FRAUD DIAMOND SEBAGAI INDIKATOR DECEPTIVE INCOME SMOOTHING DI PERUSAHAAN PERBANKAN PUBLIK INDONESIA

This study aims to investigate how the fraud diamond analysis framework affects the potential of deceptive income smoothing in Indonesian banking companies. Banking companies are firms that operate under very strict regulations and are vital to the Indonesian economy, nevertheless infrequently investigated, particularly given the high likelihood of vulnerability associated with excessive income smoothing practices. The four elements of fraud diamond are pressure, opportunity, rationalization, and capability. This approach served as the foundation for analyzing the prevalence of excessive income smoothing practices in the banking sector in this study. This study employs a quantitative method with archival data with the sample comprises 41 publicly traded banking companies from 2019 to 2022. Following the effects of the COVID-19 pandemic on banking institutions, this time frame was used to additionally observe the degree of susceptibility to income smoothing. The independent variables in this study are the elements of the fraud diamond measured by financial stability, ineffective monitoring, change in auditor, and the frequency of CEO tenure experience, while the dependent variable is income smoothing. Logistic regression is used to conduct hypothesis testing. The results of this study indicate that auditor rotation affects income smoothing, while the other three variables, namely financial stability, ineffective supervision, and the frequency of CEO tenure experience, do not affect income smoothing. The results of this study can assist management in developing effective policies to detect and prevent excessive income smoothing practices in banking companies. Keywords: fraud diamond; deceptive income smoothing; banking companies; fraudulent financial reporting. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kerangka analisis fraud diamond terhadap potensi perataan laba yang menipu pada perusahaan sektor perbankan di Indonesia. Perusahaan perbankan merupakan perusahaan yang memiliki regulasi yang sangat ketat dan sangat krusial bagi perekonomian Indonesia, namun masih jarang diteliti, apalagi sektor ini memiliki probabilitas kerentanan yang tinggi terkait praktik perataan laba yang berlebihan. Fraud diamond terdiri dari empat elemen yaitu tekanan, kesempatan, rasionalisasi, dan kapabilitas. Kerangka ini digunakan sebagai landasan analisis terjadinya praktik perataan laba yang berlebihan di sektor perbankan dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan data arsip dan sampel penelitian berjumlah 41 perusahaan perbankan publik pada tahun 2019-2022. Periode ini dipilih untuk melihat pula tingkat kerentanan perataan laba yang menipu pasca dampak pandemi Covid-19 pada perusahaan perbankan. Variabel independen dalam penelitian ini adalah elemen fraud diamond yang diukur dengan stabilitas keuangan, pemantauan yang tidak efektif, pergantian auditor, dan frekuensi pengalaman jabatan CEO, sedangkan variabel dependennya adalah perataan laba. Regresi logistik digunakan untuk melakukan pengujian hipotesis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pergantian auditor berpengaruh terhadap perataan laba, sedangkan ketiga variabel lainnya yaitu stabilitas keuangan, pengawasan yang tidak efektif, dan frekuensi pengalaman jabatan CEO tidak berpengaruh terhadap perataan laba. Hasil penelitian ini dapat memberikan masukan kepada manajemen dalam upaya membuat kebijakan yang efektif untuk mendeteksi dan mencegah praktik perataan laba yang berlebihan di perusahaan perbankan. Kata kunci: fraud diamond; perataan laba yang menipu; perusahaan perbankan; kecurangan laporan keuangan.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
MODUS
Published
2025-03-19
DOI
https://doi.org/10.24002/modus.v37i1.10252
Primary Topic
Corporate Governance and Financial Management
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

FRAUD DIAMOND SEBAGAI INDIKATOR DECEPTIVE INCOME SMOOTHING DI PERUSAHAAN PERBANKAN PUBLIK INDONESIA

Daniella Angelika Juniarty, Anggreni Dian Kurniawati
MODUS
Corporate Governance and Financial Management
article

FRAUD DIAMOND SEBAGAI INDIKATOR DECEPTIVE INCOME SMOOTHING DI PERUSAHAAN PERBANKAN PUBLIK INDONESIA

Daniella Angelika Juniarty, Anggreni Dian Kurniawati
article en

Abstract

This study aims to investigate how the fraud diamond analysis framework affects the potential of deceptive income smoothing in Indonesian banking companies. Banking companies are firms that operate under very strict regulations and are vital to the Indonesian economy, nevertheless infrequently investigated, particularly given the high likelihood of vulnerability associated with excessive income smoothing practices. The four elements of fraud diamond are pressure, opportunity, rationalization, and capability. This approach served as the foundation for analyzing the prevalence of excessive income smoothing practices in the banking sector in this study. This study employs a quantitative method with archival data with the sample comprises 41 publicly traded banking companies from 2019 to 2022. Following the effects of the COVID-19 pandemic on banking institutions, this time frame was used to additionally observe the degree of susceptibility to income smoothing. The independent variables in this study are the elements of the fraud diamond measured by financial stability, ineffective monitoring, change in auditor, and the frequency of CEO tenure experience, while the dependent variable is income smoothing. Logistic regression is used to conduct hypothesis testing. The results of this study indicate that auditor rotation affects income smoothing, while the other three variables, namely financial stability, ineffective supervision, and the frequency of CEO tenure experience, do not affect income smoothing. The results of this study can assist management in developing effective policies to detect and prevent excessive income smoothing practices in banking companies. Keywords: fraud diamond; deceptive income smoothing; banking companies; fraudulent financial reporting. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kerangka analisis fraud diamond terhadap potensi perataan laba yang menipu pada perusahaan sektor perbankan di Indonesia. Perusahaan perbankan merupakan perusahaan yang memiliki regulasi yang sangat ketat dan sangat krusial bagi perekonomian Indonesia, namun masih jarang diteliti, apalagi sektor ini memiliki probabilitas kerentanan yang tinggi terkait praktik perataan laba yang berlebihan. Fraud diamond terdiri dari empat elemen yaitu tekanan, kesempatan, rasionalisasi, dan kapabilitas. Kerangka ini digunakan sebagai landasan analisis terjadinya praktik perataan laba yang berlebihan di sektor perbankan dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan data arsip dan sampel penelitian berjumlah 41 perusahaan perbankan publik pada tahun 2019-2022. Periode ini dipilih untuk melihat pula tingkat kerentanan perataan laba yang menipu pasca dampak pandemi Covid-19 pada perusahaan perbankan. Variabel independen dalam penelitian ini adalah elemen fraud diamond yang diukur dengan stabilitas keuangan, pemantauan yang tidak efektif, pergantian auditor, dan frekuensi pengalaman jabatan CEO, sedangkan variabel dependennya adalah perataan laba. Regresi logistik digunakan untuk melakukan pengujian hipotesis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pergantian auditor berpengaruh terhadap perataan laba, sedangkan ketiga variabel lainnya yaitu stabilitas keuangan, pengawasan yang tidak efektif, dan frekuensi pengalaman jabatan CEO tidak berpengaruh terhadap perataan laba. Hasil penelitian ini dapat memberikan masukan kepada manajemen dalam upaya membuat kebijakan yang efektif untuk mendeteksi dan mencegah praktik perataan laba yang berlebihan di perusahaan perbankan. Kata kunci: fraud diamond; perataan laba yang menipu; perusahaan perbankan; kecurangan laporan keuangan.

MODUSVol. 37(1)
Atma Jaya University Yogyakarta (ID)
Openalex Percentile: Top 93%
Corporate Governance and Financial Management
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.