Improving Financial Literacy through Financial Management Training for Housewives Community

A low level of financial literacy among housewives can lead to family economic instability. Many housewives do not understand the importance of financial recording, budgeting, saving strategies, and wise debt management. This service aims to improve the financial literacy of housewives in the Makassar Women's Community through participatory-based training and mentoring. The methods used include community needs identification, practice-based training, and post-training mentoring for three months. The evaluation results showed a significant improvement in several financial aspects. Before the training, only 25% of participants routinely recorded finances, while after the training it increased to 80%. The ability to prepare a household budget also increased from 30% to 85%. In addition, awareness of saving and simple investment increased from 40% to 75%, while consumptive debt use decreased with an increase in awareness of managing debt from 20% to 70%. Participation in financial discussion communities also increased from 15% to 65%, indicating a change in mindset in family financial management. With these positive results, it is expected that housewives can apply the skills they have learned in a sustainable manner and share their knowledge with other community members. Program sustainability through financial discussion groups is key to maintaining the impact of this training. Overall, this service proves that an approach based on applicative training and mentoring can significantly improve financial literacy and family welfare. ABSTRAK Tingkat literasi keuangan yang rendah pada ibu rumah tangga dapat berdampak pada ketidakstabilan ekonomi keluarga. Banyak ibu rumah tangga yang belum memahami pentingnya pencatatan keuangan, penyusunan anggaran, strategi menabung, serta pengelolaan utang yang bijak. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan ibu rumah tangga di Komunitas Perempuan Makassar melalui pelatihan dan pendampingan berbasis partisipatif. Metode yang digunakan meliputi identifikasi kebutuhan komunitas, pelatihan berbasis praktik, serta pendampingan pasca-pelatihan selama tiga bulan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam beberapa aspek keuangan. Sebelum pelatihan, hanya 25% peserta yang rutin mencatat keuangan, sedangkan setelah pelatihan meningkat menjadi 80%. Kemampuan menyusun anggaran rumah tangga juga meningkat dari 30% menjadi 85%. Selain itu, kesadaran menabung dan berinvestasi sederhana meningkat dari 40% menjadi 75%, sementara penggunaan utang konsumtif menurun dengan peningkatan kesadaran mengelola utang dari 20% menjadi 70%. Partisipasi dalam komunitas diskusi keuangan pun meningkat dari 15% menjadi 65%, menandakan adanya perubahan pola pikir dalam pengelolaan keuangan keluarga. Dengan hasil yang positif ini, diharapkan ibu rumah tangga dapat menerapkan keterampilan yang telah dipelajari secara berkelanjutan serta berbagi ilmu dengan anggota komunitas lainnya. Keberlanjutan program melalui kelompok diskusi keuangan menjadi kunci agar dampak pelatihan ini tetap terjaga. Secara keseluruhan, pengabdian ini membuktikan bahwa pendekatan berbasis pelatihan aplikatif dan pendampingan dapat meningkatkan literasi keuangan

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Jurnal Sipakatau Inovasi Pengabdian Masyarakat
Published
2025-02-12
DOI
https://doi.org/10.61220/jsipakatau.v2i2.255
Primary Topic
Microfinance and Financial Inclusion
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Improving Financial Literacy through Financial Management Training for Housewives Community

Mukhtar Hamzah, Abdu Khalik, La Ode Amijaya Kamaluddin
1 links
Jurnal Sipakatau Inovasi Pengabdian Masyarakat
Microfinance and Financial Inclusion
article

Improving Financial Literacy through Financial Management Training for Housewives Community

Mukhtar Hamzah, Abdu Khalik, La Ode Amijaya Kamaluddin
article en

Abstract

A low level of financial literacy among housewives can lead to family economic instability. Many housewives do not understand the importance of financial recording, budgeting, saving strategies, and wise debt management. This service aims to improve the financial literacy of housewives in the Makassar Women's Community through participatory-based training and mentoring. The methods used include community needs identification, practice-based training, and post-training mentoring for three months. The evaluation results showed a significant improvement in several financial aspects. Before the training, only 25% of participants routinely recorded finances, while after the training it increased to 80%. The ability to prepare a household budget also increased from 30% to 85%. In addition, awareness of saving and simple investment increased from 40% to 75%, while consumptive debt use decreased with an increase in awareness of managing debt from 20% to 70%. Participation in financial discussion communities also increased from 15% to 65%, indicating a change in mindset in family financial management. With these positive results, it is expected that housewives can apply the skills they have learned in a sustainable manner and share their knowledge with other community members. Program sustainability through financial discussion groups is key to maintaining the impact of this training. Overall, this service proves that an approach based on applicative training and mentoring can significantly improve financial literacy and family welfare. ABSTRAK Tingkat literasi keuangan yang rendah pada ibu rumah tangga dapat berdampak pada ketidakstabilan ekonomi keluarga. Banyak ibu rumah tangga yang belum memahami pentingnya pencatatan keuangan, penyusunan anggaran, strategi menabung, serta pengelolaan utang yang bijak. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan ibu rumah tangga di Komunitas Perempuan Makassar melalui pelatihan dan pendampingan berbasis partisipatif. Metode yang digunakan meliputi identifikasi kebutuhan komunitas, pelatihan berbasis praktik, serta pendampingan pasca-pelatihan selama tiga bulan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam beberapa aspek keuangan. Sebelum pelatihan, hanya 25% peserta yang rutin mencatat keuangan, sedangkan setelah pelatihan meningkat menjadi 80%. Kemampuan menyusun anggaran rumah tangga juga meningkat dari 30% menjadi 85%. Selain itu, kesadaran menabung dan berinvestasi sederhana meningkat dari 40% menjadi 75%, sementara penggunaan utang konsumtif menurun dengan peningkatan kesadaran mengelola utang dari 20% menjadi 70%. Partisipasi dalam komunitas diskusi keuangan pun meningkat dari 15% menjadi 65%, menandakan adanya perubahan pola pikir dalam pengelolaan keuangan keluarga. Dengan hasil yang positif ini, diharapkan ibu rumah tangga dapat menerapkan keterampilan yang telah dipelajari secara berkelanjutan serta berbagi ilmu dengan anggota komunitas lainnya. Keberlanjutan program melalui kelompok diskusi keuangan menjadi kunci agar dampak pelatihan ini tetap terjaga. Secara keseluruhan, pengabdian ini membuktikan bahwa pendekatan berbasis pelatihan aplikatif dan pendampingan dapat meningkatkan literasi keuangan

Jurnal Sipakatau Inovasi Pengabdian Masyarakat
Institut Teknologi dan Bisnis Kalbe (ID)
Openalex Percentile: Top 92%
Microfinance and Financial Inclusion
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.