Perspektif Integritas Atas Finansial: Bendahara Tidak Jujur Menurut Lukas 16:1-18

Financial integrity is important in everyday life, both in the context of education, work, family and spirituality. In the teachings of the Lord Jesus also emphasized the importance of the ability to manage finances well for Christians. One of God's teachings is found in the Gospel of Luke 16:1-18 regarding financial integrity, which is compared to a dishonest treasurer. This research aims to combine positive concepts that can be learned from the parable of the dishonest treasurer in Luke 16:1-18 with a focus on financial integrity in the teachings of Jesus and individual responsibility in managing finances. The research method used is a descriptive qualitative approach by interpreting literally and theologically to reveal the meaning of this parable. Priority in service to God is also emphasized, along with the principle of community in a financial context. The resume of this research emphasize the integration of religious values in financial management, while the practical implications include wise financial planning and the development of economic solidarity within the community.AbstrakIntegritas finansial merupakan hal penting dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam konteks pendidikan, pekerjaan, keluarga, maupun spiritualitas. Dalam ajaran Tuhan Yesus juga menekankan pentingnya kemampuan mengelola keuangan dengan baik bagi orang Kristen. Salah satu ajaran Tuhan terdapat pada injil Lukas 16:1-18 berkaitan dengan integritas keuangan yang diperumpamakan dengan bendahara yang tidak jujur. Penelitian ini bertujuan untuk menggabungkan konsep-konsep positif yang dapat dipelajari dari perumpamaan bendahara tidak jujur dalam Lukas 16:1-18 dengan fokus pada integritas keuangan dalam ajaran Yesus dan tanggung jawab individu dalam mengelola keuangan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskritif dengan menafsirkan secara literal dan teologis untuk mengungkap makna perumpamaan ini. Prioritas dalam pelayanan kepada Tuhan juga ditekankan, seiring dengan prinsip komunitas dalam konteks finansial. Kesimpulan penelitian ini menekankan integrasi nilai-nilai agama dalam pengelolaan keuangan, sementara implikasi praktisnya mencakup perencanaan keuangan yang bijaksana dan pengembangan solidaritas ekonomi dalam komunitas.

Authors

Publication Details

Journal
DIDASKO Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen
Published
2025-04-01
DOI
https://doi.org/10.52879/didasko.v5i1.160
Citations
1
Primary Topic
Legal Studies and Policies
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
15.98
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Perspektif Integritas Atas Finansial: Bendahara Tidak Jujur Menurut Lukas 16:1-18

Budi Susanto, Paulus Kunto Baskoro
1 citations
DIDASKO Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen
Legal Studies and Policies
15.98
article

Perspektif Integritas Atas Finansial: Bendahara Tidak Jujur Menurut Lukas 16:1-18

Budi Susanto, Paulus Kunto Baskoro
article en
1 citations

Abstract

Financial integrity is important in everyday life, both in the context of education, work, family and spirituality. In the teachings of the Lord Jesus also emphasized the importance of the ability to manage finances well for Christians. One of God's teachings is found in the Gospel of Luke 16:1-18 regarding financial integrity, which is compared to a dishonest treasurer. This research aims to combine positive concepts that can be learned from the parable of the dishonest treasurer in Luke 16:1-18 with a focus on financial integrity in the teachings of Jesus and individual responsibility in managing finances. The research method used is a descriptive qualitative approach by interpreting literally and theologically to reveal the meaning of this parable. Priority in service to God is also emphasized, along with the principle of community in a financial context. The resume of this research emphasize the integration of religious values in financial management, while the practical implications include wise financial planning and the development of economic solidarity within the community.AbstrakIntegritas finansial merupakan hal penting dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam konteks pendidikan, pekerjaan, keluarga, maupun spiritualitas. Dalam ajaran Tuhan Yesus juga menekankan pentingnya kemampuan mengelola keuangan dengan baik bagi orang Kristen. Salah satu ajaran Tuhan terdapat pada injil Lukas 16:1-18 berkaitan dengan integritas keuangan yang diperumpamakan dengan bendahara yang tidak jujur. Penelitian ini bertujuan untuk menggabungkan konsep-konsep positif yang dapat dipelajari dari perumpamaan bendahara tidak jujur dalam Lukas 16:1-18 dengan fokus pada integritas keuangan dalam ajaran Yesus dan tanggung jawab individu dalam mengelola keuangan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskritif dengan menafsirkan secara literal dan teologis untuk mengungkap makna perumpamaan ini. Prioritas dalam pelayanan kepada Tuhan juga ditekankan, seiring dengan prinsip komunitas dalam konteks finansial. Kesimpulan penelitian ini menekankan integrasi nilai-nilai agama dalam pengelolaan keuangan, sementara implikasi praktisnya mencakup perencanaan keuangan yang bijaksana dan pengembangan solidaritas ekonomi dalam komunitas.

DIDASKO Jurnal Teologi dan Pendidikan KristenVol. 5(1)
Openalex Percentile: Top 3%
Legal Studies and Policies
15.98
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.

Perspektif Integritas Atas Finansial: Bendahara Tidak Jujur Menurut Lukas 16:1-18 — Budi Susanto, Paulus Kunto Baskoro · DIDASKO Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen (2025) | TGRS Research Map | TGRS