Cermin Kehidupan Umat Kristen dalam Masyarakat Multikultural: Suatu Tinjauan Etika Kristen dan Pengaruhnya Terhadap Pendirian Rumah Ibadah

Freedom of religion and worship is regulated in regulations regarding the establishment of places of worship and is an issue for Christians in areas with a majority of non-Christian religions. This research aims to find and discover the problem points of rejection of places of worship and the conditions for their establishment. The method used is qualitative with data collection through literature study. The results of the research found that several Christian houses of worship and their places of worship were often treated by the majority group as prohibiting worship, making it difficult to obtain approval for the establishment of houses of worship in accordance with applicable regulations. This condition encourages Christians to blend into the environment, carry out activities that are beneficial to local communities, and apply Christian ethical principles in a multicultural society as a form of implementing God's Word. The goal is for the church to be well received in the environment where the church is present. AbstrakKemerdekaan beragama dan beribadat diatur dalam peraturan tentang pendirian rumah ibadat dan menjadi peroalan bagi umat Kristen dilingkungan mayoritas agama Non Kristen. Penelitian ini bertujuan untuk mencari dan menemukan titik persoalan dari penolakan rumah ibadat serta syarat-syarat pendiriannya. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pengumpulan data melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian ditemukan fakta bahwa beberapa rumah ibadat Kristen serta peribadatannya sering diperlakukan oleh kelompok mayoritas melakukan pelarangan beribadat sampai dengan sulitnya untuk mendapatkan persetujuan pendirian rumah ibadat sebagaimana peraturan yang berlaku. Kondisi ini mendorong umat Kristen untuk berbaur dengan lingkungan, melakukan kegiatan bermanfaat masyarakat lokal, dan menerapkan prinsip-prinsip etika Kristen ditengah masyarakat yang multikultural sebagai wujud pelaksanaan Firman Tuhan. Tujuannya agar gereja dapat diterima dengan baik dilingkungan di mana gereja hadir.Kata Kunci: Pendirian gereja, Etika Kristen, Masyarakat Multikultural

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Sabda Jurnal Teologi Kristen
Published
2024-12-02
DOI
https://doi.org/10.55097/sabda.v5i2.116
Primary Topic
Contemporary Christian Leadership and Education
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Cermin Kehidupan Umat Kristen dalam Masyarakat Multikultural: Suatu Tinjauan Etika Kristen dan Pengaruhnya Terhadap Pendirian Rumah Ibadah

John Abraham Christiaan, Wulan Agung
Sabda Jurnal Teologi Kristen
Contemporary Christian Leadership and Education
article

Cermin Kehidupan Umat Kristen dalam Masyarakat Multikultural: Suatu Tinjauan Etika Kristen dan Pengaruhnya Terhadap Pendirian Rumah Ibadah

John Abraham Christiaan, Wulan Agung
article en

Abstract

Freedom of religion and worship is regulated in regulations regarding the establishment of places of worship and is an issue for Christians in areas with a majority of non-Christian religions. This research aims to find and discover the problem points of rejection of places of worship and the conditions for their establishment. The method used is qualitative with data collection through literature study. The results of the research found that several Christian houses of worship and their places of worship were often treated by the majority group as prohibiting worship, making it difficult to obtain approval for the establishment of houses of worship in accordance with applicable regulations. This condition encourages Christians to blend into the environment, carry out activities that are beneficial to local communities, and apply Christian ethical principles in a multicultural society as a form of implementing God's Word. The goal is for the church to be well received in the environment where the church is present. AbstrakKemerdekaan beragama dan beribadat diatur dalam peraturan tentang pendirian rumah ibadat dan menjadi peroalan bagi umat Kristen dilingkungan mayoritas agama Non Kristen. Penelitian ini bertujuan untuk mencari dan menemukan titik persoalan dari penolakan rumah ibadat serta syarat-syarat pendiriannya. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pengumpulan data melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian ditemukan fakta bahwa beberapa rumah ibadat Kristen serta peribadatannya sering diperlakukan oleh kelompok mayoritas melakukan pelarangan beribadat sampai dengan sulitnya untuk mendapatkan persetujuan pendirian rumah ibadat sebagaimana peraturan yang berlaku. Kondisi ini mendorong umat Kristen untuk berbaur dengan lingkungan, melakukan kegiatan bermanfaat masyarakat lokal, dan menerapkan prinsip-prinsip etika Kristen ditengah masyarakat yang multikultural sebagai wujud pelaksanaan Firman Tuhan. Tujuannya agar gereja dapat diterima dengan baik dilingkungan di mana gereja hadir.Kata Kunci: Pendirian gereja, Etika Kristen, Masyarakat Multikultural

Sabda Jurnal Teologi KristenVol. 5(2)
Universitas Teknologi Nusantara (ID)
Openalex Percentile: Top 55%
Contemporary Christian Leadership and Education
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.