women's empowerment in the MSME sector, although structural barriers remain. Improvements in training delivery and better access to resources are needed to support women's active participation in MSMEs.Penelitian ini mengkaji peran perempuan dalam komunikasi pembangunan untuk pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Garut. Meskipun kontribusi mereka cukup besar, perempuan menghadapi berbagai tantangan seperti keterbatasan akses terhadap modal, pelatihan, dan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran perempuan dalam penerapan komunikasi pembangunan yang mendukung pengembangan UMKM, mengidentifikasi hambatan utama yang menghambat partisipasi mereka, serta mengevaluasi efektivitas pendekatan difusi inovasi dalam pelatihan UMKM. Pendekatan kualitatif digunakan dengan metode wawancara mendalam, observasi, dan studi pustaka untuk mengumpulkan data. Konsep komunikasi pembangunan, khususnya pendekatan partisipatoris, diterapkan untuk menganalisis peran aktif perempuan dalam kegiatan ekonomi dan pengambilan keputusan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi yang efektif dan pelatihan yang inklusif dapat meningkatkan pemberdayaan perempuan di sektor UMKM, meskipun hambatan struktural masih ada. Diperlukan perbaikan dalam penyampaian pelatihan serta akses yang lebih baik terhadap sumber daya untuk mendukung partisipasi aktif perempuan dalam UMKM.

Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP)Vol. 14(1)
Openalex Percentile: Top 89%
SMEs Development and Digital Marketing
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.